WhatsApp Icon
Antusias, Peserta Ikuti Pelatihan Barista BAZNAS Jember

JEMBER — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jember menggelar pelatihan barista sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (12/1/2026) di Kantor BAZNAS Jember dan diikuti delapan peserta dari kalangan penerima manfaat.

Pelatihan menghadirkan instruktur praktisi sekaligus pengusaha kopi Kabupaten Jember, Wahyu Ari Bowo, yang membekali peserta dengan pengetahuan dasar hingga praktik pembuatan minuman kopi. Materi meliputi pengenalan biji kopi, teknik penggilingan, peracikan manual brew, hingga standar penyajian sesuai kebutuhan pasar.

Menurut Mas Ari, pelatihan dirancang agar peserta memiliki keterampilan yang aplikatif. “Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung. Harapannya, peserta mampu menerapkan keterampilan ini sebagai bekal kerja maupun untuk memulai usaha mandiri di bidang kopi,” ujarnya.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias, mulai dari teknik dasar peracikan hingga simulasi pelayanan pelanggan. Selain keterampilan teknis, peserta juga memperoleh wawasan mengenai peluang usaha kopi skala mikro serta pentingnya menjaga konsistensi kualitas produk.

Antusiasme peserta terlihat dari tanggapan yang disampaikan seusai kegiatan. Fauzan, salah satu peserta, menilai pelatihan ini membuka wawasan baru. “Saya jadi memahami teknik dasar meracik kopi yang benar dan peluang usahanya. Ini sangat bermanfaat untuk rencana membuka usaha kecil,” katanya.

Peserta lainnya, Indriani, mengapresiasi metode pembelajaran yang menekankan praktik. “Kami langsung mencoba sehingga lebih mudah dipahami dan menambah kepercayaan diri. Saya berharap ada pendampingan lanjutan setelah pelatihan ini,” ujarnya.

Melalui pelatihan barista tersebut, BAZNAS Jember menegaskan komitmennya mendorong kemandirian ekonomi mustahik berbasis keterampilan. Program serupa direncanakan berlanjut sebagai bagian dari strategi pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, akses usaha, dan keberlanjutan pendapatan peserta.    

12/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember
Perkuat Sinergi Kelembagaan, FOZ JEMBER Kunjungi BAZNAS Jember Dorong Tata Kelola Zakat yang Akuntabel

JEMBER — Upaya penguatan tata kelola zakat di Kabupaten Jember terus diperkuat melalui sinergi antarlembaga zakat. Komitmen tersebut tercermin dalam kunjungan Forum Zakat (FOZ) JEMBER ke Kantor BAZNAS Kabupaten Jember, Selasa (6/1/2026).

Kunjungan ini dilakukan setelah terlaksananya pemilihan Ketua FOZ Jember untuk periode 2025-2028, pada saat melakukan kunjungan dihadiri langsung oleh Ketua FOZ JEMBER terpilih M. Arifin Abdullah, SE., CAC., Bendahara Khoirul Hamzah, S.Pd., dan Seksi Koordinasi Ernanto, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Jember K. Abdul Aziz, S.S, serta Kepala Pelaksana BAZNAS Jember Abdul Qodir, S.Pd., M.Pd, Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif, dengan fokus pada penguatan koordinasi, konsolidasi kelembagaan, serta peningkatan kualitas tata kelola zakat di tingkat daerah.

Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Jember menegaskan bahwa kunjungan FOZ JEMBER menjadi momentum strategis dalam memperkuat tata kelola zakat yang profesional dan akuntabel di Kabupaten Jember.

“Sinergi antara BAZNAS Jember dan FOZ JEMBER sangat penting untuk memastikan pengelolaan zakat berjalan sesuai prinsip syariah, regulasi yang berlaku, serta menjunjung tinggi akuntabilitas dan transparansi. Dengan kolaborasi yang kuat, zakat dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat,” ujar Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Jember.

Sementara itu, Ketua FOZ JEMBER terpilih menyampaikan bahwa FOZ JEMBER berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi dan penguatan kapasitas antarorganisasi pengelola zakat, baik BAZNAS Jember maupun LAZ di Kabupaten Jember.

“FOZ JEMBER hadir untuk memperkuat ekosistem zakat nasional. Kunjungan ke BAZNAS Jember ini menjadi bagian dari upaya kami dalam membangun keselarasan tata kelola, berbagi praktik baik, serta memperkuat peran lembaga zakat agar semakin dipercaya publik dan berdampak nyata bagi mustahik,” ungkap Ketua FOZ JEMBER terpilih.

Melalui kunjungan ini, BAZNAS Kabupaten Jember berharap terbangun sinergi berkelanjutan dengan FOZ JEMBER dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kesejahteraan umat di Kabupaten Jember.

07/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember
BAZNAS Jember Apresiasi 15 Wisudawan TPQ Terbaik pada Wisuda XXXII LPPTKA-BKPRMI Kabupaten Jember

Jember — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jember memberikan apresiasi kepada 15 wisudawan terbaik Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dalam kegiatan Wisuda XXXII LPPTKA-BKPRMI Kabupaten Jember yang diselenggarakan pada Kamis, 25 Desember 2025, bertempat di GOR PKPSO Jember.

Kegiatan wisuda ini diikuti oleh sebanyak 1.104 santri TPQ dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember. Pemberian apresiasi kepada wisudawan terbaik tersebut merupakan bentuk dukungan nyata BAZNAS Jember terhadap penguatan pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini, sekaligus sebagai motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan prestasi dan akhlak Qur’ani.

Acara wisuda berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri oleh jajaran pengurus LPPTKA-BKPRMI Kabupaten Jember, para orang tua dan wali santri, serta perwakilan BAZNAS Jember. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Jember diwakili oleh Wakil Ketua IV, Dr. Rudi Masrukhin, M.Pd.

Saat ditemui Tim Media BAZNAS Jember Dr. Rudi Masrukhin, M.Pd. menyampaikan bahwa BAZNAS Jember berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan pendidikan keagamaan, khususnya pendidikan Al-Qur’an melalui TPQ. Apresiasi kepada wisudawan terbaik diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus belajar, berprestasi, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, pengurus LPPTKA-BKPRMI Kabupaten Jember menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan BAZNAS Jember terhadap penyelenggaraan pendidikan TPQ. Sinergi antara lembaga zakat dan lembaga pendidikan dinilai penting dalam membangun generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Jember menegaskan peran strategisnya tidak hanya dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan keagamaan yang berkelanjutan di Kabupaten Jember.

25/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember
UPZ Universitas Al-Falah Assunniyah Kencong Jember Serahkan Donasi untuk Korban Banjir Sumatra kepada BAZNAS Jember

 

Jember, 27 November 2025 — BAZNAS Kabupaten Jember menerima amanah donasi kemanusiaan sebesar Rp5.000.000 dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Universitas Al-Falah Assunniyah Kencong Jember (UAS). Donasi tersebut diserahkan oleh H. Ahmad Zuhairus Zaman, B.Sc., M.H., selaku Ketua UPZ sekaligus Wakil Rektor IV, dan diterima langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Jember, Dr. Akhmad Rudi Masrukhin, M.Pd.

Dalam kesempatan tersebut, H. Zuhairus Zaman menyampaikan bahwa donasi ini merupakan hasil kepedulian sivitas akademika Universitas Al-Falah Assunniyah Kencong Jember (UAS) terhadap masyarakat Sumatra yang terdampak banjir. Ia berharap langkah ini dapat memperkuat upaya bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak.

“Ini adalah wujud empati dan solidaritas kami. Semoga donasi ini menjadi bagian dari ikhtiar kolektif untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” ujarnya.

Dr. Akhmad Rudi Masrukhin menyampaikan apresiasi atas amanah yang diberikan UPZ Universitas Al-Falah Assunniyah Kencong Jember (UAS). Menurutnya, kolaborasi lembaga pendidikan dengan BAZNAS memiliki dampak signifikan dalam mempercepat penyaluran bantuan.

“Terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan kampus UAS. Donasi ini akan kami salurkan sesuai kebutuhan mendesak di lapangan, terutama logistik dasar, layanan kesehatan, dan dukungan bagi kelompok rentan,” ungkapnya.

Bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Sumatra telah mengakibatkan kerusakan rumah, terhambatnya aktivitas masyarakat, dan meningkatnya kebutuhan bantuan kemanusiaan. Dalam menghadapi situasi ini, BAZNAS Jember terus menjalin koordinasi dengan berbagai mitra untuk memastikan bantuan tersalurkan secara amanah dan tepat sasaran.

Sebagai bagian dari gerakan solidaritas ini, BAZNAS Jember mengajak masyarakat untuk turut serta memberikan bantuan bagi penyintas banjir.

“Kami mengajak masyarakat Jember untuk bersama-sama membantu penyintas banjir Sumatra. Donasi dapat disalurkan melalui rekening resmi BAZNAS Jember. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan sangat berarti bagi mereka yang terdampak,” demikian ajakan resmi BAZNAS Jember.

Donasi dapat disalurkan melalui:

Bank Syariah Indonesia (BSI)

444.123.5025 a.n. BAZNAS Kabupaten Jember

Konfirmasi donasi: 0852-5860-8289 (M. Yusran Basith)

BAZNAS Jember memastikan seluruh donasi didistribusikan secara transparan, akuntabel, dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

 

 

10/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember
Baznas Jember Dorong Penguatan Forum Rehabilitasi Berbasis Masyarakat

Jember – Komitmen dalam memperkuat layanan sosial bagi penyandang disabilitas kembali ditegaskan BAZNAS Kabupaten Jember melalui partisipasi aktif dalam acara Pembentukan Forum Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) yang diselenggarakan oleh Tanoker dan Perpenca di Hotel Valonia, Senin (01/12/2025).

Dalam kegiatan ini, Wakil Ketua IV BAZNAS Jember, Dr. Akhmad Rudi Masrukhin, M.Pd, hadir sebagai pemateri sharing kolaboratif dengan membawa perspektif kelembagaan zakat dalam memperluas inklusi sosial serta menguatkan ekosistem perlindungan disabilitas di tingkat masyarakat.

Dalam paparannya, Waka IV BAZNAS Jember menekankan bahwa rehabilitasi berbasis masyarakat bukan sekadar pendekatan teknis, tetapi strategi sosial yang menempatkan keluarga dan lingkungan sebagai pusat penguatan kapasitas penyandang disabilitas. BAZNAS Jember, menurutnya, telah menempatkan program disabilitas sebagai prioritas dalam kerangka Jember Peduli.

“BAZNAS Jember mendorong hadirnya layanan yang lebih merata dan berbasis kebutuhan riil. Forum RBM menjadi wadah penting untuk menyatukan pemerintah, komunitas, lembaga sosial, dan amil zakat agar upaya pemberdayaan penyandang disabilitas semakin terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan yang digagas Tanoker dan Perpenca ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari organisasi masyarakat sipil, pendamping penyandang disabilitas, perangkat desa, hingga lembaga keagamaan. Forum RBM diharapkan menjadi jaringan kolaboratif yang bekerja di tingkat akar rumput untuk memperkuat inklusi, layanan rehabilitasi, serta advokasi kebijakan lokal.

BAZNAS Jember menyatakan siap bersinergi dalam penyediaan dukungan sosial, seperti alat bantu disabilitas, pendampingan keluarga, hingga program pemberdayaan ekonomi mustahik penyandang disabilitas.

Pembentukan forum ini menjadi langkah strategis dalam memastikan bahwa penyandang disabilitas memperoleh hak, kesempatan, dan akses layanan yang setara. Melalui sinergi lintas lembaga, Jember diharapkan mampu menjadi kabupaten yang ramah dan responsif terhadap kebutuhan disabilitas.

05/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember

Berita Terbaru

Rakorda se-Sulawesi Selatan, BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Pengelolaan Zakat di Daerah lewat Aplikasi SIMBA
Rakorda se-Sulawesi Selatan, BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Pengelolaan Zakat di Daerah lewat Aplikasi SIMBA
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus berupaya meningkatkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di daerah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendorong penggunaan aplikasi SIMBA (Sistem Manajemen Informasi BAZNAS) untuk mencapai transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan ZIS. Hal ini disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Ec., Ph.D, dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) se-Sulawesi Selatan, Selasa malam (5/11/2024). Dalam sambutannya, Prof. Nadra menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mengelola ZIS. Menurutnya, aplikasi SIMBA dirancang untuk mengintegrasikan seluruh proses pengelolaan ZIS, mulai dari pengumpulan, pencatatan, hingga penyaluran. "Dengan SIMBA, kita dapat memantau secara real-time pengelolaan ZIS dan memastikan bahwa dana zakat disalurkan kepada yang berhak secara tepat dan transparan," ujar Prof. Nadra. Menurutnya, SIMBA berfungsi juga untuk menguatkan pembuatan RKAT via SIMBA, sebagai bahan Monev (Monitoring dan Evaluasi), dan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel terutama pada aspek penyaluran dan pendayagunaan. “Aplikasi SIMBA selayaknya dapat memenuhi seluruh fungsi manajemen dari RKAT, Pengumpulan, Keuangan, Penyaluran, Monev dan Laporan. Dalam hal ini juga BAZNAS terus berupaya melakukan perbaikan-perbaikan dan modernisasu SIMBA guna meningkatkan tata kelola zakat yg lebih baik,” jelas Prof. Nadra. SIMBA diharapkan dapat menjadi solusi bagi berbagai tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan ZIS, seperti kurangnya transparansi, inefisiensi, dan kesulitan dalam mengakses data. Dengan menggunakan SIMBA, lanjut Prof. Nadra, BAZNAS daerah dapat meningkatkan akuntabilitas, misalnya setiap transaksi ZIS akan tercatat secara digital dan dapat diakses oleh publik, juga mempercepat proses penyaluran sehingga penyaluran bantuan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. "Memudahkan monitoring dan evaluasi artinya, kinerja pengelolaan ZIS dapat dipantau secara berkala untuk memastikan efektivitas program. SIMBA juga dapat digunakan untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, termasuk generasi muda," lanjutnya. Dalam kesempatan yang sama, Prof. Nadra juga menyampaikan target BAZNAS untuk memiliki 400 kantor digital pada tahun 2025. Kantor digital ini diharapkan dapat menjadi pusat layanan ZIS yang modern dan efisien, serta menjadi sarana untuk meningkatkan literasi zakat di masyarakat. "Dengan demikian, masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan ZIS dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan," tambah Prof. Nadra. Dengan semakin banyaknya BAZNAS daerah yang mengadopsi SIMBA dan mengembangkan kantor digital, diharapkan pengelolaan ZIS di Indonesia dapat semakin transparan, akuntabel, dan efisien. Hal ini akan berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ekonomi umat. "Kami berharap SIMBA dapat menjadi solusi yang komprehensif untuk pengelolaan ZIS di Indonesia. Dengan dukungan dari seluruh pihak, kita dapat mewujudkan pengelolaan zakat yang lebih baik dan bermanfaat bagi umat," ucapnya.
BERITA06/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS Kabupaten Siak kembali menggelar kegiatan Kompetisi Perencanaan Bisnis Santripreneur Batch II
BAZNAS Kabupaten Siak kembali menggelar kegiatan Kompetisi Perencanaan Bisnis Santripreneur Batch II
BAZNAS Kabupaten Siak kembali menggelar kegiatan Kompetisi Perencanaan Bisnis Santripreneur Batch II selama tiga hari di kantor BAZNAS Siak. Kegiatan ini diikuti oleh 17 peserta yang antusias menampilkan ide-ide bisnis kreatif mereka. Acara ini berlangsung meriah dengan semangat para santri yang antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Acara tersebut dibuka langsung oleh Ketua BAZNAS Siak, yang dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini di kalangan santri. Beliau berharap kompetisi ini dapat menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan ide-ide bisnis yang inovatif, kreatif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Selama kompetisi, para peserta mengikuti serangkaian pelatihan dan pendampingan untuk menyusun rencana bisnis yang matang. Mereka mendapat pembekalan tentang dasar-dasar bisnis, cara menghadapi tantangan pasar, serta kiat-kiat sukses dalam membangun usaha mandiri yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada para santri untuk mempresentasikan ide bisnis mereka di hadapan juri, yang terdiri dari para profesional di bidang bisnis dan perwakilan dari Baznas Siak. Pada hari terakhir, kompetisi ini mencapai puncaknya dengan pengumuman peserta terbaik. Setelah melalui penilaian ketat, juri akhirnya memilih peserta yang berhasil menunjukkan ide bisnis yang paling kreatif, berpotensi, dan berdampak sosial tinggi. Para pemenang menerima penghargaan dan apresiasi dari BAZNAS Siak sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha mereka. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang persaingan, tetapi juga ruang bagi para santri untuk belajar dan saling bertukar ide. Kegiatan yang digelar oleh BAZNAS Siak ini diharapkan dapat membentuk generasi santripreneur yang berdaya saing tinggi dan berorientasi sosial, sehingga kelak mampu memberikan kontribusi positif baik bagi ekonomi umat maupun pembangunan daerah.
BERITA06/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Bantu Santri Berwirausaha, BAZNAS RI Gelar Boothcamp Santripreneur Kompetisi PSP3 IPB University
Bantu Santri Berwirausaha, BAZNAS RI Gelar Boothcamp Santripreneur Kompetisi PSP3 IPB University
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerja sama dengan Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) Institut Pertanian Bogor (IPB) University menggelar pelatihan Boothcamp BAZNAS Santripreneur Kompetisi PSP3 IPB University di Villa Darunnajah Taman Bunga Cipanas, Kab. Cianjur, Jawa Barat, Rabu (6/11/2023). Mengusung tema "Optimalisasi Peran Santri Dalam Kewirausahaan Pertanian", kegiatan yang berlangsung pada 5-8 November 2024 ini merupakan puncak dari rangkaian pelaksanaan BAZNAS Santripreneur Kompetisi PSP3 IPB University. Turut hadir Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M Imdadun Rahmat, MSi., ?Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS Prov. Jawa Barat H. Budi Raharja, S.E., M.M., CSRS, Waka IV BAZNAS Kab. Cianjur H. Hilman Saukani, M.Pd., Ketua BAZNAS Kab. BogorDrs. KH. Lesmana, M.Pd., serta Wakil Rektor III IPB University Prof. Dr. Ernan Rustiadi. Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M Imdadun Rahmat, MSi., dalam sambutannya mengatakan, Pelaksanaan Boothcamp Santripreneur Kompetisi PSP3 IPB University merupakan serangkaian pelatihan usaha selama 4 hari dengan pemberian materi berupa pemahaman tentang bidang usaha Agribisnis dari hulu ke hilir. "Jadi kami berikan pelatihan baik secara teori maupun praktek langsung yang difasilitasi oleh PSP3 IPB University dan diakhiri dengan kegiatan Grand Final sebagai penentuan kejuaraan sekaligus sebagai acara penutup rangkaian kompetisi program BAZNAS Santripreneur Kompetisi" kata Imdadun. Imdadun menjelaskan, Kick Off BAZNAS Santripreneur Kompetisi PSP IPB University telah dimulai pada 5 September 2024, kemudian pendaftaran peserta dilakukan secara online dengan total pendaftar sebanyak 401 peserta dari seluruh Indonesia. Dan setelah melewati beberapa tahap seleksi, kini tersisa peserta lolos 50 Besar BAZNAS Santripreneur Kompetisi tahun 2024 "Dari total pendaftar telah diseleksi secara administrasi menjadi 100 orang peserta yang diberikan pelatihan secara online tentang konsep Bisnis Model Kanvas dan pembuatan proposal usaha melalui kelas Matrikulasi pada senin, 7 Oktober 2024. 100 orang peserta kemudian diseleksi lagi hingga tersisa 50 orang peserta melalui seleksi audisi yang dilakukan secara daring" terangnya. Imdadun menambahkan, Program Santripreneur merupakan bentuk komitmen BAZNAS untuk terus konsisten membantu pemberdayaan ekonomi mustahik berupa pemberian bantuan modal usaha, pelatihan, dan pendampingan usaha kepada mustahik, khususnya kaum santri. "Program BAZNAS Santripreneur merupakan program pemberdayaan ekonomi dengan skema kompetisi bisnis, ditujukan kepada santri tingkat akhir dan lulusan Pondok Pesantren yang berkemauan kuat menjadi wirausahawan yang memiliki ide dan inovasi dalam pengembangan usaha secara berkualitas sesuai dengan klaster usaha masing-masing," jelasnya. "Program BAZNAS Santripreneur diharapkan mampu menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan keterampilan kewirausahaan dan memberikan kontribusi nyata dalam bidang agrobisnis, sehingga dapat meningkatkan perekonomian mustahik secara berkelanjutan," ujarnya. Imdadun berharap, program ini dapat melahirkan santri yang tidak hanya memiliki keterampilan bisnis, tetapi juga mampu berinovasi dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Sementara itu, Kepala PSP3 IPB University, Dr. rer. nat. Jaenal Effendi, S.Ag, MA, memberikan apresiasi terhadap program Santripreneur sebagai langkah strategis dalam menggalakkan semangat kewirausahaan di kalangan santri. “Program ini adalah wujud nyata dalam mengembangkan generasi santripreneur muda yang produktif, inovatif, dan tangguh,” ujarnya. “Saya yakin program ini dapat memberikan dampak yang signifikan dan luas bagi pembangunan ekonomi bangsa khususnya IPB University sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia yang memiliki pengalaman dan komitmen tinggi untuk melahirkan wirausaha melalui pola pendidikan dan pendampingan melalui inkubasi bisnis,” lanjut dia. Selain itu, Jaenal mendorong santri untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dalam menghadapi tantangan ekonomi, pangan, energi, dan politik . “Semangat resolusi jihad santri harus berkobar hingga seterusnya, dalam arti perjuangan menghadapi krisis ekonomi dan politik di era modern,” katanya.
BERITA06/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Bantu Ekonomi Umat, Pimpinan BAZNAS RI Dorong Pembentukan BMD di seluruh Daerah
Bantu Ekonomi Umat, Pimpinan BAZNAS RI Dorong Pembentukan BMD di seluruh Daerah
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Sc., mendorong pembentukan program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) di seluruh BAZNAS daerah dalam membantu para mustahik pelaku usaha mikro untuk mengembangkan usahanya. Hal ini disampaikan Prof Nadra dalam Pengajian BAZNAS Selasa Pagi yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS dengan Tema "Pengalaman Empiris Microfinance Syariah, Sebagai Pembelajaran BAZNAS Microfinance” disiarkan secara daring melalui BAZNAS TV, Selasa (05/11/2024). Menurut Prof Nadra, BMD merupakan salah satu upaya BAZNAS dalam mengentaskan kemiskinan dan membantu masyarakat dalam bidang ekonomi, termasuk terbebas dari jerat rentenir. "Program BMD dihadirkan untuk memberikan layanan permodalan dan pengembangan usaha bagi para mustahik pelaku usaha mikro," jelas Dr. Ali Sakti, M.Ec (Tenaga Ahli Departemen Ekonomi Dan Keuangan Syariah Bank Indonesia) selaku narasumber. "Dengan adanya program ini, para mustahik mendapat pinjaman modal tanpa bunga," imbuhnya. Dengan adanya manfaat tersebut, Ali Sakti mendorong pembentukan BMD di seluruh daerah di Indonesia dengan tujuan untuk mengentaskan kemiskinan, serta mendorong mustahik menjadi muzaki. "Jadi kita akan dorong pendirian BMD di seluruh daerah agar mampu memberikan manfaat yang nyata untuk umat," katanya. ------------- Informasi Pusdiklat 0851-7519-4198
BERITA05/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Dukung Visi Indonesia Emas, BAZNAS RI Luncurkan Beasiswa Al-Azhar Mesir dan Timur Tengah 2024
Dukung Visi Indonesia Emas, BAZNAS RI Luncurkan Beasiswa Al-Azhar Mesir dan Timur Tengah 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Program Beasiswa Cendekia BAZNAS Al-Azhar Mesir dan Timur Tengah tahun 2024, sebagai bentuk pemanfaatan dana zakat untuk memberikan akses pendidikan tinggi berkualitas bagi mahasiswa Indonesia, khususnya bagi kalangan kurang mampu. Peluncuran Program Beasiswa Cendekia BAZNAS Al-Azhar Mesir dan Timur Tengah tahun 2024 berlangsung secara daring, disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Selasa (5/11/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., serta Duta besar LBBP RI untuk Tunisia H.E Zuhairi Misrawi Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan, program beasiswa ini merupakan salah satu bentuk dukungan konkret BAZNAS dalam mendorong pendidikan berkualitas dan Inklusif, sekaligus sebagai upaya nyata BAZNAS dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia di masa depan. "Mahasiswa Indonesia di Timur Tengah memiliki kekhasan dalam pengkajian ilmu agama. Kami berharap, ilmu yang mereka pelajari dan dapatkan tidak hanya memiliki nilai watasyiah tetapi juga bisa memberikan dampak positif di kancah global," ucap Kiai Noor. Lebih lanjut, Kiai Noor mengatakan, tantangan besar yang akan dihadapi Indonesia di masa depan adalah "pertarungan keilmuan" yang membutuhkan generasi unggul dan berdaya saing. "Beasiswa ini didistribusikan oleh BAZNAS dengan asnaf fisabilillah, karena para penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS Al-Azhar Mesir dan Timur Tengah ini, yang akan menjadi 'petarung keilmuan’ yang berjuang di jalan ilmu demi kemaslahatan umat," ujar Kiai Noor. "Semoga ikhtiar ini membawa berkah dan manfaat besar bagi kita semua," ujarnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., menyampaikan, program beasiswa ini sejalan dengan visi BAZNAS untuk menjadi lembaga utama penyejahterakan umat. "Investasi dalam pembangunan SDM ini merupakan wujud komitmen kami untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kami percaya bahwa kualitas pendidikan merupakan bagian penting dari kesejahteraan masyarakat," ujar Saidah. Saidah menjelaskan, hingga saat ini program Beasiswa Cendekia BAZNAS Al-Azhar Mesir dan Timur Tengah telah menjangkau sebanyak 628 mahasiswa dari 27 provinsi di Indonesia, yang melanjutkan pendidikan tingginya di beberapa negara Timur Tengah. "Di tahun 2024, kami menargetkan sebanyak 300 mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS Al-Azhar Mesir dan Timur Tengah," ucap Saidah. "Program beasiswa ini menyasar kepada mahasiswa aktif tingkat 1-4 di tujuh negara, di antaranya Libya, Maroko, Mesir, Suriah, Turki, Tunisia, dan Yordania. Dengan prioritas utama untuk jenjang pendidikan S1, namun terbuka juga bagi jenjang pendidikan S2," lanjut Saidah. Saidah menambahkan, bantuan beasiswa ini mencakup uang saku Rp1 juta per bulan selama dua tahun, seragam, dan pembinaan bulanan dari mitra BAZNAS di negara tujuan studi. Dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Tunisia H.E Zuhairi Misrawi, menyambut baik dan mengapresiasi program Beasiswa Cendekia BAZNAS Al-Azhar Mesir dan Timur Tengah. "Kami merasa bangga dan bersyukur bahwa BAZNAS memberikan perhatian yang besar kepada mahasiswa Indonesia di Timur Tengah, khususnya di Tunisia. Banyak dari mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu dan masuk dalam kategori penerima zakat," ujar Zuhairi. Menurut Zuhairi, beasiswa dari BAZNAS telah memberikan dampak signifikan bagi mahasiswa di Tunisia. "Ada korelasi antara bantuan BAZNAS dengan peningkatan prestasi. Di Tunisia, prestasi mahasiswa Indonesia meningkat hingga 80% berkat adanya bantuan beasiswa yang mereka terima," jelasnya. Lebih lanjut, Zuhairi menyampaikan, nilai dari beasiswa ini bukan hanya dari segi materi, tetapi juga spiritual. "Dana zakat yang disalurkan oleh BAZNAS membawa doa dari para muzaki sehingga mendorong semangat belajar para mahasiswa. Semoga program beasiswa ini terus berlanjut dan berkembang baik dari segi kuantitas maupun kualitas program ini," ujarnya.
BERITA05/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Raih Juara di ISEF, BAZNAS RI Apresiasi Program Pengentasan Kemiskinan BAZNAS Jabar
Raih Juara di ISEF, BAZNAS RI Apresiasi Program Pengentasan Kemiskinan BAZNAS Jabar
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengapresiasi BAZNAS Provinsi Jawa Barat yang berhasil meraih Juara 1 kategori Champion of The Champion Lembaga ZISWAF se-Indonesia dalam acara Anugerah International Sharia Economic Forum (ISEF) Award 2024 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) di Jakarta. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, prestasi tersebut tidak hanya menjadi bukti nyata bahwa upaya dan inovasi dalam program pengentasan kemiskinan yang digalakkan BAZNAS Jawa Barat mampu menunjukkan hasil yang konkret dan positif. "BAZNAS RI mengapresiasi kerja keras seluruh pengelola zakat, relawan, dan para pihak yang terlibat dalam merealisasikan program-program yang memberdayakan mustahik dan mendorong kesejahteraan umat," ujar Kiai Noor, dalam keterangan tertulis, Senin (4/11/2024). Menurutnya, dengan semangat kolaborasi dan sinergi, BAZNAS di berbagai daerah termasuk Jawa Barat telah memperkuat misi besar untuk menjadikan zakat sebagai solusi permasalahan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat. "Capaian di ISEF ini juga menjadi pemicu semangat bagi kita semua untuk terus berinovasi dan berjuang dalam pengelolaan zakat yang transparan, profesional, dan amanah. Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah untuk meningkatkan layanan dan manfaat yang dirasakan oleh mustahik di seluruh Indonesia," katanya. Kiai Noor berharap, prestasi yang diraih BAZNAS Jabar ini mampu menginspirasi BAZNAS di provinsi lain untuk terus berbenah dan memperkuat kontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri dan berdaya. "Terima kasih kepada seluruh jajaran BAZNAS Jawa Barat, mitra, dan semua pihak yang telah mendukung upaya ini. Mari kita terus bekerja bersama untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas dan keberkahan bagi umat," katanya. Sementara itu, pada Anugerah ISEF Award 2024, ketua tim ISEF BAZNAS Jabar Rachmat Ari Kusumanto memaparkan terkait “Optimasilasi Dana Zakat untuk Penanganan Percepatan Penurunan Daerah Kemiskinan Ekstrem melalui Dhuafa Investor dan Pra Koperasi”. " Dhuafa Investor (bagian dari Program Mustahik to Pengusaha - MtoP ) adalah program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pola Investasi kepada Pengusaha/Saudagar, dengan keuntungan (yang tertuang dalam Akad Kerjasama) antara lain, mustahik dapat pekerjaan, dapat bagi hasil dan pengembalian dana investasi," ujarnya. Sementara, lanjut Rahmat, program Pra Koperasi merupakan langkah strategis BAZNAS Jabar bekerja sama dengan Pemprov Jabar dalam memberdayakan masyarakat miskin ekstrem agar dapat mandiri secara ekonomi. Dia berharap, kerja sama antara Pemprov Jabar melalui BAPPEDA Jabar dan BAZNAS ini dapat menjadi model pemberdayaan ekonomi yang efektif dan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat miskin ekstrem yang masih kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar. "Dua program ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kami berharap program ini dapat berjalan dengan sukses dan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, serta penghargaan yang kami terima ini menjadi motivasi ke depan untuk terus berupaya memberikan yang terbaik untuk umat," harapnya.
BERITA05/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
AZAWON Nigeria Apresiasi Pengelolaan Zakat BAZNAS RI
AZAWON Nigeria Apresiasi Pengelolaan Zakat BAZNAS RI
Lembaga pengelola zakat Nigeria, Association of Zakat and Waqf Operators in Nigeria (AZAWON) mengapresiasi pengelolaan zakat yang dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia. Chairman AZAWON, Muhammad Lawal Maidoki mengatakan, 43 program dan 10 program prioritas BAZNAS RI sangat baik untuk dikembangkan dan diterapkan di Nigeria. “Kami merasa BAZNAS telah memberi banyak kontribusi untuk kami dan saya sangat bersyukur atas perjalanan BAZNAS sejauh ini,” katanya dalam pertemuan di Gedung BAZNAS, Jakarta, Senin (4/11/2024). Ia menyebut apa yang telah BAZNAS lakukan telah menggerakkan perkumpulan lembaga zakat di Nigeria. Ia mengaku akan berkolaborasi bersama BAZNAS untuk mempelajari program dan transfer teknologi dari BAZNAS. Lawal berharap dengan kerja sama tersebut maka pengelolaan zakat dan wakaf di Afrika dapat dikembangkan menjadi lebih baik. Sementara itu, Wakil Ketua BAZNAS RI, Mo Mahdum menyambut baik kedatangan AZAWON serta turut bangga program-program BAZNAS akan diduplikasi di luar negeri. Ia juga menyampaikan harapannya terkait pengelolaan serta pengembangan zakat dan wakaf untuk kepentingan umat. “Dunia zakat bukan hanya dunia muslim, tapi global juga sehingga praktik bagus di BAZNAS dapat diduplikasi di negara lain,” kata Mahdum. Pertemuan itu turut dihadiri Pimpinan Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof. (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Pimpinan Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kol. Caj. (Purn) Nur Chamdani, Deputi I Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, Deputi II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si, Kabiro/Direktur, Kabag/Kadiv, serta jajaran.
BERITA04/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Rakorda se-Sulawesi Selatan, BAZNAS Tekankan Standar Tata Kelola Pengumpulan ZIS DSKL
Rakorda se-Sulawesi Selatan, BAZNAS Tekankan Standar Tata Kelola Pengumpulan ZIS DSKL
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menekankan pentingnya tata kelola yang transparan dan akuntabel dalam mengelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL). Hal tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc. MA, dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) se-Provinsi Sulawesi Selatan, di Makassar, Senin (4/11/2024). Menurut Achmad, dalam mengelola dana ZIS dan DSKL dibutuhkan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Hal ini merupakan langkah yang ditempuh BAZNAS agar mendapat kepercayaan dari masyarakat. "Karena itu, BAZNAS harus menekankan tata kelola yang baik agar dapat memenuhi target pengumpulan di tahun 2025 mendatang," kata Achmad. Dalam paparannya, Achmad mengatakan berdasarkan pemetaan di tingkat provinsi dan kabupatrn/kota di Sulawesi Selatan, total potensi zakat di Sulawesi Selatan sebesar Rp7,8 Triliun. "Adapun objek Zakat dengan potensi terbesar adalah zakat penghasilan dengan proporsi terbesar penghasilan Non-ASN sebesar Rp4,7 Triliun," imbuhnya. Achmad juga berharap adanya dukungan dari pemimpin daerah untuk membantu BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi tersebut, dengan menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat. Pada kesempatan ini, Penjabat Gubernur (PJ) Sulawesi Selatan, Prof. Zudan Arif Fakrulloh mendukung penuh penyelenggaraan Rakorda BAZNAS se-Sulawesi Selatan. "Adanya Rakorda ini untuk memperkuat koordinasi antar pengelola zakat di berbagai daerah se-Sulawesi Selatan sekaligus untuk memastikan alokasi dan distribusi zakat sesuai sasaran dan merata," kata dia. Dengan adanya Rakorda ini, pihaknya berharap BAZNAS dapat menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan zakat sebagai sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat di Sulawesi Selatan. "Tentunya adanya Rakorda ini diharapkan mampu menjadi sarana agar pengelolaan zakat dan mengurangi angka kemiskinan di Sulawesi Selatan," ujarnya.
BERITA04/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Camp Mahasiswa Internasional di Turki, Sestama BAZNAS Tekankan Pentingnya Peran Generasi Muda
Camp Mahasiswa Internasional di Turki, Sestama BAZNAS Tekankan Pentingnya Peran Generasi Muda
Sekretaris Utama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Dr. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc, MA, menegaskan peran penting mahasiswa sebagai agen perubahan dan jembatan antarbudaya di lingkungan tempat mereka belajar maupun di negara asal. Hal itu diucapkannya saat didaulat sebagai salah satu pembicara pada Camp Mahasiswa Internasional di Utara Istanbul, Turki. Acara diselenggarakan Divisi Mahasiswa Internasional Hayrat Foundation Turki pada Minggu (3/11/2024), dan dihadiri 135 mahasiswa dari 27 negara yang berkumpul untuk membahas peran mereka dalam masyarakat sipil. Tahun ini, Camp Mahasiswa Internasional mengusung tema ‘Membangun Peran Mahasiswa Internasional dalam Masyarakat Sipil’. “Mahasiswa internasional memiliki posisi unik sebagai jembatan antarbudaya. Mereka membawa perspektif, tradisi, dan nilai-nilai dari negara asal yang memperkaya lingkungan baru mereka. Dengan keberadaan mereka di masyarakat sipil, diharapkan tercipta ruang untuk dialog, toleransi, dan pemahaman lintas budaya yang mendalam,” ucapnya. Sebagai generasi muda yang terdidik, Muchlis berharap mahasiswa internasional dapat mengambil peran aktif dalam isu-isu kemanusiaan. Baik di negara tempat mereka belajar maupun secara global, kemampuan dan pengetahuan mahasiswa bisa disalurkan untuk berkontribusi dalam program-program sosial, pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Muchlis juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas negara dalam menghadapi tantangan global, seperti kemiskinan, perubahan iklim, dan krisis pengungsi. “Dengan adanya kerja sama antara mahasiswa internasional dan lembaga-lembaga seperti Hayrat Foundation dan BAZNAS, diharapkan tercipta solusi untuk permasalahan kemanusiaan secara inovatif dan inklusif,” ucapnya. Selain itu, mahasiswa internasional juga didorong untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan program-program kemasyarakatan, baik di Turki maupun negara asal mereka. Muchlis Hanafi menekankan bahwa keterlibatan ini bukan hanya untuk mengasah keterampilan kepemimpinan, tetapi juga memberikan pemahaman yang lebih mendalam terhadap kebutuhan masyarakat. “Mahasiswa internasional memiliki potensi besar untuk menjadi duta perdamaian dan toleransi. Dengan membawa nilai-nilai ini ke dalam interaksi sehari-hari, mereka dapat menjadi teladan baik di kampus maupun di masyarakat sekitar,” kata Muchlis. Selain itu, Muchlis Hanafi mengajak para mahasiswa tidak hanya fokus belajar, tetapi juga mempersiapkan diri untuk kembali dan menginspirasi perubahan positif di negara masing-masing. Ia berharap agar ilmu yang diperoleh selama studi bisa menjadi modal besar untuk membangun masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan sejahtera. Muchlis Hanafi juga berharap agar mahasiswa internasional senantiasa semangat dan berkomitmen dalam berkontribusi di masyarakat sipil, baik di Turki maupun di negara asal. Ia optimis bahwa peran mahasiswa internasional akan menjadi katalis penting dalam mewujudkan dunia yang lebih damai, sejahtera, dan penuh toleransi. “Camp Mahasiswa Internasional ini menjadi momentum penting bagi para peserta untuk merenungkan peran mereka sebagai agen perubahan global. Semoga inisiatif-inisiatif seperti ini dapat terus digalakkan demi tercapainya masyarakat sipil yang lebih kuat, bersatu, dan berkeadilan,” kata Muchlis.
BERITA04/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik, BAZNAS Luncurkan Program ZAuto di Jawa Tengah
Tingkatkan Kesejahteraan Mustahik, BAZNAS Luncurkan Program ZAuto di Jawa Tengah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Tengah meluncurkan Program ZAuto, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi mustahik dan percepat pengentasan kemiskinan pada bidang otomotif melalui pengembangan usaha bengkel motor. Peluncuran Program ZAuto yang berlangsung di Karanganyar, Jawa Tengah, Senin (4/11/2024), dihadiri oleh Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI, Saidah Sakwan, M.A., Penjabat (PJ) Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol (Purn) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., Penjabat (Pj) Bupati Karanganyar Timotius Suryadi, S.Sos., M.Si., Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si., serta para penerima manfaat Program ZAuto. Pimpinan Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNAS RI Saidah Sakwan, dalam sambutannya menegaskan, pentingnya Program ZAuto sebagai upaya strategis untuk mendorong kemandirian ekonomi umat. "ZAuto adalah wujud nyata dari pengelolaan zakat produktif, yang bukan sekadar bantuan, tetapi investasi dalam keterampilan dan masa depan para mustahik. Kami ingin mustahik yang kami bina nantinya tidak bergantung lagi pada bantuan, namun dapat mandiri melalui usaha bengkel motor yang mereka kelola," ujar Saidah. Saidah mengatakan, Program ZAuto tidak hanya berfokus pada pemberian modal, tetapi juga pada pengembangan kompetensi mustahik melalui pelatihan mekanik dan manajemen usaha. Lebih lanjut, Saidah menjelaskan, Program ZAuto BAZNAS, yang sudah berjalan sejak April 2022 ini, kini telah menjangkau 10 provinsi, 28 kabupaten/kota dan telah berhasil memberdayakan sebanyak 358 mustahik di Indonesia. "Alhamdulilah, dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan mustahik yang telah mengikuti program ZAuto meningkat sebesar 63 persen. Ini membuktikan bahwa program ini sangat efektif dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi mustahik," ujar Saidah. Saidah menambahkan, di Provinsi Jawa Tengah, terdapat 15 mustahik dari 15 kabupaten/kota yang telah mendapat pelatihan dan bantuan usaha untuk mengelola bengkel motor secara mandiri. "Program ZAuto telah menjangkau di berbagai pelosok wilayah Jawa Tengah di antaranya, di Kab Pemalang, Kab Banyumas, Kab Blora, Kab Boyolali, Kab Brebes, Kab Cilacap, Kab Kebumen, Kab Semarang, Kab Sragen, Kab Sukoharjo, Kab Tegal, Kota Salatiga, Kota Semarang, Kota Surakarta, dan Kab Pekalongan," jelasnya. "Dalam hal ini BAZNAS juga memberikan pelatihan keterampilan mekanik dan manajemen usaha, peralatan bengkel lengkap seperti booth, baju mekanik, kompresor, alat pembuka baud otomatis, infus injection dan alat khusus. Ditambah bantuan modal usaha berupa suku cadang, oli, ban, bohlam, kanvas rem dan sparepart motor lainnya, serta pendampingan intensif," jelas Siadah. Ke depan, Saidah berharap, Program ZAuto BAZNAS dapat menjangkau lebih banyak lagi mustahik di berbagai wilayah di Indonesia. "Program ini akan terus dievaluasi dan dikembangkan agar dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi para mustahik, khususnya di sektor otomotif yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan," pungkasnya. Sementara itu, Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (Purn) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M., dalam sambutannya, mengapresiasi program ZAuto yang digagas BAZNAS sebagai upaya kolaboratif untuk pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah. "Program ini sejalan dengan misi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin melalui zakat produktif," ujar Nana Sudjana. "Hadirnya program Ini juga menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan zakat yang tepat sasaran bisa memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat. Kami berharap Program ZAuto yang digagas BAZNAS ini terus berkembang dan berdampak positif bagi mustahik di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Tengah" ucapnya. Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Dr. KH. Ahmad Darodji, turut menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi antara BAZNAS pusat, BAZNAS Jawa Tengah, dan Pemprov Jawa Tengah dalam pelaksanaan Program ZAuto di Jawa Tengah. Menurutnya, keberadaan Program ZAuto telah menjadi solusi yang sangat relevan bagi masyarakat Jawa Tengah, yang memiliki potensi besar di sektor otomotif. “BAZNAS Jawa Tengah berkomitmen untuk terus mendukung program-program pemberdayaan seperti ZAuto agar semakin banyak mustahik di wilayah Jawa Tengah dapat merasakan manfaatnya hingga bisa terwujud kesejahteraan umat yang dicita-citakan,” pungkasnya.
BERITA04/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Menag Malaysia: BAZNAS Jadi Percontohan Lembaga Zakat yang Terus Berinovasi
Menag Malaysia: BAZNAS Jadi Percontohan Lembaga Zakat yang Terus Berinovasi
Menteri Agama Malaysia, H.E. Senator Dato Setia Dr. Haji. Mohd Na’im Mokhtar menyampaikan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjadi percontohan lembaga zakat yang terus melakukan inovasi di tengah perkembangan zaman yang semakin maju. Hal tersebut disampaikan oleh Mohd Na’im saat menjadi narasumber dalam World Zakat And Waqf Forum (WZWF) Annual Meeting and Conference 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, pada Sabtu (2/11/2024). “Kesuksesan BAZNAS di Indonesia menjadi contoh luar biasa. Dengan menerapkan metode pengumpulan zakat secara digital, BAZNAS telah menjangkau komunitas-komunitas yang kurang terlayani, memastikan penyediaan perawatan kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan dasar bagi jutaan orang,” ujar Mohd Na’im. Menurutnya, inisiatif tersebut dapat menjadi acuan bersama bahwa zakat dapat memainkan peran penting dalam memenuhi kebutuhan sosial melalui inovasi teknologi, terlebih saat dunia diwarnai oleh ketimpangan yang semakin melebar. “Misi kita untuk mempromosikan keadilan ekonomi menjadi lebih mendesak dari sebelumnya. Dalam beberapa dekade terakhir, kesenjangan antara si kaya dan si miskin telah melebar ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern,” katanya. “Zakat, dengan tujuan intrinsiknya untuk mendistribusikan kekayaan, memiliki kekuatan untuk mengatasi ketidakadilan ini, menjangkau mereka yang terpinggirkan dan diabaikan,” imbuhnya. Lebih lanjut, Mohd Na’im menyampaikan, zakat merupakan instrumen yang transformatif. Katanya, hal ini menjadi sarana untuk memberantas kemiskinan, merangsang aktivitas ekonomi, dan memupuk kohesi sosial. “Bayangkan sebuah dunia di mana setiap orang yang mampu memenuhi kewajiban zakat mereka, mendukung pendidikan, perawatan kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan hidup bagi mereka yang membutuhkan. Visi ini dapat dicapai, dan merupakan visi yang harus kita perjuangkan tanpa henti,” ujarnya.
BERITA03/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
WZWF 2024, BAZNAS RI Ajak Pengelola Zakat Perkuat Kolaborasi untuk Pengentasan Kemiskinan
WZWF 2024, BAZNAS RI Ajak Pengelola Zakat Perkuat Kolaborasi untuk Pengentasan Kemiskinan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak semua pihak untuk memperkuat komitmen terhadap zakat dengan terus berinovasi, berkolaborasi, dan memperluas dampak zakat dalam pengentasan kemiskinan. Pernyataan tersebut disampaikan Ketua BAZNAS RI KH. Noor Achmad MA., dalam acara World Zakat and Waqf Forum (WZWF) Annual Meeting and Conference 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (2/11/2024). Turut hadir Sekretaris Jenderal WZWF Dr. Mohd Ghazali Md Noor, Pimpinan BAZNAS RI, Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Prof (HC). Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A. Dalam kesempatan itu, Kiai Noor mengapresiasi WZWF yang telah menyelenggarakan acara ini sehingga memungkinkan terciptanya kolaborasi antar negara. “Dedikasi dan kerja keras mereka telah mempertemukan kita, memungkinkan pertukaran dan kolaborasi yang berharga yang tidak diragukan lagi akan memperkuat ekosistem zakat dan wakaf global,” kata Kiai Noor. BAZNAS telah lama berkomitmen untuk terus berkolaborasi dan bersinergi dalam mengembangkan potensi zakat dengan berbagai stakeholders dan lembaga terkait. Kiai Noor menyampaikan, keuntungan manajemen zakat di Indonesia yang telah memiliki dasar regulasi yang kuat dalam mengelola zakat, telah tercermin dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. "Kerangka hukum ini memberikan struktur yang komprehensif untuk memastikan bahwa zakat memenuhi tujuannya yakni menjadi alat yang kuat untuk perbaikan sosial ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," tuturnya. Menurutnya, kerangka hukum ini dapat memberi kekuatan bagi BAZNAS untuk melaksanakan inisiatif zakat yang akuntabel dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. "Di samping struktur nasional, terdapat lembaga pengumpul zakat resmi yang dibentuk oleh masyarakat sipil, yaitu Lembaga Amil Zakat (LAZ). Sinergi antara BAZNAS dan LAZ ini memastikan sistem pengelolaan zakat tersentralisasi untuk efisiensi dan terdesentralisasi untuk responsivitas lokal,” jelasnya. Kiai Noor menyebut dengan adanya sistem nasional ini, BAZNAS berhasil meluncurkan berbagai program untuk memberdayakan mustahik (penerima zakat) melalui bantuan pangan, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. “BAZNAS berfokus pada memaksimalkan peran zakat dalam kesejahteraan masyarakat, menyadari bahwa zakat lebih dari sekadar kewajiban finansial. Zakat merupakan komitmen untuk menegakkan keadilan sosial, menyediakan kebutuhan bagi mereka yang kurang mampu, dan menciptakan masyarakat yang meminimalkan kesenjangan sosial,” ucapnya.
BERITA02/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS RI dan BSI Luncurkan Green Zakat Framework
BAZNAS RI dan BSI Luncurkan Green Zakat Framework
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) meluncurkan Green Zakat Framework yakni sebuah kerangka kerja yang bertujuan untuk mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam praktik zakat. Kerangka ini didesain untuk memahami zakat tidak hanya sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, tetapi juga sebagai alat untuk mendukung pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Peluncuran Green Zakat Framework yang diselenggarakan di Jakarta, Sabtu (2/11/2024), ditandai dengan penandatangan kerja sama oleh Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, dan Senior Vice President ESG Group Bank Syariah Indonesia (BSI) Rima Dwi Permatasari. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Ketua Dewan Penasihat WZWF yang juga Pimpinan BAZNAS RI, Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Prof (HC). Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Sekretaris Jenderal World Zakat and Waqf Forum (WZWF) Datuk Dr. Mohd Ghazali bin Mohd Noor, serta Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Dirzawa) Kemenag RI Waryono Abdul Ghafur. Deputi I BAZNAS RI M. Arifin Purwakananta mengatakan, Green Zakat Framework ini bertujuan untuk mendorong perubahan paradigma zakat yang peduli lingkungan. "Melalui program ini, zakat diharapkan dapat memainkan peran penting dalam mendukung kesejahteraan lingkungan, selaras dengan ajaran Islam tentang tanggung jawab menjaga alam," kata dia. Arifin menambahkan, melalui program ini masyarakat diajak untuk turut serta dalam gerakan pembangunan berkelanjutan, terutama dalam isu-isu terkait ekonomi hijau, aksi iklim, dan pelestarian alam. Menurut Arifin, program ini juga merupakan upaya bersama dalam meningkatkan kesadaran lingkungan, juga akan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui instrumen zakat. "Tidak hanya itu, para mustahik juga nantinya akan mendapatkan akses ke program pemberdayaan ekonomi yang selaras dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Kami berharap Green Zakat Framework ini dapat menjadi wadah bagi masyarakat bahwa zakat tidak hanya bermanfaat untuk mustahik, tetapi juga dapat diarahkan pada program-program yang menjaga keseimbangan ekologi, seperti energi terbarukan, rehabilitasi lahan, dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan," jelasnya. Sementara itu, Senior Vice President ESG Group BSI Rima Dwi Permatasari mengatakan, peluncuran ini dalam rangka memperkuat citra sebagai pelopor zakat hijau yaitu mengedepankan zakat yang berwawasan lingkungan. Di satu sisi, pihaknya menilai program Green Zakat Framework akan memberikan peningkatan terhadap relevansi zakat. "Artinya dengan menghubungkan zakat dengan isu-isu lingkungan global, program ini dapat meningkatkan relevansi zakat di kalangan masyarakat modern. Tentunya kami berharap kolaborasi BSI dan BAZNAS ini dapat memberikan dampak yang positif bagi kesejahteraan masyarakkat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan," ujar Rima.
BERITA02/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Terima Kunjungan Menteri P2MI, BAZNAS RI Siap Perkuat Kerja Sama Berdayakan Pekerja Migran
Terima Kunjungan Menteri P2MI, BAZNAS RI Siap Perkuat Kerja Sama Berdayakan Pekerja Migran
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyatakan kesiapannya untuk memperkuat kerja sama dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI)/ Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dalam membantu kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia. Hal tersebut mengemuka pada Kunjungan Kementerian P2MI/BP2MI ke Kantor BAZNAS RI. Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Menteri P2MI/BP2MI Abdul Kadir Karding, beserta jajaran Pimpinan BAZNAS RI, di Jakarta, Jumat (1/11/2024). "Alhamdulillah terima kasih, kami merasa sangat bahagia sekali atas kunjungan BP2MI yang saat ini telah dirubah menjadi Kementerian P2MI oleh Presiden Prabowo, memang sangat cocok jika dirubah menjadi Kementerian karena permasalahan pekerja migran ini memang sangat banyak sekali," kata Kiai Noor dalam sambutannya. Kiai Noor menyatakan, BAZNAS RI siap bersinergi dan memperkuat kerja sama dengan Kementerian P2MI/BP2MI melalui program-program unggulan BAZNAS RI untuk membantu memberdayakan PMI. Bahkan, pihaknya turut mencanangkan upaya membuat Unit Pengelola Zakat (UPZ) di beberapa negara penempatan Pekerja Migran Indonesia. “BAZNAS sebelumnya juga telah bekerja sama dengan BP2MI, dengan Pak Benny Ramdhani waktu itu, untuk menolong Pekerja Migran Indonesia yang bermasalah. Di samping kemudian kita usulkan membuat UPZ di sentra-sentra pekerja migran, yang diharapkan hasilnya 100 persen untuk membantu para pekerja migran yang mendapatkan permasalahan dis ana, kita bisa membantu menerbitkan izin UPZ dan memfasilitasi, ada beberapa bank yang sudah berjalan, itu bisa dijadikan sentra UPZ di luar negeri,” tambah Kiai Noor. Kiai Noor berharap, pertemuan antara Kementerian P2MI/BP2MI dan BAZNAS RI ini dapat menghasilkan Momerandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman antara kedua lembaga dalam membantu mensejahterakan PMI. Sementara itu, Menteri P2MI/BP2MI Abdul Kadir Karding mengatakan, BAZNAS RI dan Kementerian P2MI/BP2MI memiliki titik temu karena sama-sama mengurusi kesejahteraan hidup orang banyak. “Ada banyak titik temu antara BAZNAS dan kementerian kami, karena kita sama-sama mengurusi kesejahteraan dan hajat hidup orang banyak, terlebih para pekerja migran yang rentan dieksploitasi, kemungkinan kita akan bekerja sama dalam hal vokasi atau pendidikan dan pelatihan, serta pemberdayaan,” ujar Karding. Karding menyampaikan, beberapa rancangan program yang dapat dihasilkan dari rencana kerja sama dengan BAZNAS RI serta Kementerian dan lembaga pemerintah lainnya. Seperti membuat pelatihan untuk membekali kemampuan para calon pekerja migran dan pemberdayaan untuk pekerja migran yang telah kembali ke tanah air. “Tadi misalnya beliau Prof Noor punya program seperti pemberdayaan ekonomi, karena biasanya para pekerja migran ini ketika pulang ke tanah air bukannya tambah sejahtera tapi malah tambah banyak utangnya, karena uangnya habis untuk mengirim keluarganya di kampung," terang Karding. "Lalu kami juga ada ide membuat kampung khusus untuk PMI di luar negeri seperti kampung percontohan di basis-basis besar PMJ kita seperti di Arab Saudi, Taiwan, Hongkong, kita bisa bekerja sama dengan BAZNAS, Kementerian P2MI, Kemensos, kemudian Kementerian Koperasi, UMKM, dan juga BUMN, kita akan membuat satu kampung yang khusus model pemberdayaan yang kira-kira bisa sukses ke depan,” tutur Karding.
BERITA02/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Dukung Indonesia Emas 2045, BAZNAS Perkuat Pengelolaan Zakat Inovatif dan Berkelanjutan
Dukung Indonesia Emas 2045, BAZNAS Perkuat Pengelolaan Zakat Inovatif dan Berkelanjutan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menegaskan komitmennya mendukung visi Indonesia Emas 2045, dengan mengoptimalkan potensi zakat sebagai upaya strategis mengentaskan kemiskinan melalui pengelolaan yang inovatif dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum, dalam gelaran Sharia Future Network, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Jumat (1/11/2024). Dalam sambutannya, Mo Mahdum mengungkapkan Indonesia memiliki potensi zakat yang sangat besar, yakni mencapai Rp327 triliun per tahun. Maka, dengan pengelolaan zakat yang tepat dan didukung oleh berbagai pihak, baik dari pemerintah, swasta, dan masyarakat, dana zakat dapat menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat miskin. "Meskipun potensi zakat mencapai Rp327 triliun, realisasi penghimpunan ZIS saat ini baru sekitar Rp41 triliun, menunjukkan selisih yang sangat signifikan," ucapnya. Mo Mahdum mengatakan, salah satu masalah utama adalah tingkat literasi zakat yang rendah di kalangan masyarakat. "Banyak masyarakat kita yang belum memahami pentingnya zakat sebagai instrumen kesejahteraan kolektif, dan hal tersebut berdampak pada rendahnya kesadaran untuk berzakat," ucapnya. Selain literasi, Mo Mahdum menyampaikan, tantangan lain yang dihadapi BAZNAS adalah infrastruktur dan sinergi antarlembaga pengelola zakat. "Dengan lebih dari 500 lembaga zakat di Indonesia, diperlukan kolaborasi untuk memastikan penyaluran zakat lebih efektif dan tepat sasaran," ujar Mo Mahdum. Lebih lanjut, Mo Mahdum menyampaikan, di tengah tantangan yang ada, BAZNAS melihat dukungan pemerintah sebagai peluang besar untuk memperkuat pengelolaan zakat di Indonesia. "Dukungan tersebut berupa regulasi dan infrastruktur yang memungkinkan lembaga pengelola zakat seperti BAZNAS ini memiliki landasan yang kuat dalam menjalankan tugasnya, serta dapat meningkatkan akuntabilitas dan kepercayaan publik terhadap BAZNAS," ucapnya. Mo Mahdum menyebutkan, kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan swasta dan organisasi lain, juga penting untuk memperluas jangkauan program berbasis zakat dalam mencapai visi Indonesia Emas 2045. Selain itu, BAZNAS juga terus berupaya meningkatkan kualitas SDM pengelola zakat untuk mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. “Dengan SDM yang berkualitas dan profesional, didukung oleh penerapan digitalisasi dalam pengelolaan zakat, kita bisa mewujudkan pengelolaan yang lebih efisien, transparan, dan tepat sasaran,” ujar Mo Mahdum. "Mari kita berzakat bersama BAZNAS. Zakat bukan hanya kewajiban agama, tetapi juga tanggung jawab sosial yang bisa membawa perubahan positif bagi bangsa," katanya.
BERITA02/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS RI Bagikan 2.500 Paket Sajian Berkah Bergizi bagi Masyarakat Kurang Mampu di Tangerang
BAZNAS RI Bagikan 2.500 Paket Sajian Berkah Bergizi bagi Masyarakat Kurang Mampu di Tangerang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program Bank Makanan mendistribusikan 2.500 paket makanan berupa Sajian Berkah Bergizi bagi masyarakat kurang mampu di Kecamatan Kosambi, Tangerang, Banten, pada Jumat (1/11/2024). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA. mengatakan, program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS RI kepada masyarakat rentan dan kurang mampu agar memperoleh akses terhadap makanan-makanan bergizi. “Alhamdulillah sudah terlaksana kegiatan distribusi Bank Makanan di kampung Dadap, semoga program ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu agar merasakan juga nikmatnya makanan-makanan sehat dan bergizi,” kata Saidah dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Jumat (1/11/2024). Menurut Saidah, program Bank Makanan ini menjadi garda terdepan BAZNAS dalam menjangkau masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka akan asupan makanan bergizi. Melalui program ini juga, Saidah berharap masyarakat dapat terinspirasi untuk turut serta dalam memberikan bantuan kepada mereka yang rentan dan membutuhkan. Selain paket makanan, BAZNAS juga menggandeng masyarakat sekitar dalam mengoperasionalkan dapur umum lapangan di Kelurahan Dadap dengan menyajikan makanan berupa nasi, sayur, daging, dan buah. “Semoga dengan bantuan makanan ini mereka dapat merasakan keberkahan dan kemudahan serta kebutuhan gizinya dapat terpenuhi," kata Saidah. Hal ini pun disambut baik oleh salah satu warga Kelurahan Dadap. Santi mengucapkan terima kasih atas bantuan paket makanan dari BAZNAS RI. Menurut Santi, program Bank Makanan BAZNAS telah memberikan manfaat besar bagi keluarganya dan masyarakat sekitar yang mengalami kesulitan masalah ekonomi. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI, semoga kegiatan ini berlanjut jangan sekali ini saja, dan semoga juga menjangkau wilayah-wilayah lain. Karena yang saya dengar, BAZNAS juga memiliki program bantuan lain seperti bedah rumah,” kata Santi. Hal senada juga disampaikan Armida warga Dadap RT 01 RW 03. Menurutnya, bantuan makanan sehat BAZNAS sangat bermanfaat bagi ia dan keluarganya. “Terima kasih BAZNAS atas bantuan makanan bergizi. Semoga BAZNAS selalu amanah, memegang kepercayaan dari kami masyarakat dan selalu senantiasa membantu orang-orang yang kekurangan,” kata Armida.
BERITA02/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS RI Capai Target Pengumpulan Zakat Rp1 Triliun pada 2024
BAZNAS RI Capai Target Pengumpulan Zakat Rp1 Triliun pada 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sukses mencapai target pengumpulan zakat Rp1 triliun (tidak termasuk dana titipan) pada triwulan ketiga tahun 2024, naik dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp882 miliar. “Alhamdulillah, ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Meningkatnya jumlah penghimpunan tak lepas dari kinerja menyeluruh mulai dari penghimpunan hingga pada penyaluran zakat yang bermanfaat bagi penerima zakat atau mustahik," ujar Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (1/11/2024). "Mudah-mudahan ini menjadi pemicu semangat untuk BAZNAS seluruh Indonesia, yang mana menargetkan Rp41 triliun hingga akhir 2024 nanti. Sementara tahun 2025, BAZNAS menargetkan Rp50 triliun. Capaian semacam itu sekaligus juga memperkuat pendistribusian kepada orang-orang yang berhak menerima manfaat zakat," katanya. Kiai Noor bersyukur, lembaga yang dipimpinnya yang kini berusia 23 tahun ini mendapat kepercayaan dari masyarakat luas untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, sehingga semakin banyak rakyat kurang mampu yang menerima manfaat. “Alhamdulillah kita mendapatkan kepercayaan masyarakat. Kita selalu berusaha menyusun program yang matang, dimulai dari perencanaan, pengumpulan, hingga pendistribusian. Kita susun dengan baik dan transparan. Dengan begitu, apa yang disalurkan melalui BAZNAS, bisa dipertanggungjawabkan," katanya. Kiai Noor mengungkapkan, dana zakat yang terkumpul melalui BAZNAS disalurkan ke berbagai program pemberdayaan masyarakat seperti beasiswa, santripreneur, pembiayaan UMKM, microfinance, dan lain-lainnya. “Program-program pemberdayaan ini dapat mengubah status masyarakat yang dari awalnya penerima manfaat menjadi pemberi manfaat,” ujarnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan M.Si., CFRM., mengatakan, "Alhamdulillah keberhasilan BAZNAS dalam mencapai target pengumpulan zakat sebesar Rp1 triliun (di luar dana titipan) ini merupakan tangga sejarah pengelolaan zakat yang terekam dalam kerja OPZ di Indonesia." Menurutnya, BAMUIS BNI mencapai pengimpunan Rp1 miliar (1993), BAZIS DKI mencapai Rp10 miliar (2021), Dompet Dhuafa Rp100 miliar (2008), dan tahun 2024 ini BAZNAS RI mencapai Rp1 triliun. "Beberapa strategi juga dilakukan BAZNAS dalam mencapai keberhasilan ini. Pertama, BAZNAS berfokus pada perluasan literasi dakwah zakat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya berzakat. Kedua, optimalisasi kerja fundraiser menjadi kunci dalam memperluas jaringan dan efisiensi penghimpunan ZIS," kata Rizaludin. Lebih lanjut Rizaludin menambahkan, ketiga yakni memperkuat layanan muzaki dengan memberikan layanan kemudahan berzakat melalui berbagai platform. Keempat, digitalisasi. Hal ini juga menjadi prioritas untuk mempermudah akses dan transparansi dalam pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah. "Tidak hanya itu, kelima, BAZNAS juga memaksimalkan branding lembaga untuk membangun citra positif dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional," ujar Rizaludin.
BERITA01/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Ketua Dewan Penasihat WZWF Zainulbahar Noor Dorong Peningkatan Efisiensi dan Efektivitas Manajemen Zakat Secara Global
Ketua Dewan Penasihat WZWF Zainulbahar Noor Dorong Peningkatan Efisiensi dan Efektivitas Manajemen Zakat Secara Global
Ketua Dewan Penasihat World Zakat and Waqf Forum (WZWF) yang juga Pimpinan BAZNAS RI, Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Prof (HC). Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec membuka Konferensi Internasional WZWF dan Forum ASEAN Islamic Public University 2024, dengan tema "New Zakat-Waqf Global Order – United Global Community Grounded in Justice, Compassion, and Shared Prosperity”. Konferensi Tahunan ke-13 tersebut merupakan salah satu rangkaian dari acara International Sharia Economic Forum (ISEF) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI), 30 Oktober-3 November 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Turut hadir dalam forum tersebut Kepala Bank Indonesia Institute Yoga Affandi, PhD, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Dr. Thobib Al Asyhar, S.Ag., M.Si. serta dihadiri pula oleh akademisi dari universitas-universitas di ASEAN. Dalam sambutannya, Zainulbahar menekankan perlunya peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam manajemen zakat secara global untuk memastikan bahwa dana zakat sampai kepada mereka yang membutuhkan dan memberdayakan menuju kehidupan yang berkelanjutan. “Untuk memaksimalkan dampak zakat dalam pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan global, kita harus terus memperbaiki dan mengembangkan strategi kita,” tutur Prof Zainulbahar, di Jakarta, Jumat (1/11/2024). Ia menyebut beberapa strategi dalam memaksimalkan efisiensi zakat, di antaranya yakni pemanfaatan teknologi modern, mengadopsi pendekatan berbasis data, dan membangun kerangka manajemen zakat yang terstandarisasi yang meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Tak hanya itu, menurutnya kontribusi akademis dapat menjadi landasan dalam membangun sistem zakat yang efektif dan mampu beradaptasi dengan dunia modern sekaligus tetap menjaga nilai-nilai Islam. Sejalan dengan Prof Zainulbahar, Sekretaris Jenderal Umum WZWF, Dr. Mohd Ghazali Md Noor mengapresiasi langkah BAZNAS dalam mengembangkan kolaborasi wakaf di bidang akademis. Menurutnya dalam melakukan perubahan memerlukan ilmu dan menyiapkan sumber daya manusia lain seperti professor, ulama, kreator, dan juga pengusaha. “Alhamdulillah dengan kepemimpinan BAZNAS ada arah yang tersusun agar pembinaan sumber daya manusia (yang terkait) wakaf dan zakat insyaAllah akan bermula,” kata Datuk Mohd Ghazali. Sesuai dengan tujuan diselenggarakannya forum tersebut, Direktur Pusat Kajian Zakat BAZNAS RI Muhammad Hasbi Zaenal PhD memberikan materi terkait praktik terbaik kolaborasi riset zakat dengan universitas. Ini merujuk pada metode atau strategi paling efektif yang digunakan dalam kerja sama antara lembaga zakat (seperti BAZNAS) dan universitas untuk melakukan riset terkait zakat. Tujuannya adalah untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang zakat, meningkatkan pengelolaannya, atau menemukan inovasi baru dalam sistem zakat melalui kolaborasi akademik.
BERITA01/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
UPZ Al Hikmah Universitas Jember Serius Kelola ZIS
UPZ Al Hikmah Universitas Jember Serius Kelola ZIS
Jember - Senin (21/10) aula laniat dua LP2M sudah dipenuhi oleh pengelola dan stake holder pengelola ZIS dilingkungan Kampus Universitas Jember. Acara tersebut merupakan agenda yang sangat penting untuk penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Manual Books oleh UPZ Al-Hikmah Universitas Jember. Langkah ini adalah bukti kongkirt keseriusan UPZ Al-Hikmah dalam mengelola Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS). Dalam acara tersebut turut hadir Rektor Universitas Jember Dr. Ir. Iwan Taruna, M.eng, IPM, Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP, MP, Ali Badrudin dan Akhmad Rudi Masrukhin selaku narasumber dari Baznas Jember. Dalam acara ini yang dipimpin oleh Kepala LPPM menyampaikan "terbentuknya UPZ ini dalam rangka UNEJ berbagi dalam membantu utamanya pegawai-pegawai kampus yang secara ekonomi mengalami kesulitan, musibah dan konidisi kemanusiaan lainnya". Senada dengan yang disampaikan oleh Rektor Unej sebelum secara resmi membuka acara tersebut "kita sudah membentuk halal center, dan yang terdekat adalah lembaga filantropi UPZ UNEJ kita maksimalkan secara internal, kemudian Zona dan Nasional". Pernyataan yang disampaiakan para stake holder ini merupaklan bentuk keseriusan mengelola ZIS dan kepedulian terhadap sesama yang sangat membutuhkan tentunya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
BERITA21/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
Fokus Sejahterakan Umat, BAZNAS RI Teken MoU dengan Kemensos
Fokus Sejahterakan Umat, BAZNAS RI Teken MoU dengan Kemensos
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI tentang penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Penandatanganan MoU tersebut diselenggarakan di Gedung Aneka Bhakti, Kemensos, Senin, (7/10/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, beserta jajaran Pimpinan BAZNAS RI. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menyampaikan, poin-poin yang tercantum dalam MoU tersebut merupakan sinkronisasi dan pelaksanaan program kesejahteraan sosial yaitu rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial, jaminan sosial, dan penanganan fakir miskin. Menurut Kiai Noor, kerja sama yang dibangun juga mencakup pengembangan model kebijakan, strategi, dan program di bidang penyelenggaraan kesejahteraan sosial. "Banyak hal yang bisa kita kerja samakan dan sinergikan dengan Kemensos RI terutama pengentasan kemiskinan. Mudah-mudahan kerjasama ke depan semakin baik lagi, dan lebih intens untuk pengentasan kemiskinan," kata Kiai Noor. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf menjelaskan, diantara program dari kerja sama tersebut adalah penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat miskin, khususnya nelayan. "Tadi banyak yang kami bicarakan dengan BAZNAS. Tapi akan fokus kepada beberapa hal, salah satu di antaranya itu adalah kami ingin membangun satu perkampungan, khususnya mungkin perkampungan nelayan," kata Gus Ipul sapaan akrabnya. Gus Ipul menambahkan, daerah yang menjadi target utama adalah wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem serta pemukiman kumuh. "Pasti ada kriteria yang ditetapkan, misalnya rumahnya tidak layak huni, lantainya masih tanah, kemudian dindingnya rusak," imbuh Gus Ipul. Sementara itu, data yang akan digunakan dalam program ini akan mengacu pada pada DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Akan tetapi tak menutup kemungkinan akan mengkombinasikannya dengan data lain. Sebab Kemensos RI dan BAZNAS juga bekerja sama dalam penyediaan data dan informasi kesejahteraan sosial serta peningkatan sumber daya manusia dalam rangka penyelenggaraan kesejahteraan sosial. "Kami akan assesmen dulu kelayakan rumah-rumahnya, setelah itu bersama-sama membangun program," pungkasnya.
BERITA07/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat