WhatsApp Icon
Antusias, Peserta Ikuti Pelatihan Barista BAZNAS Jember

JEMBER — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jember menggelar pelatihan barista sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (12/1/2026) di Kantor BAZNAS Jember dan diikuti delapan peserta dari kalangan penerima manfaat.

Pelatihan menghadirkan instruktur praktisi sekaligus pengusaha kopi Kabupaten Jember, Wahyu Ari Bowo, yang membekali peserta dengan pengetahuan dasar hingga praktik pembuatan minuman kopi. Materi meliputi pengenalan biji kopi, teknik penggilingan, peracikan manual brew, hingga standar penyajian sesuai kebutuhan pasar.

Menurut Mas Ari, pelatihan dirancang agar peserta memiliki keterampilan yang aplikatif. “Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung. Harapannya, peserta mampu menerapkan keterampilan ini sebagai bekal kerja maupun untuk memulai usaha mandiri di bidang kopi,” ujarnya.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias, mulai dari teknik dasar peracikan hingga simulasi pelayanan pelanggan. Selain keterampilan teknis, peserta juga memperoleh wawasan mengenai peluang usaha kopi skala mikro serta pentingnya menjaga konsistensi kualitas produk.

Antusiasme peserta terlihat dari tanggapan yang disampaikan seusai kegiatan. Fauzan, salah satu peserta, menilai pelatihan ini membuka wawasan baru. “Saya jadi memahami teknik dasar meracik kopi yang benar dan peluang usahanya. Ini sangat bermanfaat untuk rencana membuka usaha kecil,” katanya.

Peserta lainnya, Indriani, mengapresiasi metode pembelajaran yang menekankan praktik. “Kami langsung mencoba sehingga lebih mudah dipahami dan menambah kepercayaan diri. Saya berharap ada pendampingan lanjutan setelah pelatihan ini,” ujarnya.

Melalui pelatihan barista tersebut, BAZNAS Jember menegaskan komitmennya mendorong kemandirian ekonomi mustahik berbasis keterampilan. Program serupa direncanakan berlanjut sebagai bagian dari strategi pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, akses usaha, dan keberlanjutan pendapatan peserta.    

12/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember
Perkuat Sinergi Kelembagaan, FOZ JEMBER Kunjungi BAZNAS Jember Dorong Tata Kelola Zakat yang Akuntabel

JEMBER — Upaya penguatan tata kelola zakat di Kabupaten Jember terus diperkuat melalui sinergi antarlembaga zakat. Komitmen tersebut tercermin dalam kunjungan Forum Zakat (FOZ) JEMBER ke Kantor BAZNAS Kabupaten Jember, Selasa (6/1/2026).

Kunjungan ini dilakukan setelah terlaksananya pemilihan Ketua FOZ Jember untuk periode 2025-2028, pada saat melakukan kunjungan dihadiri langsung oleh Ketua FOZ JEMBER terpilih M. Arifin Abdullah, SE., CAC., Bendahara Khoirul Hamzah, S.Pd., dan Seksi Koordinasi Ernanto, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Jember K. Abdul Aziz, S.S, serta Kepala Pelaksana BAZNAS Jember Abdul Qodir, S.Pd., M.Pd, Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif, dengan fokus pada penguatan koordinasi, konsolidasi kelembagaan, serta peningkatan kualitas tata kelola zakat di tingkat daerah.

Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Jember menegaskan bahwa kunjungan FOZ JEMBER menjadi momentum strategis dalam memperkuat tata kelola zakat yang profesional dan akuntabel di Kabupaten Jember.

“Sinergi antara BAZNAS Jember dan FOZ JEMBER sangat penting untuk memastikan pengelolaan zakat berjalan sesuai prinsip syariah, regulasi yang berlaku, serta menjunjung tinggi akuntabilitas dan transparansi. Dengan kolaborasi yang kuat, zakat dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat,” ujar Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Jember.

Sementara itu, Ketua FOZ JEMBER terpilih menyampaikan bahwa FOZ JEMBER berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi dan penguatan kapasitas antarorganisasi pengelola zakat, baik BAZNAS Jember maupun LAZ di Kabupaten Jember.

“FOZ JEMBER hadir untuk memperkuat ekosistem zakat nasional. Kunjungan ke BAZNAS Jember ini menjadi bagian dari upaya kami dalam membangun keselarasan tata kelola, berbagi praktik baik, serta memperkuat peran lembaga zakat agar semakin dipercaya publik dan berdampak nyata bagi mustahik,” ungkap Ketua FOZ JEMBER terpilih.

Melalui kunjungan ini, BAZNAS Kabupaten Jember berharap terbangun sinergi berkelanjutan dengan FOZ JEMBER dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kesejahteraan umat di Kabupaten Jember.

07/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember
BAZNAS Jember Apresiasi 15 Wisudawan TPQ Terbaik pada Wisuda XXXII LPPTKA-BKPRMI Kabupaten Jember

Jember — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jember memberikan apresiasi kepada 15 wisudawan terbaik Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dalam kegiatan Wisuda XXXII LPPTKA-BKPRMI Kabupaten Jember yang diselenggarakan pada Kamis, 25 Desember 2025, bertempat di GOR PKPSO Jember.

Kegiatan wisuda ini diikuti oleh sebanyak 1.104 santri TPQ dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember. Pemberian apresiasi kepada wisudawan terbaik tersebut merupakan bentuk dukungan nyata BAZNAS Jember terhadap penguatan pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini, sekaligus sebagai motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan prestasi dan akhlak Qur’ani.

Acara wisuda berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri oleh jajaran pengurus LPPTKA-BKPRMI Kabupaten Jember, para orang tua dan wali santri, serta perwakilan BAZNAS Jember. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Jember diwakili oleh Wakil Ketua IV, Dr. Rudi Masrukhin, M.Pd.

Saat ditemui Tim Media BAZNAS Jember Dr. Rudi Masrukhin, M.Pd. menyampaikan bahwa BAZNAS Jember berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan pendidikan keagamaan, khususnya pendidikan Al-Qur’an melalui TPQ. Apresiasi kepada wisudawan terbaik diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus belajar, berprestasi, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, pengurus LPPTKA-BKPRMI Kabupaten Jember menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan BAZNAS Jember terhadap penyelenggaraan pendidikan TPQ. Sinergi antara lembaga zakat dan lembaga pendidikan dinilai penting dalam membangun generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Jember menegaskan peran strategisnya tidak hanya dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan keagamaan yang berkelanjutan di Kabupaten Jember.

25/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember
UPZ Universitas Al-Falah Assunniyah Kencong Jember Serahkan Donasi untuk Korban Banjir Sumatra kepada BAZNAS Jember

 

Jember, 27 November 2025 — BAZNAS Kabupaten Jember menerima amanah donasi kemanusiaan sebesar Rp5.000.000 dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Universitas Al-Falah Assunniyah Kencong Jember (UAS). Donasi tersebut diserahkan oleh H. Ahmad Zuhairus Zaman, B.Sc., M.H., selaku Ketua UPZ sekaligus Wakil Rektor IV, dan diterima langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Jember, Dr. Akhmad Rudi Masrukhin, M.Pd.

Dalam kesempatan tersebut, H. Zuhairus Zaman menyampaikan bahwa donasi ini merupakan hasil kepedulian sivitas akademika Universitas Al-Falah Assunniyah Kencong Jember (UAS) terhadap masyarakat Sumatra yang terdampak banjir. Ia berharap langkah ini dapat memperkuat upaya bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak.

“Ini adalah wujud empati dan solidaritas kami. Semoga donasi ini menjadi bagian dari ikhtiar kolektif untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” ujarnya.

Dr. Akhmad Rudi Masrukhin menyampaikan apresiasi atas amanah yang diberikan UPZ Universitas Al-Falah Assunniyah Kencong Jember (UAS). Menurutnya, kolaborasi lembaga pendidikan dengan BAZNAS memiliki dampak signifikan dalam mempercepat penyaluran bantuan.

“Terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan kampus UAS. Donasi ini akan kami salurkan sesuai kebutuhan mendesak di lapangan, terutama logistik dasar, layanan kesehatan, dan dukungan bagi kelompok rentan,” ungkapnya.

Bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Sumatra telah mengakibatkan kerusakan rumah, terhambatnya aktivitas masyarakat, dan meningkatnya kebutuhan bantuan kemanusiaan. Dalam menghadapi situasi ini, BAZNAS Jember terus menjalin koordinasi dengan berbagai mitra untuk memastikan bantuan tersalurkan secara amanah dan tepat sasaran.

Sebagai bagian dari gerakan solidaritas ini, BAZNAS Jember mengajak masyarakat untuk turut serta memberikan bantuan bagi penyintas banjir.

“Kami mengajak masyarakat Jember untuk bersama-sama membantu penyintas banjir Sumatra. Donasi dapat disalurkan melalui rekening resmi BAZNAS Jember. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan sangat berarti bagi mereka yang terdampak,” demikian ajakan resmi BAZNAS Jember.

Donasi dapat disalurkan melalui:

Bank Syariah Indonesia (BSI)

444.123.5025 a.n. BAZNAS Kabupaten Jember

Konfirmasi donasi: 0852-5860-8289 (M. Yusran Basith)

BAZNAS Jember memastikan seluruh donasi didistribusikan secara transparan, akuntabel, dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

 

 

10/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember
Baznas Jember Dorong Penguatan Forum Rehabilitasi Berbasis Masyarakat

Jember – Komitmen dalam memperkuat layanan sosial bagi penyandang disabilitas kembali ditegaskan BAZNAS Kabupaten Jember melalui partisipasi aktif dalam acara Pembentukan Forum Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) yang diselenggarakan oleh Tanoker dan Perpenca di Hotel Valonia, Senin (01/12/2025).

Dalam kegiatan ini, Wakil Ketua IV BAZNAS Jember, Dr. Akhmad Rudi Masrukhin, M.Pd, hadir sebagai pemateri sharing kolaboratif dengan membawa perspektif kelembagaan zakat dalam memperluas inklusi sosial serta menguatkan ekosistem perlindungan disabilitas di tingkat masyarakat.

Dalam paparannya, Waka IV BAZNAS Jember menekankan bahwa rehabilitasi berbasis masyarakat bukan sekadar pendekatan teknis, tetapi strategi sosial yang menempatkan keluarga dan lingkungan sebagai pusat penguatan kapasitas penyandang disabilitas. BAZNAS Jember, menurutnya, telah menempatkan program disabilitas sebagai prioritas dalam kerangka Jember Peduli.

