WhatsApp Icon
Polres Jember Serahkan 250 Kg Zakat Fitrah ke BAZNAS Jember

 

Jember, Selasa (17 Maret) — Kepolisian Resor (Polres) Jember menyalurkan zakat fitrah sebanyak 250 kilogram kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jember dalam sebuah kegiatan seremonial yang berlangsung di Mapolres Jember, Selasa (17/3).

Penyerahan zakat fitrah tersebut dilakukan langsung oleh Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra, S.H., S.I.K., M.Si kepada Ketua BAZNAS Jember KH. Saifullahudi, S.Pd.I., M.M., sebagai bentuk komitmen institusi kepolisian dalam mendukung penguatan pengelolaan zakat yang terstruktur dan profesional.

Dalam sambutannya, Kapolres Jember menyampaikan bahwa zakat fitrah yang dihimpun merupakan hasil partisipasi anggota Polres Jember yang secara kolektif menunaikan kewajiban zakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Ia menegaskan bahwa penyaluran melalui BAZNAS Jember diharapkan dapat memastikan distribusi zakat tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Jember KH. Saifullahudi, S.Pd.I., M.M mengapresiasi langkah Polres Jember yang setiap tahuan rutin dilakukan dan mempercayakan penyaluran zakat fitrahnya kepada BAZNAS Jember. Menurutnya, sinergi antara institusi negara dan lembaga pengelola zakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas distribusi serta memperluas manfaat bagi mustahik.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Polres Jember. Zakat fitrah ini akan segera kami distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan ketentuan syariah,” ujarnya.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polres Jember serta pimpinan BAZNAS Jember. Penyerahan zakat ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam program sosial keagamaan, khususnya di momentum bulan suci Ramadan.

17/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember
Kodim 0824 Jember Salurkan 500 Kilogram Zakat Fitrah ke BAZNAS Jember

Jember, 16 Maret 2026 — Komando Distrik Militer (Kodim) 0824 Jember menyalurkan zakat fitrah sebanyak 500 kilogram kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jember. Penyerahan tersebut dilaksanakan pada Senin (16/3/2026) di Makodim 0824 Jember.

Zakat fitrah diserahkan langsung oleh Dandim 0824 Jember, Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada, S.I.P., M.I.P., kepada Ketua BAZNAS Jember, KH. Safiullahudi, S.Pd.I., M.M., sebagai bagian dari komitmen institusi TNI dalam mendukung pengelolaan zakat yang terorganisir dan akuntabel.

Dalam keterangannya, Dandim 0824 Jember menyampaikan bahwa zakat fitrah yang dihimpun merupakan kontribusi dari seluruh prajurit dan jajaran Kodim 0824 Jember dalam rangka menunaikan kewajiban keagamaan menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Penyaluran zakat melalui BAZNAS Jember merupakan langkah strategis untuk memastikan distribusi berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat yang berhak,” ujarnya.

Ketua BAZNAS Jember, KH. Safiullahudi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Kodim 0824 Jember. Ia menegaskan bahwa zakat fitrah yang diterima akan segera didistribusikan kepada para mustahik sesuai dengan ketentuan syariah dan prinsip tata kelola yang profesional.

“Sinergi antara TNI dan BAZNAS Jember menjadi kekuatan penting dalam memperluas jangkauan pelayanan zakat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

 

Kegiatan tersebut berlangsung dengan tertib dan khidmat serta dihadiri oleh jajaran Kodim 0824 Jember dan pimpinan BAZNAS Jember. Penyaluran zakat fitrah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas institusi dalam mendukung program sosial keagamaan, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan.

16/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember
Menag RI Lantik Pengurus BAZNAS Periode 2026-2031

Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) masa jabatan 2026-2031. Prosesi penyerahan dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

?Penyerahan SK ini menandai dimulainya masa bakti 11 pimpinan BAZNAS yang baru untuk lima tahun ke depan. Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin menyatakan rasa syukur atas terbitnya payung hukum bagi kepengurusan ini agar roda organisasi BAZNAS dapat segera berjalan optimal.

?"Alhamdulillah, hari ini kita dapat menyerahkan SK kepada pengurus BAZNAS yang baru. Setelah sekian lama kita menanti SK Presiden terhadap pengurus BAZNAS," jelas Nasaruddin Umar.

?"Pengurus BAZNAS yang baru ini kiranya bisa, dan sedapat mungkin menjadikan kenaikan zakat bisa tiga kali lipat. Saat ini BAZNAS bisa menghimpun sekitar Rp41 triliun," tambahnya.

?Dia menekankan, pengurus BAZNAS selaku amil harus tetap berpegang teguh pada ketentuan syariat dalam penetapan ashnaf atau golongan penerima zakat. Ia menegaskan bahwa penyaluran zakat harus menyasar delapan golongan yang telah ditetapkan secara jelas, tanpa interpretasi kiasan. Adapun kebutuhan sosial lainnya dapat diakomodasi melalui instrumen sedekah, wakaf, ghanimah, luqatah, serta sumber dana keumatan lainnya.

?Nasaruddin Umar turut berpesan agar pengurus BAZNAS menjaga amanah dan kepercayaan yang telah diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa setiap pejabat yang terpilih memikul tanggung jawab besar untuk menjaga integritas lembaga demi mengangkat martabat bangsa di mata dunia.

?"Mari kita jadi juru bicara yang baik bagi bangsa dan negara. Kita semua ikut bertanggung jawab untuk mewujudkan perjuangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto, yakni mengangkat martabat masyarakat kecil dan menengah. Yakinlah ke depan bangsa ini akan semakin makmur dan kita semua menikmati hasilnya," ujarnya.

Berikut ini nama-nama yang menerima SK Presiden sebagai Anggota BAZNAS Periode 2026-2031: 

1. Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc.

2. Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si.

3. Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si.

4. Saidah Sakwan, M.A.

5. H. Ending Syarifuddin, M.E

6. H. Idy Muzayvad, S.H.I, M.SI

7. H. Mokhamad Mahdum SE, MIDec, PhD, Ak, CA, CPA CRP GRCE CWM. CHRP.

8. Hj. Neyla Saida Anwar

9. Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag

10. Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si

11. Mochamad Agus Rofiudin, S.Kom, M.M..

11/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember
Zakat Tidak untuk MBG: Kemenag RI Tegaskan Fungsi Zakat, BAZNAS Jember Nyatakan Sikap

Jember — Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menegaskan bahwa dana zakat tidak diperuntukkan bagi pembiayaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan oleh Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, sebagai respons atas berkembangnya wacana publik terkait pemanfaatan dana zakat.

Menurut Menag, zakat merupakan instrumen ibadah yang memiliki ketentuan syariah yang jelas, khususnya terkait delapan golongan (asnaf). Penggunaan zakat di luar ketentuan tersebut dinilai tidak tepat dan berpotensi menyalahi prinsip dasar syariat Islam.

“Zakat memiliki aturan baku dan tidak bisa dialihkan untuk kepentingan di luar asnaf. Program MBG adalah program negara yang pembiayaannya harus bersumber dari anggaran yang sesuai, bukan dari dana zakat,” tegasnya.

Kemenag juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik melalui pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel.

Menindaklanjuti hal tersebut, BAZNAS Kabupaten Jember menyatakan sikap tegas untuk tetap berpegang pada prinsip syariah dalam pengelolaan zakat.

Ketua BAZNAS Jember, KH. Saifullahudi, S.Pd.I, M.M  menegaskan bahwa zakat hanya diperuntukkan bagi mustahik sesuai ketentuan syariah.

“BAZNAS Jember berkomitmen menjaga amanah umat. Zakat harus disalurkan sesuai asnaf. Program MBG adalah program pemerintah yang baik, namun tidak menggunakan dana zakat, hal ini juga senaga dengan apa yang disampaioleh BAZNAS RI” ujarnya.

BAZNAS Jember juga mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun menegaskan bahwa sinergi harus tetap dalam koridor regulasi.

BAZNAS Jember mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar terjamin secara syariah, transparan, dan akuntabel.

Dengan penegasan ini, diharapkan tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat serta semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat di Indonesia.

02/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember
BAZNAS Jember Raih Opini WTP: Bukti Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan

Jember — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun Buku 2024. Opini tersebut diberikan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Habib Basuni dan Rekan setelah melalui proses audit independen yang komprehensif. Penghargaan ini diterima langsung oleh Kabag Keuangan Yusran Basith, S.Sos di Kantor Baznas Kabupaten Jember pada hari Kamis, 19 Februari 2026.

Dalam dokumen resmi yang diterbitkan, KAP Habib Basuni dan Rekan menyatakan bahwa laporan keuangan BAZNAS Kabupaten Jember telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Opini WTP ini merupakan predikat tertinggi dalam audit laporan keuangan, yang mencerminkan kualitas tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan profesional. Dan penandatanganan opini ini dilakukan oleh Prof. Dr. Alwan Sri Kustono, M.Si., CA., CPA., AseanCPA selaku Signing Partner, pada 05 Februari 2026 di Surabaya.

Capaian ini menegaskan komitmen BAZNAS Jember dalam menjaga integritas pengelolaan dana umat, khususnya zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dengan sistem pelaporan yang semakin baik, BAZNAS Jember terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik serta memastikan bahwa setiap dana yang dihimpun disalurkan secara tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Ketua BAZNAS Jember KH. Saifullahudi, S.Pd.I, M.M menyampaikan bahwa raihan opini WTP ini bukan hanya sekadar prestasi administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral kepada para muzaki dan masyarakat luas. “Ini adalah hasil kerja kolektif seluruh tim, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan zakat yang profesional,” ujarnya.

Dengan capaian ini, BAZNAS Jember diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga pengelola zakat yang kredibel di tingkat daerah, sekaligus mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi.

19/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember

Berita Terbaru

Sukseskan Program Asta Cita, BAZNAS RI Luncurkan Beasiswa Kemitraan Pendidikan Khusus 2024
Sukseskan Program Asta Cita, BAZNAS RI Luncurkan Beasiswa Kemitraan Pendidikan Khusus 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Beasiswa Kemitraan Pendidikan Khusus Disabilitas, Daerah 3T, dan Komunitas Adat 2024 sebagai wujud keberpihakan terhadap kelompok penyandang disabilitas, daerah 3T dan Komunitas Adat dalam memperoleh pendidikan yang baik. Program Beasiswa Kemitraan Pendidikan Khusus Disabilitas, Daerah 3T, dan Komunitas Adat 2024 diluncurkan oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., secara daring melalui Zoom dan Youtube BAZNAS TV pada Kamis (7/11/2024). Beasiswa Kemitraan Pendidikan Khusus Disabilitas, Daerah 3T, dan Komunitas Adat yang dijalankan BAZNAS RI sejak 2021 di 13 provinsi ini telah bekerja sama dengan 38 lembaga, di antaranya 18 lembaga yang konsen pada kelompok disabilitas, 11 lembaga yang bergerak di daerah 3T, dan 9 lembaga yang fokus pada komunitas adat. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, beasiswa kemitraan 2024 sangat terkait erat dengan program Asta Cita yang beberapa di antaranya membahas tentang pendidikan dan penyandang disabilitas. “Program ini sangat terkait erat dengan SDGs dan Asta Cita Bapak Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang patut bagi kita semua untuk memback up dan mendukung sekuat tenaga kita semua,” ujar Kiai Noor. Ke depan, Kiai Noor mengungkapkan, BAZNAS RI akan berusaha mengembangkan program beasiswa, terutama bagi siswa di daerah 3T dan penyandang disabilitas, sebab masih banyak siswa-siswi di daerah 3T yang tidak mendapatkan pendidikan secara layak. “Dengan demikian, harus ada afirmasi dari kita semuanya dan juga ada cara-cara khusus yang perlu kita lakukan bersama-sama baik itu di tingkat bagaimana kita mengumpulkan dana sekaligus mempraktikkan untuk menghilangkan kemiskinan dan keterbelakangannya,” ucapnya. Kiai Noor menambahkan, program tersebut akan sukses apabila dilakukan secara bersama dengan lintas sektoral. Dengan demikian, harapnya, akan banyak kelompok masyarakat miskin ekstrem yang dapat diselamatkan, dan fakir miskin bisa menjadi muzaki. “Saya punya keyakinan bahwa dengan dana ZIS dan kerja sama kita yang simultan akan terus bisa mengatasi persoalan-persoalan di daerah 3T dan persoalan disabilitas, sehingga apa yang kita lakukan ini dapat mengurangi kemiskinan ekstrem dan mengangkat fakir miskin menjadi muzaki,” katanya. Sementara itu, Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. HM. Imdadun Rahmat, M.Si., menambahkan, program beasiswa kemitraan 2024 merupakan bentuk keberpihakan BAZNAS RI terhadap kelompok masyarakat di daerah 3T dan penyandang disabilitas. “Salah satu yang menjadi konsen BAZNAS adalah bagaimana kita mempunyai keberpihakan kepada anak bangsa yang memiliki kebutuhan khusus, yaitu mereka kelompok disabilitas, mereka yang ada di daerah 3T dan juga komunitas adat,” katanya. Dia menegaskan, keberpihakan tersebut tidak boleh ada satu orang yang tidak memiliki akses terhadap pendidikan yang berkualitas. Karenanya, salah satu program yang dijalankan BAZNAS dari tahun ke tahun adalah untuk kalangan yang berkebutuhan khusus. “Program beasiswa yang bersifat inklusif ini sejalan dengan prinsip no one life behind dan ini in line dengan suistainable development goals, terutama yang berfokus pada tujuan akses pendidikan yang berkualitas, mengurai ketimpangan, dan membangun kemitraan,” ujarnya.
BERITA07/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS Kabupaten Siak membuka pelatihan UMKM Siak Kompetensi (MIKO)
BAZNAS Kabupaten Siak membuka pelatihan UMKM Siak Kompetensi (MIKO)
Siak – BAZNAS Kabupaten Siak membuka secara resmi Pelatihan UMKM Siak Kompetensi (MIKO) yang di ikuti 100 Peserta, bertempat di Aula Hotel Winaria Kecamatan Siak. Kamis, 07/11/2024 Acara ini dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Siak H.Samparis bin Tatan, S.Pd.I , Wakil Ketua III H.Moch. Showwam Amin, Wakil Ketua IV Rojikin, S.Ag, MH, perwakilan dari Dinas Koperasi dan UMKM, Perwakilan Kepala UPTD BLK Kabupaten Siak, Perwakilan Camat Siak, serta Lurah Kampung Dalam, yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini, serta pemateri pelatihan. Pelatihan yang akan berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan Mustahik UMKM di Kabupaten Siak, dengan harapan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih kuat dan berkelanjutan. Ketua BAZNAS Kabupaten Siak dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran UMKM dalam perekonomian daerah dan nasional, serta bagaimana pelatihan ini dapat memberikan bekal bagi peserta untuk mengembangkan usaha mereka secara profesional. "Melalui pelatihan ini, para mustahik UMKM dapat meningkatkan kompetensi mereka dalam mengelola usaha. kami berharap Zakat yang kita salurkan ketika zakat itu bisa berkembang, karena tujuan dari zakat itu secara syar'i adalah untuk mengembangkan dan membangkitkan perekonomian Umat khususnya di Kabupaten Siak.Kami juga berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta kami berharap yang tadinya mustahik tahun depan bapak/ibu bisa menjadi muzaki" ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Siak. Pelatihan ini mencakup berbagai topik penting seperti manajemen usaha, pemasaran digital, pengelolaan keuangan, dan strategi pengembangan produk, yang diharapkan dapat membantu peserta dalam menghadapi tantangan dalam berbisnis. Dengan berlangsungnya kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Siak berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan UMKM di Kabupaten Siak, serta mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing produk lokal.
BERITA07/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS RI Dukung BAZNAS se-Provinsi Sulsel Wujudkan Standar Tata Kelola Dana ZIS DSKL
BAZNAS RI Dukung BAZNAS se-Provinsi Sulsel Wujudkan Standar Tata Kelola Dana ZIS DSKL
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendukung penuh BAZNAS se-Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam mewujudkan standar tata kelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang transparan dan akuntabel. Demikian dikemukakan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional sekaligus Pembina Wilayah BAZNAS Provinsi se-Sulawesi Selatan, KH. Achmad Sudrajat, Lc. MA melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (7/11/2024). Menurut Kyai Ajat, dalam mengelola dana ZIS dan DSKL dibutuhkan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Hal ini merupakan langkah yang ditempuh BAZNAS agar mendapat kepercayaan dari masyarakat. "Karena itu, BAZNAS Sulsel harus menekankan tata kelola yang baik agar dapat mencapai target pengumpulan di tahun 2025 mendatang," ungkapnya. Kyai Ajat menjelaskan, berdasarkan pemetaan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, total potensi zakat di Sulawesi Selatan sebesar Rp7,8 Triliun. "Adapun objek Zakat dengan potensi terbesar adalah zakat penghasilan dengan proporsi terbesar penghasilan Non-ASN sebesar Rp4,7 Triliun," tutur Alumni Al-Azhar Kairo ini. Kyai Ajat juga berharap adanya dukungan dari pemimpin daerah untuk membantu BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi tersebut, dengan menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat. Ketua BAZNAS Provinsi Sulsel, Dr. dr. HM. Khidri Alwi, M.Kes mengapresiasi dukungan penuh dari BAZNAS RI untuk mewujudkan standar tata kelola dana ZIS, DSKL yang transparan dan akuntabel di BAZNAS Provinsi se-Sulsel pada tahun 2025. “Kami komit untuk merealisasikannya sesuai amanah Rakorda BAZNAS Provinsi se-Sulsel yang baru saja selesai dilaksanakan,” kata Dr. dr. Khidri Alwi saat menerima kunjungan media visit wartawan BAZNAS Media Center (BMC) di kantornya, Jalan Masjid Raya No.55, Baraya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (6/11/2024). Turut hadir menerima Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Sulsel Bidang Pengumpulan HM Irfan Sanusi Baco beserta jajaran. Media visit wartawan BAZNAS Media Center (BMC) dalam rangka optimasi pengelolaan Kantor Digital dan publikasi program unggulan BAZNAS RI dan BAZNAS Daerah di Provinsi Sulawesi Selatan dan BAZNAS Kota Makassar berlangsung pada Rabu (6/11/2024) hingga Jumat (8/11/2024). Hadir antara lain wartawan Suara Karya, dan beberapa wartawan biro setempat seperti Harian Fajar dan KompasTV. Dalam media visit di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Kamis (7/11/2024), hadir menyambut Ketua BAZNAS Kota Makassar, H Ashar Tamanggong, Wakil Ketua II, H Syahruddin Mayang, Wakil Ketua III, Waspada Santing beserta jajaran BAZNAS Kota Makassar. Ikut mendampingi, Senior Humas BAZNAS RI, Mas’ud Ibnu Syamsuri dan Erra Sonya dari Sekretariat Utama BAZNAS RI. Sebagai informasi, melalui fasilitasi dari Sestama BAZNAS RI, Dr. Muchlis Muhammad Hanafi, wartawan yang tergabung dalam BAZNAS Media Center (BMC), mendapat kesempatan meliput program BAZNAS Provinsi Sulsel dan BAZNAS Kota Makassar. Selain mengajak serta partisipasi publikasi media oleh BAZNAS setempat, kunjungan para pewarta ini, mereportase sejumlah program unggulan BAZNAS RI dan BAZNAS Daerah di Provinsi Sulsel dan Kota Makassar. Seperti kantor digital, ZMart, ZChicken, ZAuto, beasiswa santri, layanan muzaki, layanan mustahik, Klinik BAZNAS Medika, UMKM binaan, bantuan mustahik untuk rumah tidak layak huni (RTLH), dan sebagainya.
BERITA07/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
BCA Syariah Bersama BAZNAS RI Gelar Pelatihan Manajemen Keuangan bagi Mustahik Micropreneur
BCA Syariah Bersama BAZNAS RI Gelar Pelatihan Manajemen Keuangan bagi Mustahik Micropreneur
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) mengadakan pelatihan manajemen keuangan untuk UMKM di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta, Kamis (7/11/2024). Kegiatan pelatihan yang berlangsung secara offline ini dihadiri oleh Direktur Pemberdayaan dan Layanan UPZ CSR BAZNAS RI Eka Budhi Sulistyo, Kepala Divisi Bank Zakat Mikro BAZNAS RI Noor Aziz, Sekretaris Perusahaan BCA Syariah Nadia Amalia dan 41 mustahik micropreneur wilayah Jakarta Timur. Direktur Pemberdayaan dan Layanan UPZ CSR BAZNAS RI Eka Budhi Sulistyo menyampaikan pentingnya pelatihan manajemen keuangan dalam memperkuat perekonomian para mustahik yang bergerak sebagai pelaku usaha mikro. “Pelatihan ini diharapkan dapat membekali para mustahik dengan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola keuangan mereka secara lebih efisien, membantu usaha mereka berkembang, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Eka. Dia mengatakan, kolaborasi antara BCA Syariah dan BAZNAS RI menunjukkan upaya nyata dalam memberdayakan ekonomi umat, terutama di kalangan masyarakat yang membutuhkan. “Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi para mustahik, sehingga mereka bisa lebih berdaya dan berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi lokal,” harapnya. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., mengapresiasi komitmen BCA Syariah dalam bekerja sama dengan BAZNAS RI untuk memberikan pelatihan ini. “Kolaborasi ini bukan hanya sebuah program biasa, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk memberdayakan ekonomi umat, khususnya para mustahik yang berperan sebagai pelaku usaha mikro,” kata Saidah. Menurut Saidah, pelatihan tersebut adalah salah satu langkah penting dalam membangun kemandirian ekonomi, di mana para mustahik bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi pelaku ekonomi yang produktif dan mandiri. “Dengan adanya dukungan dari lembaga perbankan syariah seperti BCA Syariah, kami percaya bahwa tujuan pemberdayaan ekonomi umat akan semakin mudah tercapai,” katanya. Sementara itu, Sekretaris Perusahaan BCA Syariah Nadia Amalia menyampaikan, “Pelatihan ini merupakan salah satu upaya kami untuk meningkatkan keterampilan para mustahik dalam mengelola bantuan modal usaha yang telah disalurkan oleh BCA Syariah dan BAZNAS dalam program penyaluran dana zakat nasabah. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi para mustahik, sehingga mereka dapat mandiri secara ekonomi dan memiliki usaha yang berkelanjutan”. Kerja sama antara BCA Syariah dan BAZNAS ini sejalan dengan tujuan sosial yang diusung kedua lembaga, yaitu menciptakan kemandirian ekonomi melalui program pelatihan dan pemberdayaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Melalui pelatihan, pendampingan, dan pemberian modal usaha, para mustahik micropreneur diharapkan mampu menghadapi tantangan bisnis yang ada serta memperluas peluang usaha mereka ke depannya. Kegiatan ini juga merupakan bentuk implementasi aksi keberlanjutan BCA Syariah sebagai institusi yang kontributif dan bertanggung jawab khususnya dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah. "Kami berharap dengan bekal ini, mustahik dapat mampu mengelola bisnisnya dengan lebih baik sehingga dapat menjadi pelaku wirausaha yang kuat dan berdaya saing.” ujar Nadia.
BERITA07/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Bantu Disabilitas Sensorik Netra, BAZNAS RI Gelar Pelatihan Pengajar Al-Qur`an Braille di Jakarta
Bantu Disabilitas Sensorik Netra, BAZNAS RI Gelar Pelatihan Pengajar Al-Qur`an Braille di Jakarta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menggelar program Training of Trainers (ToT) pengajar Al-Qur`an Braille bagi penyandang disabilitas sensorik netra, di Yayasan Pesantren Bina Insan Cendekia, Jakarta, Rabu (6/11/2024). Pelatihan pengajar ToT Al-Qur`an Braille ini berlangsung pada 6-8 November 2024. Turut hadir membuka acara Kepala Divisi Program Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI Farid Septian, serta Ketua Yayasan Bina Insan Cendekia Jakarta Baharudin Noveriyanto. Kepala Divisi Program Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian mengatakan, program ini merupakan bagian dari keberpihakan BAZNAS RI untuk terus terlibat dalam memberikan fasillitas kepada penyandang disabilitas tunanetra untuk bisa mendapatkan akses terhadap pendidikan Al-Qur`an. “Kita ingin berupaya memberikanan akses yang lebih kepada mereka agar tidak ada satu orang atau satu komunitas pun yang tertinggal dalam belajar tentang Al-Qur`an. Mudah-mudahan Allah mudahkan kita semua,” kata Farid. Farid menyampaikan, dana zakat yang dikelola oleh BAZNAS RI tidak hanya didistribusikan dalam bentuk materi saja namun juga dalam bentuk spiritual, misalnya dengan mengadakan program ToT ini untuk para sahabat tunanetra. “Kita punya tugas besar untuk menghantarkan, untuk menjembatani kalam illahi yang luar biasa ini untuk kita sampaikan kepada orang lain bagaimana cara membacanya,” jelas Farid. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA menyampaikan, BAZNAS melalui program-programnya akan terus berupaya memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan, tidak terkecuali kepada penyandang disabilitas dalam memperoleh pendidikan agama dan Al-Qur`an. “Program ini telah berlangsung di 5 titik diseluruh Jabodetabek, dan kita juga telah melaksanakan TOT Al Quran Isyarat di 25 titik di 23 Provinsi di seluruh Indonesia, terakhir di Papua Barat,” kata Saidah. Saidah berharap, dengan adanya program ToT ini BAZNAS bisa mencetak para tenaga pendidik Al-Qur`an Braille yang berkualitas bagi penyandang disabilitas tunanetra sehingga bisa mencetak generasi penghafal Al-Qur`an di kalangan penyandang disabilitas. Sementara itu, Ketua Yayasan Bina Insan Cendekia Jakarta, Baharudin menyambut baik program ToT ini. Baharudin menyampaikan ucapan terima kasih atas karena kembali dipercaya oleh BAZNAS untuk kembali berkolaborasi menggelat pelatihan bagi para pengajar Al-Qur`an Braille. “Alhamdulillah kami dipercaya untuk kesekian kalinya oleh BAZNAS RI untuk melakukan kegiatan-kegiatan pendidikan dan dakwah Islam, perlu kami sampaikan bahwa ini adalah kegiatan kedua ToT pengajar Al-Qur`an Braille,” kata Baharudin. Menurut Baharudin, para peserta pelatihan adalah guru-guru yang mengajar di sekolah luar biasa (SLB) yang berasal dari Jakarta, Depok, dan Bekasi. “Jadi beliau-beliu ini para penuntut ilmu, semoga niat bapak ibu semua diterima Allah, dicatat dan menjadi pahala jariyah, pahala yang tidak terputus walaupun sudah meninggal dunia,” ujar Baharudin. Terakhir Maskur berharap agar kegiatan pelatihan ini tidak hanya berhenti di peserta pelatihan melainkan diteruskan untuk diamalkan dan diajarkan kepada para siswa di SLB. “Jadi ilmu dan pelatihan ini tidak hanya berhenti di bapak-ibu saja, tetapi juga mengajarkan ke siswa-siswanya, bila perlu orangtuaya juga minimal huruf hijaiyah. Jadi setelah mengajarkan anak-anak di sekolah, di rumah anak-anak juga bisa belajar dengan orangtuanya,” jelas Baharudin.
BERITA06/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Rakorda se-Sulawesi Selatan, BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Pengelolaan Zakat di Daerah lewat Aplikasi SIMBA
Rakorda se-Sulawesi Selatan, BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Pengelolaan Zakat di Daerah lewat Aplikasi SIMBA
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus berupaya meningkatkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di daerah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong penggunaan aplikasi SIMBA (Sistem Manajemen Informasi BAZNAS) untuk mencapai transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan ZIS. Hal ini disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Ec., Ph.D, dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) se-Sulawesi Selatan, Selasa malam (5/11/2024). Dalam sambutannya, Prof. Nadra menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mengelola ZIS. Menurutnya, aplikasi SIMBA dirancang untuk mengintegrasikan seluruh proses pengelolaan ZIS, mulai dari pengumpulan, pencatatan, hingga penyaluran. "Dengan SIMBA, kita dapat memantau secara real-time pengelolaan ZIS dan memastikan bahwa dana zakat disalurkan kepada yang berhak secara tepat dan transparan," ujar Prof. Nadra. Menurutnya, SIMBA berfungsi juga untuk menguatkan pembuatan RKAT via SIMBA, sebagai bahan Monev (Monitoring dan Evaluasi), dan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel terutama pada aspek penyaluran dan pendayagunaan. “Aplikasi SIMBA selayaknya dapat memenuhi seluruh fungsi manajemen dari RKAT, Pengumpulan, Keuangan, Penyaluran, Monev dan Laporan. Dalam hal ini juga BAZNAS terus berupaya melakukan perbaikan-perbaikan dan modernisasu SIMBA guna meningkatkan tata kelola zakat yg lebih baik,” jelas Prof. Nadra. SIMBA diharapkan dapat menjadi solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan ZIS, seperti kurangnya transparansi, inefisiensi, dan kesulitan dalam mengakses data. Dengan menggunakan SIMBA, lanjut Prof. Nadra, BAZNAS daerah dapat meningkatkan akuntabilitas, misalnya setiap transaksi ZIS akan tercatat secara digital dan dapat diakses oleh publik, juga mempercepat proses penyaluran sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. "Memudahkan monitoring dan evaluasi artinya, kinerja pengelolaan ZIS dapat dipantau secara berkala untuk memastikan efektivitas program. SIMBA juga dapat digunakan untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, termasuk generasi muda," lanjutnya. Dalam kesempatan yang sama, Prof. Nadra juga menyampaikan target BAZNAS untuk memiliki 400 kantor digital pada tahun 2025. Kantor digital ini diharapkan dapat menjadi pusat layanan ZIS yang modern dan efisien, serta menjadi sarana untuk meningkatkan literasi zakat di masyarakat. "Dengan demikian, masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan ZIS dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan," tambah Prof. Nadra. Dengan semakin banyaknya BAZNAS daerah yang mengadopsi SIMBA dan mengembangkan kantor digital, diharapkan pengelolaan ZIS di Indonesia dapat semakin transparan, akuntabel, dan efisien. Hal ini akan berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi umat. "Kami berharap SIMBA dapat menjadi solusi yang komprehensif untuk pengelolaan ZIS di Indonesia. Dengan dukungan dari seluruh pihak, kita dapat mewujudkan pengelolaan zakat yang lebih baik dan bermanfaat bagi umat," ucapnya.
BERITA06/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS Kabupaten Siak kembali menggelar kegiatan Kompetisi Perencanaan Bisnis Santripreneur Batch II
BAZNAS Kabupaten Siak kembali menggelar kegiatan Kompetisi Perencanaan Bisnis Santripreneur Batch II
BAZNAS Kabupaten Siak kembali menggelar kegiatan Kompetisi Perencanaan Bisnis Santripreneur Batch II selama tiga hari di kantor BAZNAS Siak. Kegiatan ini diikuti oleh 17 peserta yang antusias menampilkan ide-ide bisnis kreatif mereka. Acara ini berlangsung meriah dengan semangat para santri yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua BAZNAS Siak, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini di kalangan santri. Beliau berharap kompetisi ini dapat menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan ide-ide bisnis yang inovatif, kreatif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Selama kompetisi, para peserta mengikuti serangkaian pelatihan dan pendampingan untuk menyusun rencana bisnis yang matang. Mereka mendapat pembekalan tentang dasar-dasar bisnis, cara menghadapi tantangan pasar, serta kiat-kiat sukses dalam membangun usaha mandiri yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada para santri untuk mempresentasikan ide bisnis mereka di hadapan juri, yang terdiri dari para profesional di bidang bisnis dan perwakilan dari Baznas Siak. Pada hari terakhir, kompetisi ini mencapai puncaknya dengan pengumuman peserta terbaik. Setelah melalui penilaian ketat, juri akhirnya memilih peserta yang berhasil menunjukkan ide bisnis yang paling kreatif, berpotensi, dan berdampak sosial tinggi. Para pemenang menerima penghargaan dan apresiasi dari BAZNAS Siak sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha mereka. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang persaingan, tetapi juga ruang bagi para santri untuk belajar dan saling bertukar ide. Kegiatan yang digelar oleh BAZNAS Siak ini diharapkan dapat membentuk generasi santripreneur yang berdaya saing tinggi dan berorientasi sosial, sehingga kelak mampu memberikan kontribusi positif baik bagi ekonomi umat maupun pembangunan daerah.
BERITA06/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Bantu Santri Berwirausaha, BAZNAS RI Gelar Boothcamp Santripreneur Kompetisi PSP3 IPB University
Bantu Santri Berwirausaha, BAZNAS RI Gelar Boothcamp Santripreneur Kompetisi PSP3 IPB University
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerja sama dengan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) Institut Pertanian Bogor (IPB) University menggelar pelatihan Boothcamp BAZNAS Santripreneur Kompetisi PSP3 IPB University di Villa Darunnajah Taman Bunga Cipanas, Kab. Cianjur, Jawa Barat, Rabu (6/11/2023). Mengusung tema "Optimalisasi Peran Santri Dalam Kewirausahaan Pertanian", kegiatan yang berlangsung pada 5-8 November 2024 ini merupakan puncak dari rangkaian pelaksanaan BAZNAS Santripreneur Kompetisi PSP3 IPB University. Turut hadir Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M Imdadun Rahmat, MSi., ?Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Prov. Jawa Barat H. Budi Raharja, S.E., M.M., CSRS, Waka IV BAZNAS Kab. Cianjur H. Hilman Saukani, M.Pd., Ketua BAZNAS Kab. BogorDrs. KH. Lesmana, M.Pd., serta Wakil Rektor III IPB University Prof. Dr. Ernan Rustiadi. Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M Imdadun Rahmat, MSi., dalam sambutannya mengatakan, Pelaksanaan Boothcamp Santripreneur Kompetisi PSP3 IPB University merupakan serangkaian pelatihan usaha selama 4 hari dengan pemberian materi berupa pemahaman tentang bidang usaha Agribisnis dari hulu ke hilir. "Jadi kami berikan pelatihan baik secara teori maupun praktek langsung yang difasilitasi oleh PSP3 IPB University dan diakhiri dengan kegiatan Grand Final sebagai penentuan kejuaraan sekaligus sebagai acara penutup rangkaian kompetisi program BAZNAS Santripreneur Kompetisi" kata Imdadun. Imdadun menjelaskan, Kick Off BAZNAS Santripreneur Kompetisi PSP IPB University telah dimulai pada 5 September 2024, kemudian pendaftaran peserta dilakukan secara online dengan total pendaftar sebanyak 401 peserta dari seluruh Indonesia. Dan setelah melewati beberapa tahap seleksi, kini tersisa peserta lolos 50 Besar BAZNAS Santripreneur Kompetisi tahun 2024 "Dari total pendaftar telah diseleksi secara administrasi menjadi 100 orang peserta yang diberikan pelatihan secara online tentang konsep Bisnis Model Kanvas dan pembuatan proposal usaha melalui kelas Matrikulasi pada senin, 7 Oktober 2024. 100 orang peserta kemudian diseleksi lagi hingga tersisa 50 orang peserta melalui seleksi audisi yang dilakukan secara daring" terangnya. Imdadun menambahkan, Program Santripreneur merupakan bentuk komitmen BAZNAS untuk terus konsisten membantu pemberdayaan ekonomi mustahik berupa pemberian bantuan modal usaha, pelatihan, dan pendampingan usaha kepada mustahik, khususnya kaum santri. "Program BAZNAS Santripreneur merupakan program pemberdayaan ekonomi dengan skema kompetisi bisnis, ditujukan kepada santri tingkat akhir dan lulusan Pondok Pesantren yang berkemauan kuat menjadi wirausahawan yang memiliki ide dan inovasi dalam pengembangan usaha secara berkualitas sesuai dengan klaster usaha masing-masing," jelasnya. "Program BAZNAS Santripreneur diharapkan mampu menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan dan memberikan kontribusi nyata dalam bidang agrobisnis, sehingga dapat meningkatkan perekonomian mustahik secara berkelanjutan," ujarnya. Imdadun berharap, program ini dapat melahirkan santri yang tidak hanya memiliki keterampilan bisnis, tetapi juga mampu berinovasi dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Sementara itu, Kepala PSP3 IPB University, Dr. rer. nat. Jaenal Effendi, S.Ag, MA, memberikan apresiasi terhadap program Santripreneur sebagai langkah strategis dalam menggalakkan semangat kewirausahaan di kalangan santri. “Program ini adalah wujud nyata dalam mengembangkan generasi santripreneur muda yang produktif, inovatif, dan tangguh,” ujarnya. “Saya yakin program ini dapat memberikan dampak yang signifikan dan luas bagi pembangunan ekonomi bangsa khususnya IPB University sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang memiliki pengalaman dan komitmen tinggi untuk melahirkan wirausaha melalui pola pendidikan dan pendampingan melalui inkubasi bisnis,” lanjut dia. Selain itu, Jaenal mendorong santri untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi, pangan, energi, dan politik . “Semangat resolusi jihad santri harus berkobar hingga seterusnya, dalam arti perjuangan menghadapi krisis ekonomi dan politik di era modern,” katanya.
BERITA06/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Bantu Ekonomi Umat, Pimpinan BAZNAS RI Dorong Pembentukan BMD di seluruh Daerah
Bantu Ekonomi Umat, Pimpinan BAZNAS RI Dorong Pembentukan BMD di seluruh Daerah
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Sc., mendorong pembentukan program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) di seluruh BAZNAS daerah dalam membantu para mustahik pelaku usaha mikro untuk mengembangkan usahanya. Hal ini disampaikan Prof Nadra dalam Pengajian BAZNAS Selasa Pagi yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS dengan Tema "Pengalaman Empiris Microfinance Syariah, Sebagai Pembelajaran BAZNAS Microfinance” disiarkan secara daring melalui BAZNAS TV, Selasa (05/11/2024). Menurut Prof Nadra, BMD merupakan salah satu upaya BAZNAS dalam mengentaskan kemiskinan dan membantu masyarakat dalam bidang ekonomi, termasuk terbebas dari jerat rentenir. "Program BMD dihadirkan untuk memberikan layanan permodalan dan pengembangan usaha bagi para mustahik pelaku usaha mikro," jelas Dr. Ali Sakti, M.Ec (Tenaga Ahli Departemen Ekonomi Dan Keuangan Syariah Bank Indonesia) selaku narasumber. "Dengan adanya program ini, para mustahik mendapat pinjaman modal tanpa bunga," imbuhnya. Dengan adanya manfaat tersebut, Ali Sakti mendorong pembentukan BMD di seluruh daerah di Indonesia dengan tujuan untuk mengentaskan kemiskinan, serta mendorong mustahik menjadi muzaki. "Jadi kita akan dorong pendirian BMD di seluruh daerah agar mampu memberikan manfaat yang nyata untuk umat," katanya. ------------- Informasi Pusdiklat 0851-7519-4198
BERITA05/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Dukung Visi Indonesia Emas, BAZNAS RI Luncurkan Beasiswa Al-Azhar Mesir dan Timur Tengah 2024
Dukung Visi Indonesia Emas, BAZNAS RI Luncurkan Beasiswa Al-Azhar Mesir dan Timur Tengah 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Program Beasiswa Cendekia BAZNAS Al-Azhar Mesir dan Timur Tengah tahun 2024, sebagai bentuk pemanfaatan dana zakat untuk memberikan akses pendidikan tinggi berkualitas bagi mahasiswa Indonesia, khususnya bagi kalangan kurang mampu. Peluncuran Program Beasiswa Cendekia BAZNAS Al-Azhar Mesir dan Timur Tengah tahun 2024 berlangsung secara daring, disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Selasa (5/11/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Duta besar LBBP RI untuk Tunisia H.E Zuhairi Misrawi Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan, program beasiswa ini merupakan salah satu bentuk dukungan konkret BAZNAS dalam mendorong pendidikan berkualitas dan Inklusif, sekaligus sebagai upaya nyata BAZNAS dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia di masa depan. "Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah memiliki kekhasan dalam pengkajian ilmu agama. Kami berharap, ilmu yang mereka pelajari dan dapatkan tidak hanya memiliki nilai watasyiah tetapi juga bisa memberikan dampak positif di kancah global," ucap Kiai Noor. Lebih lanjut, Kiai Noor mengatakan, tantangan besar yang akan dihadapi Indonesia di masa depan adalah "pertarungan keilmuan" yang membutuhkan generasi unggul dan berdaya saing. "Beasiswa ini didistribusikan oleh BAZNAS dengan asnaf fisabilillah, karena para penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS Al-Azhar Mesir dan Timur Tengah ini, yang akan menjadi 'petarung keilmuan’ yang berjuang di jalan ilmu demi kemaslahatan umat," ujar Kiai Noor. "Semoga ikhtiar ini membawa berkah dan manfaat besar bagi kita semua," ujarnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan, program beasiswa ini sejalan dengan visi BAZNAS untuk menjadi lembaga utama penyejahterakan umat. "Investasi dalam pembangunan SDM ini merupakan wujud komitmen kami untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kami percaya bahwa kualitas pendidikan merupakan bagian penting dari kesejahteraan masyarakat," ujar Saidah. Saidah menjelaskan, hingga saat ini program Beasiswa Cendekia BAZNAS Al-Azhar Mesir dan Timur Tengah telah menjangkau sebanyak 628 mahasiswa dari 27 provinsi di Indonesia, yang melanjutkan pendidikan tingginya di beberapa negara Timur Tengah. "Di tahun 2024, kami menargetkan sebanyak 300 mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS Al-Azhar Mesir dan Timur Tengah," ucap Saidah. "Program beasiswa ini menyasar kepada mahasiswa aktif tingkat 1-4 di tujuh negara, di antaranya Libya, Maroko, Mesir, Suriah, Turki, Tunisia, dan Yordania. Dengan prioritas utama untuk jenjang pendidikan S1, namun terbuka juga bagi jenjang pendidikan S2," lanjut Saidah. Saidah menambahkan, bantuan beasiswa ini mencakup uang saku Rp1 juta per bulan selama dua tahun, seragam, dan pembinaan bulanan dari mitra BAZNAS di negara tujuan studi. Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Tunisia H.E Zuhairi Misrawi, menyambut baik dan mengapresiasi program Beasiswa Cendekia BAZNAS Al-Azhar Mesir dan Timur Tengah. "Kami merasa bangga dan bersyukur bahwa BAZNAS memberikan perhatian yang besar kepada mahasiswa Indonesia di Timur Tengah, khususnya di Tunisia. Banyak dari mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu dan masuk dalam kategori penerima zakat," ujar Zuhairi. Menurut Zuhairi, beasiswa dari BAZNAS telah memberikan dampak signifikan bagi mahasiswa di Tunisia. "Ada korelasi antara bantuan BAZNAS dengan peningkatan prestasi. Di Tunisia, prestasi mahasiswa Indonesia meningkat hingga 80% berkat adanya bantuan beasiswa yang mereka terima," jelasnya. Lebih lanjut, Zuhairi menyampaikan, nilai dari beasiswa ini bukan hanya dari segi materi, tetapi juga spiritual. "Dana zakat yang disalurkan oleh BAZNAS membawa doa dari para muzaki sehingga mendorong semangat belajar para mahasiswa. Semoga program beasiswa ini terus berlanjut dan berkembang baik dari segi kuantitas maupun kualitas program ini," ujarnya.
BERITA05/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Raih Juara di ISEF, BAZNAS RI Apresiasi Program Pengentasan Kemiskinan BAZNAS Jabar
Raih Juara di ISEF, BAZNAS RI Apresiasi Program Pengentasan Kemiskinan BAZNAS Jabar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengapresiasi BAZNAS Provinsi Jawa Barat yang berhasil meraih Juara 1 kategori Champion of The Champion Lembaga ZISWAF se-Indonesia dalam acara Anugerah International Sharia Economic Forum (ISEF) Award 2024 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) di Jakarta. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, prestasi tersebut tidak hanya menjadi bukti nyata bahwa upaya dan inovasi dalam program pengentasan kemiskinan yang digalakkan BAZNAS Jawa Barat mampu menunjukkan hasil yang konkret dan positif. "BAZNAS RI mengapresiasi kerja keras seluruh pengelola zakat, relawan, dan para pihak yang terlibat dalam merealisasikan program-program yang memberdayakan mustahik dan mendorong kesejahteraan umat," ujar Kiai Noor, dalam keterangan tertulis, Senin (4/11/2024). Menurutnya, dengan semangat kolaborasi dan sinergi, BAZNAS di berbagai daerah termasuk Jawa Barat telah memperkuat misi besar untuk menjadikan zakat sebagai solusi permasalahan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat. "Capaian di ISEF ini juga menjadi pemicu semangat bagi kita semua untuk terus berinovasi dan berjuang dalam pengelolaan zakat yang transparan, profesional, dan amanah. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah untuk meningkatkan layanan dan manfaat yang dirasakan oleh mustahik di seluruh Indonesia," katanya. Kiai Noor berharap, prestasi yang diraih BAZNAS Jabar ini mampu menginspirasi BAZNAS di provinsi lain untuk terus berbenah dan memperkuat kontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya. "Terima kasih kepada seluruh jajaran BAZNAS Jawa Barat, mitra, dan semua pihak yang telah mendukung upaya ini. Mari kita terus bekerja bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas dan keberkahan bagi umat," katanya. Sementara itu, pada Anugerah ISEF Award 2024, ketua tim ISEF BAZNAS Jabar Rachmat Ari Kusumanto memaparkan terkait “Optimasilasi Dana Zakat untuk Penanganan Percepatan Penurunan Daerah Kemiskinan Ekstrem melalui Dhuafa Investor dan Pra Koperasi”. " Dhuafa Investor (bagian dari Program Mustahik to Pengusaha - MtoP ) adalah program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pola Investasi kepada Pengusaha/Saudagar, dengan keuntungan (yang tertuang dalam Akad Kerjasama) antara lain, mustahik dapat pekerjaan, dapat bagi hasil dan pengembalian dana investasi," ujarnya. Sementara, lanjut Rahmat, program Pra Koperasi merupakan langkah strategis BAZNAS Jabar bekerja sama dengan Pemprov Jabar dalam memberdayakan masyarakat miskin ekstrem agar dapat mandiri secara ekonomi. Dia berharap, kerja sama antara Pemprov Jabar melalui BAPPEDA Jabar dan BAZNAS ini dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi yang efektif dan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat miskin ekstrem yang masih kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar. "Dua program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap program ini dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, serta penghargaan yang kami terima ini menjadi motivasi ke depan untuk terus berupaya memberikan yang terbaik untuk umat," harapnya.
BERITA05/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
AZAWON Nigeria Apresiasi Pengelolaan Zakat BAZNAS RI
AZAWON Nigeria Apresiasi Pengelolaan Zakat BAZNAS RI
Lembaga pengelola zakat Nigeria, Association of Zakat and Waqf Operators in Nigeria (AZAWON) mengapresiasi pengelolaan zakat yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia. Chairman AZAWON, Muhammad Lawal Maidoki mengatakan, 43 program dan 10 program prioritas BAZNAS RI sangat baik untuk dikembangkan dan diterapkan di Nigeria. “Kami merasa BAZNAS telah memberi banyak kontribusi untuk kami dan saya sangat bersyukur atas perjalanan BAZNAS sejauh ini,” katanya dalam pertemuan di Gedung BAZNAS, Jakarta, Senin (4/11/2024). Ia menyebut apa yang telah BAZNAS lakukan telah menggerakkan perkumpulan lembaga zakat di Nigeria. Ia mengaku akan berkolaborasi bersama BAZNAS untuk mempelajari program dan transfer teknologi dari BAZNAS. Lawal berharap dengan kerja sama tersebut maka pengelolaan zakat dan wakaf di Afrika dapat dikembangkan menjadi lebih baik. Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS RI, Mo Mahdum menyambut baik kedatangan AZAWON serta turut bangga program-program BAZNAS akan diduplikasi di luar negeri. Ia juga menyampaikan harapannya terkait pengelolaan serta pengembangan zakat dan wakaf untuk kepentingan umat. “Dunia zakat bukan hanya dunia muslim, tapi global juga sehingga praktik bagus di BAZNAS dapat diduplikasi di negara lain,” kata Mahdum. Pertemuan itu turut dihadiri Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Pimpinan Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. Caj. (Purn) Nur Chamdani, Deputi I Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si, Kabiro/Direktur, Kabag/Kadiv, serta jajaran.
BERITA04/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Rakorda se-Sulawesi Selatan, BAZNAS Tekankan Standar Tata Kelola Pengumpulan ZIS DSKL
Rakorda se-Sulawesi Selatan, BAZNAS Tekankan Standar Tata Kelola Pengumpulan ZIS DSKL
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menekankan pentingnya tata kelola yang transparan dan akuntabel dalam mengelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL). Hal tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc. MA, dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) se-Provinsi Sulawesi Selatan, di Makassar, Senin (4/11/2024). Menurut Achmad, dalam mengelola dana ZIS dan DSKL dibutuhkan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Hal ini merupakan langkah yang ditempuh BAZNAS agar mendapat kepercayaan dari masyarakat. "Karena itu, BAZNAS harus menekankan tata kelola yang baik agar dapat memenuhi target pengumpulan di tahun 2025 mendatang," kata Achmad. Dalam paparannya, Achmad mengatakan berdasarkan pemetaan di tingkat provinsi dan kabupatrn/kota di Sulawesi Selatan, total potensi zakat di Sulawesi Selatan sebesar Rp7,8 Triliun. "Adapun objek Zakat dengan potensi terbesar adalah zakat penghasilan dengan proporsi terbesar penghasilan Non-ASN sebesar Rp4,7 Triliun," imbuhnya. Achmad juga berharap adanya dukungan dari pemimpin daerah untuk membantu BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi tersebut, dengan menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat. Pada kesempatan ini, Penjabat Gubernur (PJ) Sulawesi Selatan, Prof. Zudan Arif Fakrulloh mendukung penuh penyelenggaraan Rakorda BAZNAS se-Sulawesi Selatan. "Adanya Rakorda ini untuk memperkuat koordinasi antar pengelola zakat di berbagai daerah se-Sulawesi Selatan sekaligus untuk memastikan alokasi dan distribusi zakat sesuai sasaran dan merata," kata dia. Dengan adanya Rakorda ini, pihaknya berharap BAZNAS dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan zakat sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat di Sulawesi Selatan. "Tentunya adanya Rakorda ini diharapkan mampu menjadi sarana agar pengelolaan zakat dan mengurangi angka kemiskinan di Sulawesi Selatan," ujarnya.
BERITA04/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Camp Mahasiswa Internasional di Turki, Sestama BAZNAS Tekankan Pentingnya Peran Generasi Muda
Camp Mahasiswa Internasional di Turki, Sestama BAZNAS Tekankan Pentingnya Peran Generasi Muda
Sekretaris Utama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Dr. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc, MA, menegaskan peran penting mahasiswa sebagai agen perubahan dan jembatan antarbudaya di lingkungan tempat mereka belajar maupun di negara asal. Hal itu diucapkannya saat didaulat sebagai salah satu pembicara pada Camp Mahasiswa Internasional di Utara Istanbul, Turki. Acara diselenggarakan Divisi Mahasiswa Internasional Hayrat Foundation Turki pada Minggu (3/11/2024), dan dihadiri 135 mahasiswa dari 27 negara yang berkumpul untuk membahas peran mereka dalam masyarakat sipil. Tahun ini, Camp Mahasiswa Internasional mengusung tema ‘Membangun Peran Mahasiswa Internasional dalam Masyarakat Sipil’. “Mahasiswa internasional memiliki posisi unik sebagai jembatan antarbudaya. Mereka membawa perspektif, tradisi, dan nilai-nilai dari negara asal yang memperkaya lingkungan baru mereka. Dengan keberadaan mereka di masyarakat sipil, diharapkan tercipta ruang untuk dialog, toleransi, dan pemahaman lintas budaya yang mendalam,” ucapnya. Sebagai generasi muda yang terdidik, Muchlis berharap mahasiswa internasional dapat mengambil peran aktif dalam isu-isu kemanusiaan. Baik di negara tempat mereka belajar maupun secara global, kemampuan dan pengetahuan mahasiswa bisa disalurkan untuk berkontribusi dalam program-program sosial, pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Muchlis juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan global, seperti kemiskinan, perubahan iklim, dan krisis pengungsi. “Dengan adanya kerja sama antara mahasiswa internasional dan lembaga-lembaga seperti Hayrat Foundation dan BAZNAS, diharapkan tercipta solusi untuk permasalahan kemanusiaan secara inovatif dan inklusif,” ucapnya. Selain itu, mahasiswa internasional juga didorong untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan program-program kemasyarakatan, baik di Turki maupun negara asal mereka. Muchlis Hanafi menekankan bahwa keterlibatan ini bukan hanya untuk mengasah keterampilan kepemimpinan, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap kebutuhan masyarakat. “Mahasiswa internasional memiliki potensi besar untuk menjadi duta perdamaian dan toleransi. Dengan membawa nilai-nilai ini ke dalam interaksi sehari-hari, mereka dapat menjadi teladan baik di kampus maupun di masyarakat sekitar,” kata Muchlis. Selain itu, Muchlis Hanafi mengajak para mahasiswa tidak hanya fokus belajar, tetapi juga mempersiapkan diri untuk kembali dan menginspirasi perubahan positif di negara masing-masing. Ia berharap agar ilmu yang diperoleh selama studi bisa menjadi modal besar untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan sejahtera. Muchlis Hanafi juga berharap agar mahasiswa internasional senantiasa semangat dan berkomitmen dalam berkontribusi di masyarakat sipil, baik di Turki maupun di negara asal. Ia optimis bahwa peran mahasiswa internasional akan menjadi katalis penting dalam mewujudkan dunia yang lebih damai, sejahtera, dan penuh toleransi. “Camp Mahasiswa Internasional ini menjadi momentum penting bagi para peserta untuk merenungkan peran mereka sebagai agen perubahan global. Semoga inisiatif-inisiatif seperti ini dapat terus digalakkan demi tercapainya masyarakat sipil yang lebih kuat, bersatu, dan berkeadilan,” kata Muchlis.
BERITA04/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik, BAZNAS Luncurkan Program ZAuto di Jawa Tengah
Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik, BAZNAS Luncurkan Program ZAuto di Jawa Tengah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Program ZAuto, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mustahik dan percepat pengentasan kemiskinan pada bidang otomotif melalui pengembangan usaha bengkel motor. Peluncuran Program ZAuto yang berlangsung di Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (4/11/2024), dihadiri oleh Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Saidah Sakwan, M.A., Penjabat (PJ) Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., Penjabat (Pj) Bupati Karanganyar Timotius Suryadi, S.Sos., M.Si., Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si., serta para penerima manfaat Program ZAuto. Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Saidah Sakwan, dalam sambutannya menegaskan, pentingnya Program ZAuto sebagai upaya strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi umat. "ZAuto adalah wujud nyata dari pengelolaan zakat produktif, yang bukan sekadar bantuan, tetapi investasi dalam keterampilan dan masa depan para mustahik. Kami ingin mustahik yang kami bina nantinya tidak bergantung lagi pada bantuan, namun dapat mandiri melalui usaha bengkel motor yang mereka kelola," ujar Saidah. Saidah mengatakan, Program ZAuto tidak hanya berfokus pada pemberian modal, tetapi juga pada pengembangan kompetensi mustahik melalui pelatihan mekanik dan manajemen usaha. Lebih lanjut, Saidah menjelaskan, Program ZAuto BAZNAS, yang sudah berjalan sejak April 2022 ini, kini telah menjangkau 10 provinsi, 28 kabupaten/kota dan telah berhasil memberdayakan sebanyak 358 mustahik di Indonesia. "Alhamdulilah, dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan mustahik yang telah mengikuti program ZAuto meningkat sebesar 63 persen. Ini membuktikan bahwa program ini sangat efektif dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi mustahik," ujar Saidah. Saidah menambahkan, di Provinsi Jawa Tengah, terdapat 15 mustahik dari 15 kabupaten/kota yang telah mendapat pelatihan dan bantuan usaha untuk mengelola bengkel motor secara mandiri. "Program ZAuto telah menjangkau di berbagai pelosok wilayah Jawa Tengah di antaranya, di Kab Pemalang, Kab Banyumas, Kab Blora, Kab Boyolali, Kab Brebes, Kab Cilacap, Kab Kebumen, Kab Semarang, Kab Sragen, Kab Sukoharjo, Kab Tegal, Kota Salatiga, Kota Semarang, Kota Surakarta, dan Kab Pekalongan," jelasnya. "Dalam hal ini BAZNAS juga memberikan pelatihan keterampilan mekanik dan manajemen usaha, peralatan bengkel lengkap seperti booth, baju mekanik, kompresor, alat pembuka baud otomatis, infus injection dan alat khusus. Ditambah bantuan modal usaha berupa suku cadang, oli, ban, bohlam, kanvas rem dan sparepart motor lainnya, serta pendampingan intensif," jelas Siadah. Ke depan, Saidah berharap, Program ZAuto BAZNAS dapat menjangkau lebih banyak lagi mustahik di berbagai wilayah di Indonesia. "Program ini akan terus dievaluasi dan dikembangkan agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi para mustahik, khususnya di sektor otomotif yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan," pungkasnya. Sementara itu, Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., dalam sambutannya, mengapresiasi program ZAuto yang digagas BAZNAS sebagai upaya kolaboratif untuk pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah. "Program ini sejalan dengan misi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui zakat produktif," ujar Nana Sudjana. "Hadirnya program Ini juga menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat yang tepat sasaran bisa memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat. Kami berharap Program ZAuto yang digagas BAZNAS ini terus berkembang dan berdampak positif bagi mustahik di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Tengah" ucapnya. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Dr. KH. Ahmad Darodji, turut menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi antara BAZNAS pusat, BAZNAS Jawa Tengah, dan Pemprov Jawa Tengah dalam pelaksanaan Program ZAuto di Jawa Tengah. Menurutnya, keberadaan Program ZAuto telah menjadi solusi yang sangat relevan bagi masyarakat Jawa Tengah, yang memiliki potensi besar di sektor otomotif. “BAZNAS Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemberdayaan seperti ZAuto agar semakin banyak mustahik di wilayah Jawa Tengah dapat merasakan manfaatnya hingga bisa terwujud kesejahteraan umat yang dicita-citakan,” pungkasnya.
BERITA04/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Menag Malaysia: BAZNAS Jadi Percontohan Lembaga Zakat yang Terus Berinovasi
Menag Malaysia: BAZNAS Jadi Percontohan Lembaga Zakat yang Terus Berinovasi
Menteri Agama Malaysia, H.E. Senator Dato Setia Dr. Haji. Mohd Na’im Mokhtar menyampaikan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjadi percontohan lembaga zakat yang terus melakukan inovasi di tengah perkembangan zaman yang semakin maju. Hal tersebut disampaikan oleh Mohd Na’im saat menjadi narasumber dalam World Zakat And Waqf Forum (WZWF) Annual Meeting and Conference 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada Sabtu (2/11/2024). “Kesuksesan BAZNAS di Indonesia menjadi contoh luar biasa. Dengan menerapkan metode pengumpulan zakat secara digital, BAZNAS telah menjangkau komunitas-komunitas yang kurang terlayani, memastikan penyediaan perawatan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan dasar bagi jutaan orang,” ujar Mohd Na’im. Menurutnya, inisiatif tersebut dapat menjadi acuan bersama bahwa zakat dapat memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan sosial melalui inovasi teknologi, terlebih saat dunia diwarnai oleh ketimpangan yang semakin melebar. “Misi kita untuk mempromosikan keadilan ekonomi menjadi lebih mendesak dari sebelumnya. Dalam beberapa dekade terakhir, kesenjangan antara si kaya dan si miskin telah melebar ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern,” katanya. “Zakat, dengan tujuan intrinsiknya untuk mendistribusikan kekayaan, memiliki kekuatan untuk mengatasi ketidakadilan ini, menjangkau mereka yang terpinggirkan dan diabaikan,” imbuhnya. Lebih lanjut, Mohd Na’im menyampaikan, zakat merupakan instrumen yang transformatif. Katanya, hal ini menjadi sarana untuk memberantas kemiskinan, merangsang aktivitas ekonomi, dan memupuk kohesi sosial. “Bayangkan sebuah dunia di mana setiap orang yang mampu memenuhi kewajiban zakat mereka, mendukung pendidikan, perawatan kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan hidup bagi mereka yang membutuhkan. Visi ini dapat dicapai, dan merupakan visi yang harus kita perjuangkan tanpa henti,” ujarnya.
BERITA03/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
WZWF 2024, BAZNAS RI Ajak Pengelola Zakat Perkuat Kolaborasi untuk Pengentasan Kemiskinan
WZWF 2024, BAZNAS RI Ajak Pengelola Zakat Perkuat Kolaborasi untuk Pengentasan Kemiskinan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak semua pihak untuk memperkuat komitmen terhadap zakat dengan terus berinovasi, berkolaborasi, dan memperluas dampak zakat dalam pengentasan kemiskinan. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua BAZNAS RI KH. Noor Achmad MA., dalam acara World Zakat and Waqf Forum (WZWF) Annual Meeting and Conference 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (2/11/2024). Turut hadir Sekretaris Jenderal WZWF Dr. Mohd Ghazali Md Noor, Pimpinan BAZNAS RI, Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Prof (HC). Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A. Dalam kesempatan itu, Kiai Noor mengapresiasi WZWF yang telah menyelenggarakan acara ini sehingga memungkinkan terciptanya kolaborasi antar negara. “Dedikasi dan kerja keras mereka telah mempertemukan kita, memungkinkan pertukaran dan kolaborasi yang berharga yang tidak diragukan lagi akan memperkuat ekosistem zakat dan wakaf global,” kata Kiai Noor. BAZNAS telah lama berkomitmen untuk terus berkolaborasi dan bersinergi dalam mengembangkan potensi zakat dengan berbagai stakeholders dan lembaga terkait. Kiai Noor menyampaikan, keuntungan manajemen zakat di Indonesia yang telah memiliki dasar regulasi yang kuat dalam mengelola zakat, telah tercermin dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. "Kerangka hukum ini memberikan struktur yang komprehensif untuk memastikan bahwa zakat memenuhi tujuannya yakni menjadi alat yang kuat untuk perbaikan sosial ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," tuturnya. Menurutnya, kerangka hukum ini dapat memberi kekuatan bagi BAZNAS untuk melaksanakan inisiatif zakat yang akuntabel dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. "Di samping struktur nasional, terdapat lembaga pengumpul zakat resmi yang dibentuk oleh masyarakat sipil, yaitu Lembaga Amil Zakat (LAZ). Sinergi antara BAZNAS dan LAZ ini memastikan sistem pengelolaan zakat tersentralisasi untuk efisiensi dan terdesentralisasi untuk responsivitas lokal,” jelasnya. Kiai Noor menyebut dengan adanya sistem nasional ini, BAZNAS berhasil meluncurkan berbagai program untuk memberdayakan mustahik (penerima zakat) melalui bantuan pangan, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. “BAZNAS berfokus pada memaksimalkan peran zakat dalam kesejahteraan masyarakat, menyadari bahwa zakat lebih dari sekadar kewajiban finansial. Zakat merupakan komitmen untuk menegakkan keadilan sosial, menyediakan kebutuhan bagi mereka yang kurang mampu, dan menciptakan masyarakat yang meminimalkan kesenjangan sosial,” ucapnya.
BERITA02/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS RI dan BSI Luncurkan Green Zakat Framework
BAZNAS RI dan BSI Luncurkan Green Zakat Framework
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) meluncurkan Green Zakat Framework yakni sebuah kerangka kerja yang bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam praktik zakat. Kerangka ini didesain untuk memahami zakat tidak hanya sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga sebagai alat untuk mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Peluncuran Green Zakat Framework yang diselenggarakan di Jakarta, Sabtu (2/11/2024), ditandai dengan penandatangan kerja sama oleh Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, dan Senior Vice President ESG Group Bank Syariah Indonesia (BSI) Rima Dwi Permatasari. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Ketua Dewan Penasihat WZWF yang juga Pimpinan BAZNAS RI, Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Prof (HC). Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Sekretaris Jenderal World Zakat and Waqf Forum (WZWF) Datuk Dr. Mohd Ghazali bin Mohd Noor, serta Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI Waryono Abdul Ghafur. Deputi I BAZNAS RI M. Arifin Purwakananta mengatakan, Green Zakat Framework ini bertujuan untuk mendorong perubahan paradigma zakat yang peduli lingkungan. "Melalui program ini, zakat diharapkan dapat memainkan peran penting dalam mendukung kesejahteraan lingkungan, selaras dengan ajaran Islam tentang tanggung jawab menjaga alam," kata dia. Arifin menambahkan, melalui program ini masyarakat diajak untuk turut serta dalam gerakan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam isu-isu terkait ekonomi hijau, aksi iklim, dan pelestarian alam. Menurut Arifin, program ini juga merupakan upaya bersama dalam meningkatkan kesadaran lingkungan, juga akan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui instrumen zakat. "Tidak hanya itu, para mustahik juga nantinya akan mendapatkan akses ke program pemberdayaan ekonomi yang selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Kami berharap Green Zakat Framework ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat bahwa zakat tidak hanya bermanfaat untuk mustahik, tetapi juga dapat diarahkan pada program-program yang menjaga keseimbangan ekologi, seperti energi terbarukan, rehabilitasi lahan, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan," jelasnya. Sementara itu, Senior Vice President ESG Group BSI Rima Dwi Permatasari mengatakan, peluncuran ini dalam rangka memperkuat citra sebagai pelopor zakat hijau yaitu mengedepankan zakat yang berwawasan lingkungan. Di satu sisi, pihaknya menilai program Green Zakat Framework akan memberikan peningkatan terhadap relevansi zakat. "Artinya dengan menghubungkan zakat dengan isu-isu lingkungan global, program ini dapat meningkatkan relevansi zakat di kalangan masyarakat modern. Tentunya kami berharap kolaborasi BSI dan BAZNAS ini dapat memberikan dampak yang positif bagi kesejahteraan masyarakkat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan," ujar Rima.
BERITA02/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Terima Kunjungan Menteri P2MI, BAZNAS RI Siap Perkuat Kerja Sama Berdayakan Pekerja Migran
Terima Kunjungan Menteri P2MI, BAZNAS RI Siap Perkuat Kerja Sama Berdayakan Pekerja Migran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyatakan kesiapannya untuk memperkuat kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/ Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dalam membantu kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia. Hal tersebut mengemuka pada Kunjungan Kementerian P2MI/BP2MI ke Kantor BAZNAS RI. Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Menteri P2MI/BP2MI Abdul Kadir Karding, beserta jajaran Pimpinan BAZNAS RI, di Jakarta, Jumat (1/11/2024). "Alhamdulillah terima kasih, kami merasa sangat bahagia sekali atas kunjungan BP2MI yang saat ini telah dirubah menjadi Kementerian P2MI oleh Presiden Prabowo, memang sangat cocok jika dirubah menjadi Kementerian karena permasalahan pekerja migran ini memang sangat banyak sekali," kata Kiai Noor dalam sambutannya. Kiai Noor menyatakan, BAZNAS RI siap bersinergi dan memperkuat kerja sama dengan Kementerian P2MI/BP2MI melalui program-program unggulan BAZNAS RI untuk membantu memberdayakan PMI. Bahkan, pihaknya turut mencanangkan upaya membuat Unit Pengelola Zakat (UPZ) di beberapa negara penempatan Pekerja Migran Indonesia. “BAZNAS sebelumnya juga telah bekerja sama dengan BP2MI, dengan Pak Benny Ramdhani waktu itu, untuk menolong Pekerja Migran Indonesia yang bermasalah. Di samping kemudian kita usulkan membuat UPZ di sentra-sentra pekerja migran, yang diharapkan hasilnya 100 persen untuk membantu para pekerja migran yang mendapatkan permasalahan dis ana, kita bisa membantu menerbitkan izin UPZ dan memfasilitasi, ada beberapa bank yang sudah berjalan, itu bisa dijadikan sentra UPZ di luar negeri,” tambah Kiai Noor. Kiai Noor berharap, pertemuan antara Kementerian P2MI/BP2MI dan BAZNAS RI ini dapat menghasilkan Momerandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman antara kedua lembaga dalam membantu mensejahterakan PMI. Sementara itu, Menteri P2MI/BP2MI Abdul Kadir Karding mengatakan, BAZNAS RI dan Kementerian P2MI/BP2MI memiliki titik temu karena sama-sama mengurusi kesejahteraan hidup orang banyak. “Ada banyak titik temu antara BAZNAS dan kementerian kami, karena kita sama-sama mengurusi kesejahteraan dan hajat hidup orang banyak, terlebih para pekerja migran yang rentan dieksploitasi, kemungkinan kita akan bekerja sama dalam hal vokasi atau pendidikan dan pelatihan, serta pemberdayaan,” ujar Karding. Karding menyampaikan, beberapa rancangan program yang dapat dihasilkan dari rencana kerja sama dengan BAZNAS RI serta Kementerian dan lembaga pemerintah lainnya. Seperti membuat pelatihan untuk membekali kemampuan para calon pekerja migran dan pemberdayaan untuk pekerja migran yang telah kembali ke tanah air. “Tadi misalnya beliau Prof Noor punya program seperti pemberdayaan ekonomi, karena biasanya para pekerja migran ini ketika pulang ke tanah air bukannya tambah sejahtera tapi malah tambah banyak utangnya, karena uangnya habis untuk mengirim keluarganya di kampung," terang Karding. "Lalu kami juga ada ide membuat kampung khusus untuk PMI di luar negeri seperti kampung percontohan di basis-basis besar PMJ kita seperti di Arab Saudi, Taiwan, Hongkong, kita bisa bekerja sama dengan BAZNAS, Kementerian P2MI, Kemensos, kemudian Kementerian Koperasi, UMKM, dan juga BUMN, kita akan membuat satu kampung yang khusus model pemberdayaan yang kira-kira bisa sukses ke depan,” tutur Karding.
BERITA02/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Dukung Indonesia Emas 2045, BAZNAS Perkuat Pengelolaan Zakat Inovatif dan Berkelanjutan
Dukung Indonesia Emas 2045, BAZNAS Perkuat Pengelolaan Zakat Inovatif dan Berkelanjutan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya mendukung visi Indonesia Emas 2045, dengan mengoptimalkan potensi zakat sebagai upaya strategis mengentaskan kemiskinan melalui pengelolaan yang inovatif dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum, dalam gelaran Sharia Future Network, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (1/11/2024). Dalam sambutannya, Mo Mahdum mengungkapkan Indonesia memiliki potensi zakat yang sangat besar, yakni mencapai Rp327 triliun per tahun. Maka, dengan pengelolaan zakat yang tepat dan didukung oleh berbagai pihak, baik dari pemerintah, swasta, dan masyarakat, dana zakat dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. "Meskipun potensi zakat mencapai Rp327 triliun, realisasi penghimpunan ZIS saat ini baru sekitar Rp41 triliun, menunjukkan selisih yang sangat signifikan," ucapnya. Mo Mahdum mengatakan, salah satu masalah utama adalah tingkat literasi zakat yang rendah di kalangan masyarakat. "Banyak masyarakat kita yang belum memahami pentingnya zakat sebagai instrumen kesejahteraan kolektif, dan hal tersebut berdampak pada rendahnya kesadaran untuk berzakat," ucapnya. Selain literasi, Mo Mahdum menyampaikan, tantangan lain yang dihadapi BAZNAS adalah infrastruktur dan sinergi antarlembaga pengelola zakat. "Dengan lebih dari 500 lembaga zakat di Indonesia, diperlukan kolaborasi untuk memastikan penyaluran zakat lebih efektif dan tepat sasaran," ujar Mo Mahdum. Lebih lanjut, Mo Mahdum menyampaikan, di tengah tantangan yang ada, BAZNAS melihat dukungan pemerintah sebagai peluang besar untuk memperkuat pengelolaan zakat di Indonesia. "Dukungan tersebut berupa regulasi dan infrastruktur yang memungkinkan lembaga pengelola zakat seperti BAZNAS ini memiliki landasan yang kuat dalam menjalankan tugasnya, serta dapat meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik terhadap BAZNAS," ucapnya. Mo Mahdum menyebutkan, kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan swasta dan organisasi lain, juga penting untuk memperluas jangkauan program berbasis zakat dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Selain itu, BAZNAS juga terus berupaya meningkatkan kualitas SDM pengelola zakat untuk mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. “Dengan SDM yang berkualitas dan profesional, didukung oleh penerapan digitalisasi dalam pengelolaan zakat, kita bisa mewujudkan pengelolaan yang lebih efisien, transparan, dan tepat sasaran,” ujar Mo Mahdum. "Mari kita berzakat bersama BAZNAS. Zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga tanggung jawab sosial yang bisa membawa perubahan positif bagi bangsa," katanya.
BERITA02/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Jember.

Lihat Daftar Rekening →