“BAZNAS Jember mendorong hadirnya layanan yang lebih merata dan berbasis kebutuhan riil. Forum RBM menjadi wadah penting untuk menyatukan pemerintah, komunitas, lembaga sosial, dan amil zakat agar upaya pemberdayaan penyandang disabilitas semakin terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan yang digagas Tanoker dan Perpenca ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari organisasi masyarakat sipil, pendamping penyandang disabilitas, perangkat desa, hingga lembaga keagamaan. Forum RBM diharapkan menjadi jaringan kolaboratif yang bekerja di tingkat akar rumput untuk memperkuat inklusi, layanan rehabilitasi, serta advokasi kebijakan lokal.

BAZNAS Jember menyatakan siap bersinergi dalam penyediaan dukungan sosial, seperti alat bantu disabilitas, pendampingan keluarga, hingga program pemberdayaan ekonomi mustahik penyandang disabilitas.

Pembentukan forum ini menjadi langkah strategis dalam memastikan bahwa penyandang disabilitas memperoleh hak, kesempatan, dan akses layanan yang setara. Melalui sinergi lintas lembaga, Jember diharapkan mampu menjadi kabupaten yang ramah dan responsif terhadap kebutuhan disabilitas.

05/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember

Berita Terbaru

BAZNAS RI Salurkan Paket Hygiene Kit bagi Penyintas Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
BAZNAS RI Salurkan Paket Hygiene Kit bagi Penyintas Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
adan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan sebanyak 300 paket Hygiene Kit bagi penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagai upaya meringankan beban mereka. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan, bantuan berupa paket Hygiene Kit tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian dan solidaritas terhadap saudara-saudara yang sedang menghadapi cobaan erupsi. “Kami di BAZNAS RI berharap bantuan ini dapat mendukung masyarakat dalam menjaga kesehatan dan kebersihan, terutama di tengah situasi yang sulit,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (13/11/2024). Saidah menambahkan, selain menyalurkan paket Hygiene Kit, BAZNAS RI juga telah mendirikan dapur air di empat lokasi dan dapur umum di tiga lokasi dengan 1.400 porsi setiap hari untuk memastikan kebutuhan pangan harian masyarakat terdampak bisa tercukupi. “Kami juga mendistribusikan terpal dan alas tidur agar masyarakat yang tinggal di pengungsian dapat beristirahat dengan lebih nyaman. Tak lupa, kami juga membagikan masker untuk melindungi kesehatan masyarakat dari paparan debu vulkanik yang dapat membahayakan pernapasan,” ucap Saidah. Dia menegaskan, BAZNAS RI akan terus berkomitmen mendampingi dan memberikan bantuan yang diperlukan. Tidak hanya di tahap tanggap darurat ini, tetapi juga dalam pemulihan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat terdampak setelah kondisi membaik. “Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendoakan keselamatan dan perlindungan bagi saudara-saudara kita yang terdampak. Semoga segala bentuk bantuan yang diberikan dapat meringankan beban mereka dan membawa berkah bagi semua yang terlibat,” ujarnya.
BERITA13/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Wujudkan Kesejahteraan Umat, BAZNAS RI Perkuat Lima Pilar Keberlanjutan Program BMD
Wujudkan Kesejahteraan Umat, BAZNAS RI Perkuat Lima Pilar Keberlanjutan Program BMD
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat peran program Microfinance Desa (BMD) sebagai instrumen efektif dalam upaya pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan umat, melalui penguatan lima pilar utama keberlanjutan program. Hal tersebut mengemuka pada Pengajian Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman dengan tema "Perkembangan dan Kinerja BAZNAS Microfinance", yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS dan disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Selasa (12/11/2024). Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Pembina Wilayah Kaltim, Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman Hosen M.S., M.Ec., Ph.D, dalam keterangannya menyampaikan, BAZNAS Microfinance Desa (BMD) merupakan solusi pemberdayaan ekonomi bagi mustahik, terutama para pelaku usaha mikro yang membutuhkan dukungan modal dan pendampingan usaha. "Seperti yang kita ketahui di Indonesia pelaku usaha mikro sangat banyak, dan sebagian besar dari mereka berada dalam kondisi kemiskinanan," kata Nadratuzzaman. Nadratuzzaman mengatakan, hadirnya Program BMD menjadi salah satu contoh praktik keuangan mikro syariah yang berkelanjutan dan adil. Dengan fokus pada kelembagaan, keuangan, kebijakan, SDM, dan teknologi, BAZNAS optimis dapat mengantarkan masyarakat menuju kesejahteraan yang lebih mandiri dan berkelanjutan. "Sesuai dengan visi kami untuk menjadi lembaga Utama menyejahterakan umat, BAZNAS berharap dapat mewujudkan kesejahteraan yang dicita-citakan bangsa ini melalui program BMD, dengan memanfaatkan dana zakat yang diamanahkan oleh para muzaki," ujarnya. Sementara itu, Kepala Divisi Bank Zakat Mikro BAZNAS RI Noor Aziz, dalam paparan menyampaikan, terdapat lima pilar utama yang harus diperkuat untuk mencapai keberhasilan program BMD, yaitu pilar kelembagaan, keuangan, kebijakan, sumber daya manusia (SDM), dan teknologi. "Setiap pilar memainkan peran penting dalam memastikan bahwa program ini dapat memberikan dampak jangka panjang bagi penerima manfaat," ujar Noor Aziz Noor Aziz menjelaskan, pilar kelembagaan menjadi fondasi utama bagi operasional BMD, memungkinkan program ini berfungsi efektif sebagai lembaga keuangan mikro syariah yang mendukung usaha mikro mustahik, serta meningkatkan akuntabilitas dan transparansi. "Dengan menggunakan skema pembiayaan syariah berbasis al-Qardh al-Hasan. Kami ingin memastikan program ini murni membantu mustahik tanpa membebani,” ujar Noor. Menurutnya, BAZNAS terus melatih SDM agar kompeten dalam mengelola dana, menganalisis kebutuhan usaha, dan mendampingi mustahik mengembangkan bisnis mikronya. "Tidak hanya itu, penggunaan sistem informasi yang terintegrasi juga memungkinkan BAZNAS memantau perkembangan usaha mustahik secara real-time, memastikan penggunaan dana tepat sasaran, dan meningkatkan transparansi," jelas Noor. "Dengan penguatan lima pilar ini, BAZNAS berharap BMD dapat berperan sebagai solusi nyata dalam menciptakan masyarakat mandiri yang mampu mengentaskan diri dari kemiskinan," ucapnya. ------------- Informasi Pusdiklat 0851-7519-419
BERITA12/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Kiai Ajat: Program ZMart UPZ Masjid Nurul Ilmi Makassar Mampu Dorong Ekonomi Masyarakat Sekitar
Kiai Ajat: Program ZMart UPZ Masjid Nurul Ilmi Makassar Mampu Dorong Ekonomi Masyarakat Sekitar
Kehadiran minimarket ZMart Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Nurul Ilmi Universitas Negeri Makassar (UNM) di Jalan Raya Pendidikan, Gunung Sari, Kota Makassar, Sulawesi Selatan dinilai mampu mendorong perekonomian masyarakat sekitar. Hal tersebut dikemukakan Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc. MA melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (12/11/2024). Menurut Kiai Ajat, begitu ia biasa disapa, selain di wilayah masjid, keberadaan ZMart UPZ BKM Nurul Ilmi juga dinilai mampu memudahkan ribuan mahasiswa UNM dalam memenuhi kebutuhan sehari- hari. "Tentunya dengan adanya program ZMart ini, BAZNAS dapat memantau setiap perkembangan mustahik binaan dari segi omzet usahanya," ujar Kiai Ajat yang juga Pembina Wilayah BAZNAS Provinsi se-Sulsel. Alumni Al-Azhar Kairo ini menambahkan, program ZMart merupakan salah satu program unggulan BAZNAS RI yang telah terbukti memberi kesejahteraan kepada para mustahik serta mampu meningkatkan perekonomian keluarga miskin. "Program ZMart ini merupakan komitmen BAZNAS dalam mendorong kesejahteraan mustahik sehingga mampu menjadikan mereka menjadi muzaki di kemudian hari" ucapnya. Lebih lanjut Kiai Ajat mengharapkan, ZMart UPZ Masjid Nurul Ilmi Makassar terus berjalan lancar sehingga mampu membantu perekonomian masyarakat yang membutuhkan di sekitar. "Kami berharap melalui program itu para mustahik dapat berkembang dan ekonominya meningkat," ujarnya. Minimarket ZMart yang diiniasi oleh UPZ BKM Nurul Ilmi UNM telah beroperasi selama 4 tahun sejak September 2021. Ketua BAZNAS Kota Makassar, HM Ashar Tamanggong mengapresiasi UPZ BKM Nurul Ilmi karena berinisiatif melaksanakan program ZMart ini. Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk berzakat melalui UPZ atau BAZNAS Kota Makassar. “Kenapa kita penting berzakat lewat UPZ dan BAZNAS, karena keduanya menyalurkan bantuan dengan tepat pada sasaran yang diharapkan yakni kepada kaum dhuafa,” ujar Ashar yang juga Dirut PT Saudi Amanah Wisata Umrah dan haji Plus ini. ZMart binaan BAZNAS Kota Makassar dan BKM UPZ Masjid Nurul Ilmi UNM ini diharapkan terus berkembang, sehingga keuntungannya dan dalam waktu tertentu dialokasikan untuk membantu mahasiswa dan masyarakat kurang mampu yang membutuhkan. "ZMart ini berada di tengah kampus UNM untuk melayani mahasiswa dan jamaah Masjid Nurul Ilmi, juga masyarakat di wilayah sekitar kampus ini. Kami menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari," ujar Manajer ZMart UPZ BKM Masjid Nurul Ilmi, Nawadia Rahmat kepada awak media yang mengikuti media visit tim BAZNAS Media Center (BMC) ke BAZNAS Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pekan lalu. Rahmat menjelaskan, dalam melayani konsumen, ZMart UPZ BKM Nurul Ilmi telah mamanfaatkan pembayaran digital (QRIS) dan e-wallet yang sudah sangat populer digunakan oleh mahasiswa dan masyarakat sebagai alat pembayaran cashless melalui e-wallet OVO, DANA, Gopay, ShopeePay, SpeedCash, atau dari aplikasi mobile banking yang sudah banyak beredar. Ketua BKM UPZ Masjid Nurul Ilmi, H Kulasse Kana dan pengawas UPZ, Darwis Mallolowar menambahkan, selain ZMart, pihaknya juga memiliki sejumlah program kegiatan berupa pelatihan pembuatan kue tradisional dan pelatihan pertanian perkotaan (urban farming). “Alhamdulillah, kegiatan ini bisa bermanfaat bagi warga setempat karena lahan pertanian di kota terbatas,” tandasnya.
BERITA12/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Beri Apresiasi Mitra Pengumpulan, BAZNAS RI Dorong Penguatan Layanan Zakat Karyawan
Beri Apresiasi Mitra Pengumpulan, BAZNAS RI Dorong Penguatan Layanan Zakat Karyawan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggelar Malam Apresiasi Mitra BAZNAS 2024 sebagai upaya mendorong pelayanan dan pengumpulan Zakat Karyawan Langsung (ZKL) di lingkungan karyawan kementerian, lembaga negara, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan swasta. Acara penganugerahan untuk mitra BAZNAS tersebut dilaksanakan di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin malam (11/11/2024). Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan Prof (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, M.Ec., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA., Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Arifin Purwakananta, Deputi BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. M. Imdadun Rahmat, M.Si, Direktur Pengumpulan Badan BAZNAS RI Faisal Qosim, Ketua Pelaksana Acara sekaligus Kepala Divisi Zakat Karyawan BAZNAS Mohan, juga perwakilan dari 64 Mitra BAZNAS RI yang terdiri dari 17 Kementerian, 9 Lembaga Negara, 13 BUMN, dan 21 swasta. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, karena kehadiran Bapak/Ibu semuanya membanggakan kami sekaligus juga memperteguh keyakinan kami bahwa alhamdulillah BAZNAS selama ini mendapatkan dukungan dan bantuan yang luar biasa dari bapak ibu semuanya," kata Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., dalam sambutannya. Kiai Noor menjelaskan, sesuai dengan amanat UU No. 23 Tahun 2011, BAZNAS diamanahkan untuk melakukan pengelolaan zakat mulai dari kegiatan perencanaan, pelaksanaan, pengkoordinasian pengumpulan, pendistribusian, dan pendayagunaan dana Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) secara nasional. "Salah satu cara BAZNAS dalam melaksanakan kegiatan pengumpulan zakat itu adalah dengan memfasilitasi layanan zakat karyawan langsung, ZKL, dimana karyawan yang berada di instansi dapat menunaikan zakat profesinya secara langsung melalui BAZNAS melalui sistem payroll atau transfer," jelasnya. "Jadi, dengan adanya ZKL ini, BAZNAS memfasilitasi para pegawai yang ada di lingkungan kementerian, lembaga negara, BUMN maupun swasta dan memberikan dampak yang cukup signifikan bagi penguatan pengelolaan zakat di setiap instansi," tambahnya. Kiai Noor menerangkan, saat ini terdapat 64 Mitra ZKL BAZNAS yang telah melaksanakan pengumpulannya, dengan total pengumpulan sebesar Rp18 miliar per tahun. Ia berharap, para mitra tersebut dapat terus bekerja sama mendorong kualitas layanan dan mengoptimalkan pengumpulan dana ZIS di instansi masing-masing. "Kami berharap para mitra dapat terus mendorong peningkatan pelayanan dan pengumpulan zakat karyawan di instansi masing-masing dengan mendorong kebijakan pengumpulan zakat dan peningkatan literasi zakat, dengan fasilitas layanan zakat pegawai yang ada di kementerian, lembaga negara, BUMN maupun swasta,” ucapnya. Kiai Noor berharap, hal ini dapat memperkuat tata kelola zakat yang baik, efektif dan efisien, serta mendorong kemanfaatannya, salah satunya untuk membantu mensejahterakan umat dan mengentaskan kemiskinan. "Kami tidak bisa membalas apapun kepada Bapak/Ibu isemuanya, para mitra yang telah memfasilitasi para muzaki, mutashoddiq, munfik di kantor dan lembaganya masing-masing,” ucapnya. “Mudah-mudahan apa yang bapak ibu lakukan dalam mensyiarkan dakwah zakat ini dapat menaikkan derajat bapak ibu semua sehingga nanti di akhirat kita semua berada dibawah benderanya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam," ujar Kiai Noor.
BERITA12/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Bank Makanan BAZNAS Distribusikan 4.000 Sajian Berkah Bergizi untuk Masyarakat Miskin di Bogor
Bank Makanan BAZNAS Distribusikan 4.000 Sajian Berkah Bergizi untuk Masyarakat Miskin di Bogor
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program Bank Makanan BAZNAS melakukan pendistribusian 4000 paket makanan Sajian Berkah Bergizi untuk untuk masyarakat miskin di wilayah Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/11). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA. mengatakan, pendistribusian paket makanan Sajian Berkah Bergizi ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan guna memenuhi gizi mereka. "Pendistribusian makanan ini juga sebagai upaya meringankan beban mustahik, serta menjadi bagian dari upaya untuk memperkuat solidaritas sosial di masyarakat, terutama bagi mereka yang rentan, penyandang disabilitas dan masyarakat yang kurang mampu." kata Saidah dalam keterangan tertulis, Minggu (10/11/2024). Menurut Saidah, pendistribusian makanan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk turut serta dalam memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan. "Sajian Berkah Bergizi yang disiapkan BAZNAS merujuk pada pemenuhan gizi seimbang dan proses Bank Makanan menerapkan prinsip EMAS yaitu 4 prinsip dalam pendistribusian bantuan makanan diantaranya Enak, Mudah diakses, Aman dikonsumsi, dan Sederhana dalam pengemasan," jelasnya. Pendistribusian program Bank Makanan diberikan kepada mustahik dengan asnaf fakir, miskin, dan fisabililah dengan prioritas penyaluran kepada kluster pekerja rentan, kluster difabel, kluster orang terlantar, kluster panti/yayasan dhuafa, yatim piatu serta klaster tenaga pendidik dan dakwah berpenghasilan rendah. "Semoga pendistribusian ini dapat membantu meringankan kebutuhan makanan bergizi bagi masyarakat difabel dan masyarakat rentan di Kecamatan Ciseeng, Bogor," tuturnya. Saidah juga mengatakan bantuan ini merupakan buah dari kebaikan yang terus dilakukan masyarakat melalui BAZNAS, yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat yang membutuhkan. "BAZNAS mengucapkan terima kasih atas uluran tangan dari donatur yang telah berbagi dengan masyarakat rentan yang membutuhkan bantuan. Semoga keberkahan selalu menyertai kita semua," ucapnya. Untuk diketahui, BAZNAS mengoperasionalkan dapur umum lapangan di daerah Ciseeng dengan melibatkan masyarakat sekitar. Adapun paket makanan tersebut didistribusikan kepada masyarakat miskin yang berada di wilayah Kecamatan Ciseeng yang rata-rata mereka adalah para pekerja serabutan dengan penghasilan yang tak menentu. Program Bank Makanan merupakan salah satu upaya BAZNAS untuk menyelesaikan dua masalah besar yaitu mengurangi jumlah makanan yang terbuang sia-sia dan memberikan akses makanan sehat untuk orang yang kekurangan melalui pendekatan kolaboratif bekerja sama dengan berbagai pihak.
BERITA10/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Rakorda se-Provinsi Sumbar, BAZNAS RI Tekankan Pentingnya Pengelolaan Zakat secara Efektif dan Efisien
Rakorda se-Provinsi Sumbar, BAZNAS RI Tekankan Pentingnya Pengelolaan Zakat secara Efektif dan Efisien
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menekankan pentingnya pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) yang efisien dan efektif dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umat. Hal tersebut disampaikan Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kolonel. Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) se-Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (9/11/2024). Dalam kesempatan ini, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan dan Umum Kolonel. Caj (Purn) Drs. Nur Chamdani menekankan, zakat memiliki potensi besar untuk mengatasi kemiskinan jika dikelola dengan baik. “Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia memiliki potensi zakat yang luar biasa. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya tergarap akibat pengelolaan yang belum optimal,” ujarnya. Menurut Nur Chamdani, efisiensi dan efektivitas dalam pengelolaan zakat dapat membantu mempercepat pengurangan kemiskinan. Ia menekankan, dengan pengelolaan yang lebih efisien, zakat dapat menjadi salah satu solusi untuk menekan angka kemiskinan dan ketimpangan sosial di Indonesia. “Kami berharap dengan dukungan semua pihak, potensi zakat besar ini dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan umat,” jelasnya. Untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan zakat, kata Nur Chamdani, perlu penguatan sumber daya manusia (SDM) atau Insan BAZNAS. Dibutuhkan optimalisasi profesionalitas, keterampilan, dan keilmuan SDM BAZNAS dan LAZ. "SDM yang kuat, profesional, dan andal ini sangat diperlukan untuk mendukung kesejahteraan umat," tuturnya. Menurutnya, tiga hal yang harus menjadi karakter yang dimiliki seorang Insan BAZNAS yaitu Profesional, Amanah dan Istiqomah (Pro-ma-nis). Profesional, yakni seorang Insan BAZNAS menjalankan pekerjaannya dengan baik, terencana, tepat waktu, efisien dan efektif. "Amanah, yakni seorang Insan BAZNAS memiliki akhlak yang baik dan dapat menjalankan kepercayaan muzakki dengan penuh dan bertanggung jawab. Sementara Istiqomah, yaitu seorang Insan BAZNAS menjalankan seluruh tugas dan tanggung jawabnya dengan konsisten," ujarnya. Dengan penguatan SDM dan kelembagaan sangat diperlukan untuk membuat pengelolaan zakat lebih efisien dan efektif. Pasalnya, pengelolaan zakat yang efektif dan efisien dapat menghadirkan manfaat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. “Mari bersama-sama kita jadikan zakat sebagai instrumen yang kuat untuk membangun kesejahteraan umat,” ucapnya.
BERITA10/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS RI Apresiasi Program Pemberdayaan Mustahik BAZNAS Bone
BAZNAS RI Apresiasi Program Pemberdayaan Mustahik BAZNAS Bone
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengapresiasi program pemberdayaan ekonomi untuk mustahik melalui pemberian bantuan modal usaha dan pembinaan UMKM yang dilaksanakan oleh BAZNAS Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). "Alhamdulillah ini adalah bentuk konkret dari pelayanan BAZNAS Kabupaten Bone untuk mengentaskan kemiskinan serta memperkuat ekonomi masyarakat di sana dengan memberikan akses terhadap pembiayaan produktif, seperti bantuan modal usaha ZMart, kedai minuman, penjual gorengan dan tukang jahit," kata Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional sekaligus Pembina Wilayah BAZNAS Provinsi se-Sulsel, KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (9/11/2024). Kiai Ajat berterima kasih kepada BAZNAS Provinsi, Kabupaten/Kota dan seluruh stakeholder yang telah membantu hadirnya program pemberdayaan ekonomi BAZNAS di Kabupaten Bone. Menurutnya, hal ini merupakan sinergi positif yang terjalin untuk memberi manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan. "Alhamdulillah, kami sangat bersyukur BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota terus bergerak memberikan kebermanfaatan dan keberkahan bagi masyarakat yang membutuhkan, dan tentunya juga berkat dukungan yang positif dari seluruh stakeholder setempat," kata Kiai Ajat. Kiai Ajat menambahkan, adanya bantuan modal yang diberikan kepada para mustahik di Kabupaten Bone diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat serta membantu mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Bone. "Dana zakat yang disalurkan masyarakat melalui BAZNAS sangat memberikan manfaat untuk orang-orang yang ingin meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang ekonomi. Dalam hal ini juga BAZNAS tidak hanya memberikan dana, namun mustahik juga dibekali pelatihan. Hal ini dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengelola perekonomian mereka," ujarnya. Adapun para penerima manfaat sebagian besar merupakan pedagang kecil, baik di pasar tradisional maupun pedagang keliling. Dalam kegiatan tersebut, mustahik juga diberikan motivasi, teknik pemasaran, pengelolaan keuangan, serta strategi perdagangan lainnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS Bone, Drs. H. Zainal Abidin menyampaikan, program ini merupakan bentuk komitmen BAZNAS Kabupaten Bone dalam membantu meningkatkan kualitas hidup mustahik. “Kami berharap dengan bantuan ini, para pedagang dapat mengembangkan usaha mereka, meningkatkan pendapatan, dan secara tidak langsung juga membantu mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Bone,” ujarnya. "Program ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang yang positif bagi para pedagang kecil di Bone," kata Zainal.
BERITA09/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Apresiasi Kinerja BAZNAS, Plt Gubernur Sumbar Dorong Optimalisasi Pengumpulan ZIS
Apresiasi Kinerja BAZNAS, Plt Gubernur Sumbar Dorong Optimalisasi Pengumpulan ZIS
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Barat, Audy Joinaldy mengapresiasi peran besar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam mendukung berbagai kegiatan sosial dan upaya penanggulangan bencana di Sumatera Barat (Sumbar), serta mendorong optimalisasi pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di wilayah tersebut. Pernyataaan itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Barat, di Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (8/11/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat Bukhari, serta para perwakilan BAZNAS Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumatera Barat. Audy Joinaldy mengatakan, peran BAZNAS Sumbar dalam memberikan bantuan kemanusiaan dan sosial telah banyak membantu masyarakat Sumbar, terutama pada masa-masa bencana yang kerap terjadi di Sumbar. "Ke depannya kami berharap BAZNAS bisa berperan lebih besar dalam menggerakkan perekonomian masyarakat bawah dengan program-program yang dihadirkan," ucap Audy Joinaldy. Lebih lanjut, Audy Joinaldy mengatakan, BAZNAS Sumbar merupakan salah satu lembaga pengelola zakat terbaik di Indonesia karena dinilai mampu mengumpulkan dana zakat dalam jumlah besar. "BAZNAS Sumbar menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia karena secara persentase dana zakat yang terkumpul dari 5,7 juta masyarakat Sumbar cukuplah besar," katanya. Menurutnya, capaian ini merupakan bukti kepercayaan masyarakat Sumbar yang besar kepada BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang amanah. Audy Joinaldy juga berharap, BAZNAS dapat memperluas peran strategisnya dalam mendukung Pemprov Sumbar untuk mengatasi kemiskinan dan mencapai kesejahteraan merata, tidak hanya lewat bantuan sosial dan penanggulangan bencana, tetapi juga melalui program pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat prasejahtera. Menurut Audy Joinaldy, dengan lebih banyak program yang diarahkan pada sektor ekonomi, BAZNAS dapat berkontribusi lebih besar dalam pengentasan kemiskinan di Sumatera Barat, sehingga capaian kesejahteraan di Provinsi Sumbar dapat meningkat lebih signifikan. "Untuk itu kita mengimbau masyarakat Sumbar yang ingin menyalurkan zakat bisa melalui BAZNAS baik di provinsi maupun kabupaten dan kota," ujarnya. Sementara itu,Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., turut memberikan apresiasi terhadap BAZNAS Sumbar, yang menurutnya memiliki kelembagaan yang sangat baik. Kiai Noor mengatakan, BAZNAS Sumbar memiliki sumber daya manusia (SDM) yang handal, jaringan yang kuat, serta infrastruktur digital yang sudah berkembang pesat. "Dengan potensi ini, BAZNAS Sumbar diharapkan bisa mengelola zakat dengan maksimal," ujar Kiai Noor. Dalam kesempatan tersebut, Kiai Noor mendorong seluruh BAZNAS di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk bersinergi , memaksimalkan potensi yang ada agar pengelolaan zakat semakin optimal. "Oleh karena itu Rakorda ini sangat penting untuk memperkuat ke dalam secara organisasi dan keluar untuk penyaluran sehingga bantuan pada mustahik bisa lebih bermanfaat," katanya Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sumbar Bukhari menyampaikan, meskipun pengumpulan zakat di Sumbar menunjukkan tren positif, potensi zakat di wilayah ini masih dapat ditingkatkan. Berdasarkan data yang disampaikan, Bukhari mengungkapkan, potensi zakat di Sumatera Barat mencapai Rp4,3 triliun per tahun. "Dari potensi itu, yang terkelola saat ini baru sekitar Rp475 miliar per tahun," katanya. Bukhari menyebutkan, hal ini menunjukkan bahwa masih ada ruang yang luas untuk meningkatkan penerimaan zakat di Sumatera Barat. Menurutnya, zakat yang telah berhasil dikumpulkan saat ini cukup besar jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Sumbar. Hal ini menjadi bukti kuatnya kepercayaan masyarakat kepada BAZNAS dalam pengelolaan dana sosial yang transparan dan akuntabel. Bukhari berharap, melalui Rakorda ini, berbagai upaya untuk memaksimalkan potensi zakat di Sumbar dapat dibahas dan dirumuskan bersama.
BERITA09/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS RI Dirikan Dapur Umum dan Distribusi Alas Tidur untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
BAZNAS RI Dirikan Dapur Umum dan Distribusi Alas Tidur untuk Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendirikan dapur umum dan mendistribusikan alas tidur untuk warga terdampak dan korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terjadi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), beberapa waktu lalu. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan, BAZNAS RI mendirikan dapur umum di SDK Lewolaga, Titehena, Kabupaten Flores Timur dengan menyediakan 800 porsi makanan setiap hari untuk warga terdampak sejak Jumat (8/11/2024). “Kami berharap, dapur umum ini dapat menyediakan makanan bergizi bagi para pengungsi, sehingga mereka tetap terjaga kesehatannya di tengah situasi yang sulit,” ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (9/11/2024). Tak hanya mendirikan dapur umum, ungkap Saidah, BAZNAS RI juga mendistribusikan alas tidur kepada para korban terdampak. Menurutnya, bencana ini telah membawa dampak yang besar pada kehidupan, menyebabkan kehilangan tempat tinggal, rasa aman, dan kenyamanan sehari-hari. “Dalam situasi seperti ini, penting bagi kita untuk hadir memberikan bantuan yang nyata dan tepat guna. Dapur umum dan distribusi alas tidur ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan sedikit ketenangan bagi mereka, terutama di malam hari yang mungkin terasa sangat berat karena harus jauh dari rumah,” katanya. Saidah menambahkan, inisiatif tersebut tidak akan berjalan lancar tanpa dukungan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, lanjutnya, BAZNAS mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak para relawan, masyarakat sekitar, dan para muzaki yang telah memberikan kontribusi terbaiknya. “Kami di BAZNAS berkomitmen untuk terus membantu masyarakat yang membutuhkan di berbagai pelosok Indonesia. Semoga Allah SWT memberikan kekuatan dan kesabaran kepada saudara-saudara kita yang terdampak, serta membalas kebaikan semua pihak yang telah terlibat dalam kegiatan ini dengan pahala yang berlipat ganda,” ucapnya. Mari panjatkan doa dan bantu ringankan beban korban bencana di Indonesia dengan bersedekah via Dompet Bencana dan Kemanusiaan: BSI 9000055740 BCA 6860737777 a.n. Badan Amil Zakat Nasional Atau klik: baznas.go.id/sedekahbencana Layanan BAZNAS wa.me/6281188821818 [email protected]
BERITA09/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS RI Dirikan Dapur Air untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
BAZNAS RI Dirikan Dapur Air untuk Warga Terdampak Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendirikan dapur air untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang terjadi di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, mengatakan pendirian dapur air bersih merupakan bentuk respon cepat BAZNAS dalam menanggapi bencana. Tidak hanya mendirikan dapur air, pihaknya juga menerjunkan tim untuk melakukan evakuasi warga ke tempat yang aman. “Dapur air ini hadir untuk membantu memenuhi kebutuhan darurat air konsumsi bagi warga terdampak erupsi yang tinggal di pengungsian," ujar Saidah, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (8/11/2024). Saidah menuturkan BAZNAS juga telah membagikan masker kepada para penyintas untuk melindungi mereka dari risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan debu vulkanik. “Abu vulkanik ini berbahaya bagi kesehatan, karenanya kami mengimbau agar masyarakat selalu memakai masker,” kata Saidah. Maka itu, kata Saidah, BAZNAS terus berupaya memaksimalkan pelayanan untuk warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. "BAZNAS juga terus berupaya memberikan layanan bagi para warga terdampak terutama memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka agar cepat pulih," ucapnya. Saidah juga mengajak masyarakat untuk ikut bersama-sama mendoakan yang terbaik serta memberikan bantuan untuk para korban terdampak erupsi Gunung. Sebelumnya, aktivitas vulkanik gunung api berketinggian 1.584 mdpl yang terjadi pada Minggu (3/11/2024) berdampak pada sejumlah desa di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Wulanggitang, Kecamatan Ile Bura, dan Kecamatan Titehena. Di Kecamatan Wulanggitang, ada 6 desa yang terdampak, yaitu Desa Pululera, Nawokote, Hokeng Jaya, Klatanlo, Boru, dan Boru Kedang. Kemudian di Kecamatan Ile Bura, sebanyak 4 desa terdampak, yaitu Desa Dulipali, Nobo, Nurabelen, dan Riang Rita. Sedangkan di Kecamatan Titehena, berpengaruh pada empat desa, yaitu Desa Konga, Kobasoma, Bokang Wolomatang, dan Watowara.
BERITA08/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS RI Umumkan Tiga Pemenang Terbaik Santripreneur Kompetisi PSP3 IPB University
BAZNAS RI Umumkan Tiga Pemenang Terbaik Santripreneur Kompetisi PSP3 IPB University
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3) Institut Pertanian Bogor (IPB) University mengumumkan tiga pemenang terbaik dalam ajang BAZNAS Santripreneur Kompetisi PSP3 IPB University 2024, serta menyerahkan bantuan bagi para pemenang. Pemenang kompetisi BAZNAS Santripreneur Kompetisi PSP3 IPB University 2024 di antaranya, Juara Pertama diraih oleh Listiana Nur Hafidzah dari Pondok Pesantren Sabilillah, Surabaya, Jawa Timur; Juara Kedua adalah Annisa Dwi Kusumahany dari Pondok Pesantren Ar-Rahmah Putri Dau, Malang, Jawa Timur; dan Juara Ketiga diberikan kepada Yanyan Rianto dari Pondok Pesantren Kalangsari, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Penyerahan bantuan tersebut diselenggarakan di Cipanas, Kab. Cianjur, Jawa Barat, Kamis (7/11/2024). Hadir menutup acara Boothcamp dan Grand Final Santripreneur Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M Imdadun Rahmat, MSi., serta Kepala PSP3 IPB University, Dr. rer. nat. Jaenal Effendi, S.Ag, MA. Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si, menyampaikan selamat kepada para pemenang yang telah berhasil menjadi yang terbaik dari peserta boothcamp santripreneur ini. Adapun total bantuan yang diberikan senilai Rp567.500.000 kepada 100 penerima manfaat peserta program Santripreneur Kompetisi PSP3 IPB University 2024. Imdadun mengatakan, ketiga santri tersebut dinobatkan sebagai pemenang, karena dinilai berhasil menunjukkan keterampilan mereka dalam menyusun konsep bisnis yang inovatif dan relevan. "Kami ucapkan selamat kepara para pemenang. Kami sangat bangga atas pencapaian para santri. Ini membuktikan bahwa santri memiliki potensi besar dalam dunia usaha dan dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal" ujar Imadadun. Lebih lanjut, Imadadun juga menyoroti, pentingnya peran santri dalam membangun ekonomi umat. Menurutnya, santri memiliki potensi besar sebagai lokomotif penggerak ekonomi masyarakat yang berbasis nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan, terutama melalui pendekatan berbasis pesantren. Imdaun menyampaikan, BAZNAS akan terus mendukung program Santripreneur ini agar semakin banyak santri yang dapat mengikuti dan merasakan manfaatnya. “Program ini bukan hanya tentang memenangkan kompetisi, tetapi juga tentang menyiapkan santri untuk menjadi wirausahawan yang andal dan berdaya saing,” katanya. Imdadun berharap, keberhasilan ketiga santri di ajang Santripreneur Kompetisi PSP3 IPB University 2024 ini diharapkan menjadi awal dari perjalanan panjang mereka dalam dunia kewirausahaan dan menjadi contoh positif bagi para santri lainnya di seluruh Indonesia. Sementara itu, Kepala PSP3 IPB University, Dr. rer. nat. Jaenal Effendi, S.Ag, MA, mengungkapkan rasa bangganya terhadap para santri yang berpartisipasi dalam kompetisi ini. Menurutnya, keberanian mereka untuk mengembangkan usaha di tengah keterbatasan merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan ekonomi masyarakat. "Di balik dinding pesantren, lahir calon wirausahawan muda yang siap beraksi," ucap Jaenal. Jaenal menekankan, pentingnya kolaborasi antara BAZNAS dan IPB University dalam menyelenggarakan program ini. PSP3 sebagai lembaga penelitian yang fokus pada pembangunan pedesaan memiliki misi yang sejalan dengan tujuan BAZNAS untuk menciptakan dampak ekonomi yang luas di masyarakat. “Kami sangat bangga bisa berkolaborasi dengan BAZNAS dalam program yang memiliki dampak signifikan ini. Semoga kegiatan ini akan terus berlanjut ditahun-tahun berikut sehingga akan semakin banyak mencetak santri-santri berprestasi yang membawa gebrakan inovasi baru dalam usaha pertanian,” ucapnya.
BERITA08/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Program ZChicken BAZNAS di Sulsel Bantu Ekonomi Keluarga Salma
Program ZChicken BAZNAS di Sulsel Bantu Ekonomi Keluarga Salma
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus berkomitmen menyusun dan menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada peningkatan ekonomi dan bertujuan mencetak enterpreneur baru dari kalangan mustahik. Salah satunya melalui program ZChicken. Salmawati (50) asal Kota Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) merupakan salah satu penerima manfaat yang merasakan dampak positif dari bantuan program ZChicken BAZNAS. Setelah ditinggal suaminya, Salmawati kini harus menghidupi ketiga anaknya seorang diri. Tentu tidak mudah, apalagi anak-anaknya masih sekolah. Namun kini, perempuan usia 50 tahun asal Sulawesi Selatan (Sulsel) ini merasa sangat terbantu setelah mendapatkan permodalan dari BAZNAS melalui Program ZChicken. Sejak dua minggu memulai usaha ZChicken, Salma demikian sapaanya, telah menjual sebanyak 30 potong ayam goreng krispi setiap harinya. Setiap harinya, Salma berjualan di depan rumahnya dengan gerobak mulai pukul 09.00-22.00. Pembelinya memberikan tanggapan positif mengenai cita rasa ZChicken. "Alhamdulillah, saya bersyukur bisa menjual 30 potong ayam goreng krispi setiap harinya dalam kurun waktu dua minggu sejak buka usaha ini," ucap Salma saat ditemui di Kota Makassar, Sulsel pada Rabu (6/11/2024) malam. Meski penghasilannya terbilang kecil dan belum memadai untuk mencukupi kehidupan sehari-hari, tapi Salma tetap merasa bersyukur. Setidaknya, dengan memiliki usaha dan bantuan Program ZChicken BAZNAS, dia masih punya harapan di masa depan. Apalagi menurutnya, semua permodalan dan bahan-bahan masih disalurkan dari BAZNAS, baik itu daging ayam dan bahan lainnya. "Semua bahan belum ada yang beli masih bantuan dari BAZNAS. Omzet dari jualan seminggu itu mencapai 700 ribu. Alhamdulillah ada harapan untuk biaya sekolah anak saya," ujar Salma. Selain menjalani usaha ZChicken, untuk menambah penghasilan dia juga melengkapi dengan menjual minuman. Salma bersyukur dirinya menjadi salah satu mustahik yang dapat binaan BAZNAS Sulsel. Ia pun mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS yang telah mengangkat derajat hidup keluarganya menjadi lebih sejahtera. "Sejak suami wafat, saya banting tulang sendiri. Anak saya itu 4, yang 1 orang sudah menikah. Jadi saya harus menghidupi 3 anak. Alhamdulillah berkat Program ZChicken, ekonomi keluarga saya terbantu. Terima kasih BAZNAS," ucap Salma. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional sekaligus Pembina Wilayah BAZNAS Propinsi Sulsel, KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA mengatakan, ZChicken merupakan program BAZNAS yang dilaksanakan secara nasional sebagai upaya dalam meningkatkan kualitas mustahik. Program ZChicken ini jelasnya, merupakan salah satu program unggulan BAZNAS yang bertujuan memberdayakan umat melalui usaha kuliner berbasis ayam goreng krispi yang dikelola oleh para mustahik atau penerima manfaat. "Program ZChicken ini menjadi komitmen BAZNAS dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan umat," ujar Kiai Ajat melalui keterangan tertulis, Jumat (8/11/2024). Kiai Ajat berharap Program ZChicken ini mampu direplikasi oleh BAZNAS daerah dengan harapan mampu menjadi program yang lebih masif. Ia menambahkan, BAZNAS menyediakan pelatihan, modal usaha, dan dukungan pemasaran bagi para peserta, dibekali dengan keterampilan mengolah ayam goreng berkualitas, teknik pemasaran dan manajemen keuangan. "Program ZChicken ini menjadi tanggungjawab BAZNAS dalam mengelola dana zakat yang disalurkan muzaki agar tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya langsung oleh mustahik," ujarnya. Lebih lanjut ia menjelaskan, pada tahun 2022, BAZNAS berkomitmen mengembangkan ZChicken menjadi program unggulan secara nasional dimulai dengan pengembangan 1.000 gerai di Pulau Jawa. Kemudian tahun 2023 dilakukan ekspansi ke luar Pulau Jawa dengan harapan demi kemanfaatan program ZChicken secara luas. Sementara itu, Ketua BAZNAS Sulsel, Khidri Alwi menyambut baik pelaksanaan Bimtek Pendamping ZChicken. Dalam program ZChicken ini, BAZNAS Propinsi Sulsel memperoleh kouta sebanyak 150 unit, yang terbagi 100 dari BAZNAS Pusat dan 50 unit sharing kota/kabupaten. "Sementara posisi BAZNAS Sulsel sebatas koordinasi, karena kota/kabupaten masing-masing mempunyai penanggungjawab," kata Khidri. Hasil rapat Pimpinan BAZNAS Propinsi Sulsel Bidang Pendistribusian dan Program Pendayagunaan Ekonomi Mustahik mencatat bantuan program tersebut direalisasikan di Kota Makassar sebanyak 30 unit, Kota Gowa 30 unit, Kota Maros 20 unit, dan Kota Pangkep 20 unit. Ia berharap program ini dapat mengubah status mustahik menjadi muzaki. "Program ZChicken di Sulsel ini sebagai program piloting pertama di luar Pulau Jawa. Selain ZChicken, BAZNAS RI juga mempercayakan sejumlah program lain kepada BAZNAS Sulsel, seperti ZAuto dan ZMart,” pungkas Khidri Alwi.
BERITA08/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Respons Erupsi Lewotobi, BAZNAS Bantu Evakuasi Warga dari Desa Boru
Respons Erupsi Lewotobi, BAZNAS Bantu Evakuasi Warga dari Desa Boru
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI merespons cepat membantu proses evakuasi warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menurunkan tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, mengatakan, BAZNAS menurunkan tim BTB untuk membantu proses evakuasi warga dari Desa Boru menuju ketempat yang aman di desa Lewalaga. "Ini adalah bagian dari respon cepat tanggap kami terhadap bencana erupsi Gunung Api Lewotobi Laki-laki Kabupaten Flores Timur, NTT, pagi ini tim dari BAZNAS Tanggap Bencana juga membagikan masker di desa Lewolaga, salah satu desa yang terdampak letusan gunung," kata Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (7/11/2024). "Tentu letusan gunung berapi itu melepaskan abu vulkanik yang mengandung partikel-partikel halus seperti silika, yang berbahaya jika terhirup. Partikel-partikel ini bisa masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan iritasi, maka saat ini masker sangat dibutuhkan di wilayah yang terdampak erupsi," tambah Saidah. Selain itu, lanjut Saidah, BAZNAS sedang menyiapkan dua rumah untuk menampung pengungsi dari desa Boru yang berjarak 3-4 KM dari puncak Gunung Lewotobi. "Lokasi pelayanan pengungsi berada di desa Lewalaga, di mana lokasi lebih jauh dari titik semburan, dan lebih aman, warga desa yang di evakuasi kebanyakan lansia dan anak anak," terang Saidah. "Selain layanan evakuasi, tim BAZNAS sedang mengupayakan layanan terbaik bagi para penyintas dengan mendirikan dapur umum, dan layanan lainya," tutur Saidah. Saidah berharap, bantuan yang diberikan dapat meringankan kesulitan yang sedang dialami oleh warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi. Saidah juga mengajak masyarakat terus berdoa agar bencana ini segera berlalu. "Mari kita doakan untuk para korban terdampak untuk tetap sehat dan bencana ini segera berlalu. BAZNAS juga berkomitmen untuk terus berupaya memberikan layanan terbaik bagi warga terdampak erupsi,” ucapnya.
BERITA07/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Gelar Ngobrol Filantropi, BAZNAS RI Bersama LAZ Perkuat Sinergi untuk Sejahterakan Umat
Gelar Ngobrol Filantropi, BAZNAS RI Bersama LAZ Perkuat Sinergi untuk Sejahterakan Umat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama para perwakilan Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Jabodetabek menggelar acara "Ngobrol Filantropi" sebagai tujuan memperkuat sinergi dalam pengelolaan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS), guna mengoptimalkan potensi ZIS sebagai solusi mengatasi kemiskinan dan mewujudkan kesejahteraan umat. Acara yang berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (7/11/2024) tersebut, turut dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA., serta perwakilan LAZ se-Jabodetabek. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. mengatakan, acara "Ngobrol Filantropi" adalah inisiatif penting untuk mengembangkan komunikasi terstruktur antara BAZNAS dan LAZ, sekaligus menjadi wadah berbagi praktik terbaik, mengidentifikasi tantangan, dan merumuskan solusi dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, dengan sinergi yang lebih solid, diharapkan potensi zakat dapat dikelola secara optimal sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Kiai Noor menyampaikan, penguatan ZIS dapat berperan besar dalam memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat Indonesia, terutama dengan terus meningkatkan peran filantropi Islam. Ia menegaskan, ZIS memiliki potensi besar untuk menjadi fondasi ekonomi yang mampu membawa Indonesia menuju kesejahteraan yang lebih merata. "Kita semua harus bersatu untuk mendorong potensi ZIS, agar menjadi pilar yang kokoh dalam pengentasan kemiskinan di negeri ini," ujarnya. Kiai Noor menyampaikan,agar sinergi ini dapat terwujud dalam bentuk program-program yang konkret yang mampu memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia dengan skema yang lebih terstruktur dan tepat sasaran. Di bidang pendidikan, Kiai Noor mengajak seluruh LAZ di Indonesia untuk bersama-sama mewujudkan visi Indonesia Emas tahun 2045 dengan bersinergi memberikan beasiswa bagi generasi muda Indonesia yang menekuni program studi STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). "Langkah tersebut bertujuan mempersiapkan SDM unggul untuk menghadapi tantangan di masa depan. Program studi STEM dianggap menjadi salah satu program studi yang strategis dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045," jelas Kiai Noor. Kiai Noor menyebut, kolaborasi antara BAZNAS dan LAZ merupakan fondasi penting dalam mencapai visi kesejahteraan umat. Ia menekankan perlunya kebersamaan antar lembaga zakat agar tujuan mulia dalam membantu masyarakat bisa tercapai. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional H. Achmad Sudrajat, Lc., MA mengingatkan, pentingnya pelaporan transparan dari setiap LAZ kepada BAZNAS sesuai regulasi yang berlaku. Transparansi ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas dalam pengelolaan ZIS, menjaga kepercayaan masyarakat, serta memastikan penggunaan dana sesuai sasaran. "Kami ingin menjaga amanah dari masyarakat agar dana ZIS tersalurkan secara akuntabel," ucapnya. Dalam jangka panjang, Achmad Sudrajat berharap, kolaborasi BAZNAS dan LAZ dapat menjadi model bagi lembaga-lembaga zakat lainnya. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan dana ZIS bisa dimanfaatkan secara efektif dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat. "Kami berharap, program-program yang kita gagas bersama nantinya dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk mengoptimalkan pengelolaan zakat sehingga percepat pengentasan kemiskinan dan terwujudnya kesejahteraan umat," ujarnya.
BERITA07/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Pengelolaan Zakat di Daerah lewat Optimasi Kantor Digital
BAZNAS RI Dorong Optimalisasi Pengelolaan Zakat di Daerah lewat Optimasi Kantor Digital
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus berupaya meningkatkan syiar, sosialisasi dan publikasi dakwah zakat melalui optimasi kantor digital. Pada 2025, BAZNAS menargetkan memiliki 400 kantor digital yang dijadikan sebagai pusat layanan ZIS yang modern dan efisien, serta menjadi sarana untuk meningkatkan literasi zakat di masyarakat. "Kantor digital BAZNAS yang kita miliki sekarang ada sekitar 250 dan target 2025 sebanyak 400 kantor digital di seluruh BAZNAS se Indonesia. Ini adalah bagian dari strategi BAZNAS RI supaya masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan ZIS dan mendapatkan informasi yang dibutuhkan," ujar Pimpinan BAZNAS RI bidang Transformasi Digital, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS. M.Ec, Ph.D dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (7/11/2024). Media visit wartawan BAZNAS Media Center (BMC) dalam rangka optimasi pengelolaan Kantor Digital dan publikasi program unggulan BAZNAS RI dan BAZNAS Daerah di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dan BAZNAS Kota Makassar berlangsung pada Rabu (6/11/2024) hingga Jumat (8/11/2024). Hadir antara lain wartawan Suara Karya, dan beberapa wartawan biro setempat seperti Harian Fajar dan KompasTV. Dalam media visit di Kantor BAZNAS Provinsi Sulsel, hadir dan menyambut Ketua BAZNAS Provinsi Sulsel, Khidri Alwi, Wakil Ketua I, HM Irfan Sanusi Baco beserta jajaran. Sedangkan di Kantor BAZNAS Kota Makassar disambut oleh Ketua BAZNAS Kota Makassar, H Ashar Tamanggong, Wakil Ketua II, H Syahruddin Mayang, Wakil Ketua III, Waspada Santing beserta jajaran BAZNAS Kota Makassar. Ikut mendampingi, Senior Humas BAZNAS RI, Mas’ud Ibnu Syamsuri dan Erra Sonya dari Sekretariat Utama BAZNAS RI. Prof Nadra menjelaskan, pertumbuhan donasi daring menunjukkan tren yang sangat positif. Menurut riset pada tahun 2020, lebih dari 75 persen pengguna internet di Indonesia mengakses layanan keuangan digital, termasuk ZIS-DSKL online. Lebih lanjut, pada 2021, sekitar 60 persen transaksi zakat, infak, sedekah dan DSKL di BAZNAS dilakukan melalui platform digital. "Hal ini menunjukkan perubahan perilaku muzaki (pemberi zakat) dan pentingnya teknologi dalam mendukung pengelolaan zakat," kata dia. Prof. Nadra juga menekankan, tidak mungkin amil dapat melayani muzaki dan mustahik hanya dengan cara konvensional, tentu perlu adanya bantuan dari kehadiran teknologi, yang mana saat ini sedang terus dioptimalisasi oleh BAZNAS. "Karena itu, teknologi menjadi solusi penting untuk mendukung pengelolaan zakat. Beberapa aspek teknologi yang dapat dimanfaatkan antara lain digitalisasi platform zakat online, crowdfunding, big data, AI, mobile apps, fintech, serta sistem monitoring dan pelaporan terpusat," kata Prof. Nadra. Selain itu, Prof Nadra juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam mengelola ZIS. Menurutnya, aplikasi SIMBA (Sistem Manajemen Informasi BAZNAS) dirancang untuk mengintegrasikan seluruh proses pengelolaan ZIS, mulai dari pengumpulan, pencatatan, hingga penyaluran. "Dengan SIMBA, kita dapat memantau secara real-time pengelolaan ZIS dan memastikan bahwa dana zakat disalurkan kepada yang berhak secara tepat dan transparan," ujar Prof. Nadra. Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Sulsel, Khidri Alwi, mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk mengoperasikan dan mengoptimasi kantor digital BAZNAS Provinsi Sulsel. "Kita segera menyiapkan tim dari kalangan mahasiswa penerima beasiswa dari beberapa kampus dan relawan untuk dilatih agar mereka bisa menjadi kontributor, penulis dan fotografer kantor digital BAZNAS," ujar dia. Hal yang sama juga dikemukakan Ketua BAZNAS Kota Makassar, H Ashar Tamanggong yang siap mengoptimalkan kantor digital BAZNAS Kota Makassar sebagai saluran informasi dan komunikasi dalam menyiarkan program-program unggulan yang sudah dicanangkan. “Kami sangat berterima kasih atas semangat baru yang ditularkan oleh teman-teman dari Bagian Humas BAZNAS RI untuk betul-betul memaksimalkan kantor digital dengan mengupdatenya secara rutin,” ujarnya saat menyampaikan sambutan dalam kunjungan media visit wartawan BMC di kantornya, di Jalan Teduh Bersinar, Rappocini, Gn. Sari, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (7/11/2024). Untuk diketahui, Kantor Digital BAZNAS RI terdiri atas puluhan menu sarana kerja daring. Seperti website Baznas.go.id, Sistem Manajemen Informasi BAZNAS (Simba), dan intranet untuk layanan permohonan dokumen legal (PDL) untuk layanan pembuatan dokumen perjanjian kerja sama, MoU, SK dan sejenisnya; menu layanan keuangan, SDM, pengadaan barang dan jasa, perawatan teknologi informasi, layanan pengaduan, big data perzakatan, dan sejenisnya. Selain itu juga ada menu Pemberitahuan, Karir, Kontak BAZNAS, Lelang, Registrasi Supplier, dan menu Pendistribusian berupa konten dan layanan BTB, LAB, RSB, ZCD, LPPM, LPEM, BMFI, Muallaf Center, Sekolah Cendekia, LBB, Puskas. Kemudian juga tersedia menu Tentang Zakat berupa Zakat Fitrah, Zakat Maal, Zakat Penghasilan Zakat Perusahaan, Zakat Perdagangan, Zakat Emas & Perak, Zakat Saham, Zakat Danareksa, Infak, Sedekah, Fidyah. Termasuk menu UPZ, Konfirmasi ZIS, Kalkulator Zakat, Layanan Pembayaran (Perbankan), Layanan Pembayaran (Langsung), Layanan Pembayaran (Layanan Digital), Info Rekening Zakat, Press Release, Klipping Berita, Artikel, Event, BAZNAS TV, Newsletter, Laporan Keuangan, SZN, PPID, Pengaduan, LSP, dan lain-lain. Dengan kantor digital, para amil bisa bekerja dengan memainkan jemari karena Kantor Digital BAZNAS RI yang berbasis web sudah didesain secara khusus sehingga bisa digunakan pada telepon seluler. Sebagai informasi, melalui fasilitasi dari Sestama BAZNAS RI, Dr. Muchlis Muhammad Hanafi, wartawan yang tergabung dalam BAZNAS Media Center (BMC), mendapat kesempatan meliput program BAZNAS di Pulau Dewata. Ini merupakan bagian dari kegiatan Media Visit BMC 2024, untuk wilayah Indonesia barat, dalam hal ini Provinsi Sumbar, yang berlangsung Kamis-Sabtu (26-28/8/2024). Kemudian, untuk Indonesia timur adalah Provinsi Maluku pada Senin-Rabu (26-28/8/2024), Provinsi Bali pada Kamis-Sabtu (24-26/10/2024) dan Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu-Jumat (6-8/11/2024). Selain mengajak serta partisipasi publikasi media oleh BAZNAS setempat, kunjungan para pewarta ini, mereportase sejumlah program unggulan BAZNAS RI dan BAZNAS Daerah di Provinsi Sulsel dan Kota Makassar. Seperti kantor digital, ZMart, ZChicken, ZAuto, beasiswa santri, layanan muzaki, layanan mustahik, Klinik BAZNAS Medika, UMKM binaan, bantuan mustahik untuk rumah tidak layak huni (RTLH), dan sebagainya.
BERITA07/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Sukseskan Program Asta Cita, BAZNAS RI Luncurkan Beasiswa Kemitraan Pendidikan Khusus 2024
Sukseskan Program Asta Cita, BAZNAS RI Luncurkan Beasiswa Kemitraan Pendidikan Khusus 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Beasiswa Kemitraan Pendidikan Khusus Disabilitas, Daerah 3T, dan Komunitas Adat 2024 sebagai wujud keberpihakan terhadap kelompok penyandang disabilitas, daerah 3T dan Komunitas Adat dalam memperoleh pendidikan yang baik. Program Beasiswa Kemitraan Pendidikan Khusus Disabilitas, Daerah 3T, dan Komunitas Adat 2024 diluncurkan oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., secara daring melalui Zoom dan Youtube BAZNAS TV pada Kamis (7/11/2024). Beasiswa Kemitraan Pendidikan Khusus Disabilitas, Daerah 3T, dan Komunitas Adat yang dijalankan BAZNAS RI sejak 2021 di 13 provinsi ini telah bekerja sama dengan 38 lembaga, di antaranya 18 lembaga yang konsen pada kelompok disabilitas, 11 lembaga yang bergerak di daerah 3T, dan 9 lembaga yang fokus pada komunitas adat. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, beasiswa kemitraan 2024 sangat terkait erat dengan program Asta Cita yang beberapa di antaranya membahas tentang pendidikan dan penyandang disabilitas. “Program ini sangat terkait erat dengan SDGs dan Asta Cita Bapak Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang patut bagi kita semua untuk memback up dan mendukung sekuat tenaga kita semua,” ujar Kiai Noor. Ke depan, Kiai Noor mengungkapkan, BAZNAS RI akan berusaha mengembangkan program beasiswa, terutama bagi siswa di daerah 3T dan penyandang disabilitas, sebab masih banyak siswa-siswi di daerah 3T yang tidak mendapatkan pendidikan secara layak. “Dengan demikian, harus ada afirmasi dari kita semuanya dan juga ada cara-cara khusus yang perlu kita lakukan bersama-sama baik itu di tingkat bagaimana kita mengumpulkan dana sekaligus mempraktikkan untuk menghilangkan kemiskinan dan keterbelakangannya,” ucapnya. Kiai Noor menambahkan, program tersebut akan sukses apabila dilakukan secara bersama dengan lintas sektoral. Dengan demikian, harapnya, akan banyak kelompok masyarakat miskin ekstrem yang dapat diselamatkan, dan fakir miskin bisa menjadi muzaki. “Saya punya keyakinan bahwa dengan dana ZIS dan kerja sama kita yang simultan akan terus bisa mengatasi persoalan-persoalan di daerah 3T dan persoalan disabilitas, sehingga apa yang kita lakukan ini dapat mengurangi kemiskinan ekstrem dan mengangkat fakir miskin menjadi muzaki,” katanya. Sementara itu, Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. HM. Imdadun Rahmat, M.Si., menambahkan, program beasiswa kemitraan 2024 merupakan bentuk keberpihakan BAZNAS RI terhadap kelompok masyarakat di daerah 3T dan penyandang disabilitas. “Salah satu yang menjadi konsen BAZNAS adalah bagaimana kita mempunyai keberpihakan kepada anak bangsa yang memiliki kebutuhan khusus, yaitu mereka kelompok disabilitas, mereka yang ada di daerah 3T dan juga komunitas adat,” katanya. Dia menegaskan, keberpihakan tersebut tidak boleh ada satu orang yang tidak memiliki akses terhadap pendidikan yang berkualitas. Karenanya, salah satu program yang dijalankan BAZNAS dari tahun ke tahun adalah untuk kalangan yang berkebutuhan khusus. “Program beasiswa yang bersifat inklusif ini sejalan dengan prinsip no one life behind dan ini in line dengan suistainable development goals, terutama yang berfokus pada tujuan akses pendidikan yang berkualitas, mengurai ketimpangan, dan membangun kemitraan,” ujarnya.
BERITA07/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS Kabupaten Siak membuka pelatihan UMKM Siak Kompetensi (MIKO)
BAZNAS Kabupaten Siak membuka pelatihan UMKM Siak Kompetensi (MIKO)
Siak – BAZNAS Kabupaten Siak membuka secara resmi Pelatihan UMKM Siak Kompetensi (MIKO) yang di ikuti 100 Peserta, bertempat di Aula Hotel Winaria Kecamatan Siak. Kamis, 07/11/2024 Acara ini dihadiri Ketua BAZNAS Kabupaten Siak H.Samparis bin Tatan, S.Pd.I , Wakil Ketua III H.Moch. Showwam Amin, Wakil Ketua IV Rojikin, S.Ag, MH, perwakilan dari Dinas Koperasi dan UMKM, Perwakilan Kepala UPTD BLK Kabupaten Siak, Perwakilan Camat Siak, serta Lurah Kampung Dalam, yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan ini, serta pemateri pelatihan. Pelatihan yang akan berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan Mustahik UMKM di Kabupaten Siak, dengan harapan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih kuat dan berkelanjutan. Ketua BAZNAS Kabupaten Siak dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran UMKM dalam perekonomian daerah dan nasional, serta bagaimana pelatihan ini dapat memberikan bekal bagi peserta untuk mengembangkan usaha mereka secara profesional. "Melalui pelatihan ini, para mustahik UMKM dapat meningkatkan kompetensi mereka dalam mengelola usaha. kami berharap Zakat yang kita salurkan ketika zakat itu bisa berkembang, karena tujuan dari zakat itu secara syar'i adalah untuk mengembangkan dan membangkitkan perekonomian Umat khususnya di Kabupaten Siak.Kami juga berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta kami berharap yang tadinya mustahik tahun depan bapak/ibu bisa menjadi muzaki" ujar Ketua BAZNAS Kabupaten Siak. Pelatihan ini mencakup berbagai topik penting seperti manajemen usaha, pemasaran digital, pengelolaan keuangan, dan strategi pengembangan produk, yang diharapkan dapat membantu peserta dalam menghadapi tantangan dalam berbisnis. Dengan berlangsungnya kegiatan ini, BAZNAS Kabupaten Siak berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan UMKM di Kabupaten Siak, serta mendukung upaya pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya saing produk lokal.
BERITA07/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS RI Dukung BAZNAS se-Provinsi Sulsel Wujudkan Standar Tata Kelola Dana ZIS DSKL
BAZNAS RI Dukung BAZNAS se-Provinsi Sulsel Wujudkan Standar Tata Kelola Dana ZIS DSKL
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendukung penuh BAZNAS se-Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam mewujudkan standar tata kelola dana Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya (DSKL) yang transparan dan akuntabel. Demikian dikemukakan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional sekaligus Pembina Wilayah BAZNAS Provinsi se-Sulawesi Selatan, KH. Achmad Sudrajat, Lc. MA melalui keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (7/11/2024). Menurut Kyai Ajat, dalam mengelola dana ZIS dan DSKL dibutuhkan tata kelola yang transparan dan akuntabel. Hal ini merupakan langkah yang ditempuh BAZNAS agar mendapat kepercayaan dari masyarakat. "Karena itu, BAZNAS Sulsel harus menekankan tata kelola yang baik agar dapat mencapai target pengumpulan di tahun 2025 mendatang," ungkapnya. Kyai Ajat menjelaskan, berdasarkan pemetaan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, total potensi zakat di Sulawesi Selatan sebesar Rp7,8 Triliun. "Adapun objek Zakat dengan potensi terbesar adalah zakat penghasilan dengan proporsi terbesar penghasilan Non-ASN sebesar Rp4,7 Triliun," tutur Alumni Al-Azhar Kairo ini. Kyai Ajat juga berharap adanya dukungan dari pemimpin daerah untuk membantu BAZNAS dalam mengoptimalkan potensi tersebut, dengan menekankan pentingnya kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat. Ketua BAZNAS Provinsi Sulsel, Dr. dr. HM. Khidri Alwi, M.Kes mengapresiasi dukungan penuh dari BAZNAS RI untuk mewujudkan standar tata kelola dana ZIS, DSKL yang transparan dan akuntabel di BAZNAS Provinsi se-Sulsel pada tahun 2025. “Kami komit untuk merealisasikannya sesuai amanah Rakorda BAZNAS Provinsi se-Sulsel yang baru saja selesai dilaksanakan,” kata Dr. dr. Khidri Alwi saat menerima kunjungan media visit wartawan BAZNAS Media Center (BMC) di kantornya, Jalan Masjid Raya No.55, Baraya, Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (6/11/2024). Turut hadir menerima Wakil Ketua I BAZNAS Provinsi Sulsel Bidang Pengumpulan HM Irfan Sanusi Baco beserta jajaran. Media visit wartawan BAZNAS Media Center (BMC) dalam rangka optimasi pengelolaan Kantor Digital dan publikasi program unggulan BAZNAS RI dan BAZNAS Daerah di Provinsi Sulawesi Selatan dan BAZNAS Kota Makassar berlangsung pada Rabu (6/11/2024) hingga Jumat (8/11/2024). Hadir antara lain wartawan Suara Karya, dan beberapa wartawan biro setempat seperti Harian Fajar dan KompasTV. Dalam media visit di Kantor BAZNAS Kota Makassar, Kamis (7/11/2024), hadir menyambut Ketua BAZNAS Kota Makassar, H Ashar Tamanggong, Wakil Ketua II, H Syahruddin Mayang, Wakil Ketua III, Waspada Santing beserta jajaran BAZNAS Kota Makassar. Ikut mendampingi, Senior Humas BAZNAS RI, Mas’ud Ibnu Syamsuri dan Erra Sonya dari Sekretariat Utama BAZNAS RI. Sebagai informasi, melalui fasilitasi dari Sestama BAZNAS RI, Dr. Muchlis Muhammad Hanafi, wartawan yang tergabung dalam BAZNAS Media Center (BMC), mendapat kesempatan meliput program BAZNAS Provinsi Sulsel dan BAZNAS Kota Makassar. Selain mengajak serta partisipasi publikasi media oleh BAZNAS setempat, kunjungan para pewarta ini, mereportase sejumlah program unggulan BAZNAS RI dan BAZNAS Daerah di Provinsi Sulsel dan Kota Makassar. Seperti kantor digital, ZMart, ZChicken, ZAuto, beasiswa santri, layanan muzaki, layanan mustahik, Klinik BAZNAS Medika, UMKM binaan, bantuan mustahik untuk rumah tidak layak huni (RTLH), dan sebagainya.
BERITA07/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
BCA Syariah Bersama BAZNAS RI Gelar Pelatihan Manajemen Keuangan bagi Mustahik Micropreneur
BCA Syariah Bersama BAZNAS RI Gelar Pelatihan Manajemen Keuangan bagi Mustahik Micropreneur
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) mengadakan pelatihan manajemen keuangan untuk UMKM di Kantor Pusat BCA Syariah, Jakarta, Kamis (7/11/2024). Kegiatan pelatihan yang berlangsung secara offline ini dihadiri oleh Direktur Pemberdayaan dan Layanan UPZ CSR BAZNAS RI Eka Budhi Sulistyo, Kepala Divisi Bank Zakat Mikro BAZNAS RI Noor Aziz, Sekretaris Perusahaan BCA Syariah Nadia Amalia dan 41 mustahik micropreneur wilayah Jakarta Timur. Direktur Pemberdayaan dan Layanan UPZ CSR BAZNAS RI Eka Budhi Sulistyo menyampaikan pentingnya pelatihan manajemen keuangan dalam memperkuat perekonomian para mustahik yang bergerak sebagai pelaku usaha mikro. “Pelatihan ini diharapkan dapat membekali para mustahik dengan keterampilan yang diperlukan untuk mengelola keuangan mereka secara lebih efisien, membantu usaha mereka berkembang, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan mereka,” ujar Eka. Dia mengatakan, kolaborasi antara BCA Syariah dan BAZNAS RI menunjukkan upaya nyata dalam memberdayakan ekonomi umat, terutama di kalangan masyarakat yang membutuhkan. “Kami berharap pelatihan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan kemandirian ekonomi bagi para mustahik, sehingga mereka bisa lebih berdaya dan berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi lokal,” harapnya. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., mengapresiasi komitmen BCA Syariah dalam bekerja sama dengan BAZNAS RI untuk memberikan pelatihan ini. “Kolaborasi ini bukan hanya sebuah program biasa, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar kita untuk memberdayakan ekonomi umat, khususnya para mustahik yang berperan sebagai pelaku usaha mikro,” kata Saidah. Menurut Saidah, pelatihan tersebut adalah salah satu langkah penting dalam membangun kemandirian ekonomi, di mana para mustahik bukan hanya menjadi penerima manfaat, tetapi menjadi pelaku ekonomi yang produktif dan mandiri. “Dengan adanya dukungan dari lembaga perbankan syariah seperti BCA Syariah, kami percaya bahwa tujuan pemberdayaan ekonomi umat akan semakin mudah tercapai,” katanya. Sementara itu, Sekretaris Perusahaan BCA Syariah Nadia Amalia menyampaikan, “Pelatihan ini merupakan salah satu upaya kami untuk meningkatkan keterampilan para mustahik dalam mengelola bantuan modal usaha yang telah disalurkan oleh BCA Syariah dan BAZNAS dalam program penyaluran dana zakat nasabah. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi para mustahik, sehingga mereka dapat mandiri secara ekonomi dan memiliki usaha yang berkelanjutan”. Kerja sama antara BCA Syariah dan BAZNAS ini sejalan dengan tujuan sosial yang diusung kedua lembaga, yaitu menciptakan kemandirian ekonomi melalui program pelatihan dan pemberdayaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Melalui pelatihan, pendampingan, dan pemberian modal usaha, para mustahik micropreneur diharapkan mampu menghadapi tantangan bisnis yang ada serta memperluas peluang usaha mereka ke depannya. Kegiatan ini juga merupakan bentuk implementasi aksi keberlanjutan BCA Syariah sebagai institusi yang kontributif dan bertanggung jawab khususnya dalam peningkatan literasi dan inklusi keuangan syariah. "Kami berharap dengan bekal ini, mustahik dapat mampu mengelola bisnisnya dengan lebih baik sehingga dapat menjadi pelaku wirausaha yang kuat dan berdaya saing.” ujar Nadia.
BERITA07/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Bantu Disabilitas Sensorik Netra, BAZNAS RI Gelar Pelatihan Pengajar Al-Qur`an Braille di Jakarta
Bantu Disabilitas Sensorik Netra, BAZNAS RI Gelar Pelatihan Pengajar Al-Qur`an Braille di Jakarta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menggelar program Training of Trainers (ToT) pengajar Al-Qur`an Braille bagi penyandang disabilitas sensorik netra, di Yayasan Pesantren Bina Insan Cendekia, Jakarta, Rabu (6/11/2024). Pelatihan pengajar ToT Al-Qur`an Braille ini berlangsung pada 6-8 November 2024. Turut hadir membuka acara Kepala Divisi Program Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI Farid Septian, serta Ketua Yayasan Bina Insan Cendekia Jakarta Baharudin Noveriyanto. Kepala Divisi Program Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian mengatakan, program ini merupakan bagian dari keberpihakan BAZNAS RI untuk terus terlibat dalam memberikan fasillitas kepada penyandang disabilitas tunanetra untuk bisa mendapatkan akses terhadap pendidikan Al-Qur`an. “Kita ingin berupaya memberikanan akses yang lebih kepada mereka agar tidak ada satu orang atau satu komunitas pun yang tertinggal dalam belajar tentang Al-Qur`an. Mudah-mudahan Allah mudahkan kita semua,” kata Farid. Farid menyampaikan, dana zakat yang dikelola oleh BAZNAS RI tidak hanya didistribusikan dalam bentuk materi saja namun juga dalam bentuk spiritual, misalnya dengan mengadakan program ToT ini untuk para sahabat tunanetra. “Kita punya tugas besar untuk menghantarkan, untuk menjembatani kalam illahi yang luar biasa ini untuk kita sampaikan kepada orang lain bagaimana cara membacanya,” jelas Farid. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA menyampaikan, BAZNAS melalui program-programnya akan terus berupaya memberikan manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan, tidak terkecuali kepada penyandang disabilitas dalam memperoleh pendidikan agama dan Al-Qur`an. “Program ini telah berlangsung di 5 titik diseluruh Jabodetabek, dan kita juga telah melaksanakan TOT Al Quran Isyarat di 25 titik di 23 Provinsi di seluruh Indonesia, terakhir di Papua Barat,” kata Saidah. Saidah berharap, dengan adanya program ToT ini BAZNAS bisa mencetak para tenaga pendidik Al-Qur`an Braille yang berkualitas bagi penyandang disabilitas tunanetra sehingga bisa mencetak generasi penghafal Al-Qur`an di kalangan penyandang disabilitas. Sementara itu, Ketua Yayasan Bina Insan Cendekia Jakarta, Baharudin menyambut baik program ToT ini. Baharudin menyampaikan ucapan terima kasih atas karena kembali dipercaya oleh BAZNAS untuk kembali berkolaborasi menggelat pelatihan bagi para pengajar Al-Qur`an Braille. “Alhamdulillah kami dipercaya untuk kesekian kalinya oleh BAZNAS RI untuk melakukan kegiatan-kegiatan pendidikan dan dakwah Islam, perlu kami sampaikan bahwa ini adalah kegiatan kedua ToT pengajar Al-Qur`an Braille,” kata Baharudin. Menurut Baharudin, para peserta pelatihan adalah guru-guru yang mengajar di sekolah luar biasa (SLB) yang berasal dari Jakarta, Depok, dan Bekasi. “Jadi beliau-beliu ini para penuntut ilmu, semoga niat bapak ibu semua diterima Allah, dicatat dan menjadi pahala jariyah, pahala yang tidak terputus walaupun sudah meninggal dunia,” ujar Baharudin. Terakhir Maskur berharap agar kegiatan pelatihan ini tidak hanya berhenti di peserta pelatihan melainkan diteruskan untuk diamalkan dan diajarkan kepada para siswa di SLB. “Jadi ilmu dan pelatihan ini tidak hanya berhenti di bapak-ibu saja, tetapi juga mengajarkan ke siswa-siswanya, bila perlu orangtuaya juga minimal huruf hijaiyah. Jadi setelah mengajarkan anak-anak di sekolah, di rumah anak-anak juga bisa belajar dengan orangtuanya,” jelas Baharudin.
BERITA06/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat