WhatsApp Icon
Polres Jember Serahkan 250 Kg Zakat Fitrah ke BAZNAS Jember

 

Jember, Selasa (17 Maret) — Kepolisian Resor (Polres) Jember menyalurkan zakat fitrah sebanyak 250 kilogram kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jember dalam sebuah kegiatan seremonial yang berlangsung di Mapolres Jember, Selasa (17/3).

Penyerahan zakat fitrah tersebut dilakukan langsung oleh Kapolres Jember AKBP Bobby A. Condroputra, S.H., S.I.K., M.Si kepada Ketua BAZNAS Jember KH. Saifullahudi, S.Pd.I., M.M., sebagai bentuk komitmen institusi kepolisian dalam mendukung penguatan pengelolaan zakat yang terstruktur dan profesional.

Dalam sambutannya, Kapolres Jember menyampaikan bahwa zakat fitrah yang dihimpun merupakan hasil partisipasi anggota Polres Jember yang secara kolektif menunaikan kewajiban zakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Ia menegaskan bahwa penyaluran melalui BAZNAS Jember diharapkan dapat memastikan distribusi zakat tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima.

Sementara itu, Ketua BAZNAS Jember KH. Saifullahudi, S.Pd.I., M.M mengapresiasi langkah Polres Jember yang setiap tahuan rutin dilakukan dan mempercayakan penyaluran zakat fitrahnya kepada BAZNAS Jember. Menurutnya, sinergi antara institusi negara dan lembaga pengelola zakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas distribusi serta memperluas manfaat bagi mustahik.

“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Polres Jember. Zakat fitrah ini akan segera kami distribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan sesuai dengan ketentuan syariah,” ujarnya.

Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh jajaran pejabat utama Polres Jember serta pimpinan BAZNAS Jember. Penyerahan zakat ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi dalam program sosial keagamaan, khususnya di momentum bulan suci Ramadan.

17/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember
Kodim 0824 Jember Salurkan 500 Kilogram Zakat Fitrah ke BAZNAS Jember

Jember, 16 Maret 2026 — Komando Distrik Militer (Kodim) 0824 Jember menyalurkan zakat fitrah sebanyak 500 kilogram kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jember. Penyerahan tersebut dilaksanakan pada Senin (16/3/2026) di Makodim 0824 Jember.

Zakat fitrah diserahkan langsung oleh Dandim 0824 Jember, Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada, S.I.P., M.I.P., kepada Ketua BAZNAS Jember, KH. Safiullahudi, S.Pd.I., M.M., sebagai bagian dari komitmen institusi TNI dalam mendukung pengelolaan zakat yang terorganisir dan akuntabel.

Dalam keterangannya, Dandim 0824 Jember menyampaikan bahwa zakat fitrah yang dihimpun merupakan kontribusi dari seluruh prajurit dan jajaran Kodim 0824 Jember dalam rangka menunaikan kewajiban keagamaan menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Penyaluran zakat melalui BAZNAS Jember merupakan langkah strategis untuk memastikan distribusi berjalan efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat yang berhak,” ujarnya.

Ketua BAZNAS Jember, KH. Safiullahudi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan oleh Kodim 0824 Jember. Ia menegaskan bahwa zakat fitrah yang diterima akan segera didistribusikan kepada para mustahik sesuai dengan ketentuan syariah dan prinsip tata kelola yang profesional.

“Sinergi antara TNI dan BAZNAS Jember menjadi kekuatan penting dalam memperluas jangkauan pelayanan zakat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

 

Kegiatan tersebut berlangsung dengan tertib dan khidmat serta dihadiri oleh jajaran Kodim 0824 Jember dan pimpinan BAZNAS Jember. Penyaluran zakat fitrah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi lintas institusi dalam mendukung program sosial keagamaan, khususnya pada momentum bulan suci Ramadan.

16/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember
Menag RI Lantik Pengurus BAZNAS Periode 2026-2031

Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran pengurus Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) masa jabatan 2026-2031. Prosesi penyerahan dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

?Penyerahan SK ini menandai dimulainya masa bakti 11 pimpinan BAZNAS yang baru untuk lima tahun ke depan. Dalam sambutannya, Menag Nasaruddin menyatakan rasa syukur atas terbitnya payung hukum bagi kepengurusan ini agar roda organisasi BAZNAS dapat segera berjalan optimal.

?"Alhamdulillah, hari ini kita dapat menyerahkan SK kepada pengurus BAZNAS yang baru. Setelah sekian lama kita menanti SK Presiden terhadap pengurus BAZNAS," jelas Nasaruddin Umar.

?"Pengurus BAZNAS yang baru ini kiranya bisa, dan sedapat mungkin menjadikan kenaikan zakat bisa tiga kali lipat. Saat ini BAZNAS bisa menghimpun sekitar Rp41 triliun," tambahnya.

?Dia menekankan, pengurus BAZNAS selaku amil harus tetap berpegang teguh pada ketentuan syariat dalam penetapan ashnaf atau golongan penerima zakat. Ia menegaskan bahwa penyaluran zakat harus menyasar delapan golongan yang telah ditetapkan secara jelas, tanpa interpretasi kiasan. Adapun kebutuhan sosial lainnya dapat diakomodasi melalui instrumen sedekah, wakaf, ghanimah, luqatah, serta sumber dana keumatan lainnya.

?Nasaruddin Umar turut berpesan agar pengurus BAZNAS menjaga amanah dan kepercayaan yang telah diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan bahwa setiap pejabat yang terpilih memikul tanggung jawab besar untuk menjaga integritas lembaga demi mengangkat martabat bangsa di mata dunia.

?"Mari kita jadi juru bicara yang baik bagi bangsa dan negara. Kita semua ikut bertanggung jawab untuk mewujudkan perjuangan yang digagas Presiden Prabowo Subianto, yakni mengangkat martabat masyarakat kecil dan menengah. Yakinlah ke depan bangsa ini akan semakin makmur dan kita semua menikmati hasilnya," ujarnya.

Berikut ini nama-nama yang menerima SK Presiden sebagai Anggota BAZNAS Periode 2026-2031: 

1. Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc.

2. Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si.

3. Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si.

4. Saidah Sakwan, M.A.

5. H. Ending Syarifuddin, M.E

6. H. Idy Muzayvad, S.H.I, M.SI

7. H. Mokhamad Mahdum SE, MIDec, PhD, Ak, CA, CPA CRP GRCE CWM. CHRP.

8. Hj. Neyla Saida Anwar

9. Prof. Dr. H. Abu Rokhmad, M.Ag

10. Dr. Drs. Agus Fatoni, M.Si

11. Mochamad Agus Rofiudin, S.Kom, M.M..

11/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember
Zakat Tidak untuk MBG: Kemenag RI Tegaskan Fungsi Zakat, BAZNAS Jember Nyatakan Sikap

Jember — Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menegaskan bahwa dana zakat tidak diperuntukkan bagi pembiayaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penegasan ini disampaikan oleh Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, sebagai respons atas berkembangnya wacana publik terkait pemanfaatan dana zakat.

Menurut Menag, zakat merupakan instrumen ibadah yang memiliki ketentuan syariah yang jelas, khususnya terkait delapan golongan (asnaf). Penggunaan zakat di luar ketentuan tersebut dinilai tidak tepat dan berpotensi menyalahi prinsip dasar syariat Islam.

“Zakat memiliki aturan baku dan tidak bisa dialihkan untuk kepentingan di luar asnaf. Program MBG adalah program negara yang pembiayaannya harus bersumber dari anggaran yang sesuai, bukan dari dana zakat,” tegasnya.

Kemenag juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik melalui pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel.

Menindaklanjuti hal tersebut, BAZNAS Kabupaten Jember menyatakan sikap tegas untuk tetap berpegang pada prinsip syariah dalam pengelolaan zakat.

Ketua BAZNAS Jember, KH. Saifullahudi, S.Pd.I, M.M  menegaskan bahwa zakat hanya diperuntukkan bagi mustahik sesuai ketentuan syariah.

“BAZNAS Jember berkomitmen menjaga amanah umat. Zakat harus disalurkan sesuai asnaf. Program MBG adalah program pemerintah yang baik, namun tidak menggunakan dana zakat, hal ini juga senaga dengan apa yang disampaioleh BAZNAS RI” ujarnya.

BAZNAS Jember juga mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun menegaskan bahwa sinergi harus tetap dalam koridor regulasi.

BAZNAS Jember mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi agar terjamin secara syariah, transparan, dan akuntabel.

Dengan penegasan ini, diharapkan tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat serta semakin memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat di Indonesia.

02/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember
BAZNAS Jember Raih Opini WTP: Bukti Akuntabilitas dan Transparansi Pengelolaan Keuangan

Jember — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jember kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Tahun Buku 2024. Opini tersebut diberikan oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Habib Basuni dan Rekan setelah melalui proses audit independen yang komprehensif. Penghargaan ini diterima langsung oleh Kabag Keuangan Yusran Basith, S.Sos di Kantor Baznas Kabupaten Jember pada hari Kamis, 19 Februari 2026.

Dalam dokumen resmi yang diterbitkan, KAP Habib Basuni dan Rekan menyatakan bahwa laporan keuangan BAZNAS Kabupaten Jember telah disajikan secara wajar dalam semua hal yang material, sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku. Opini WTP ini merupakan predikat tertinggi dalam audit laporan keuangan, yang mencerminkan kualitas tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan profesional. Dan penandatanganan opini ini dilakukan oleh Prof. Dr. Alwan Sri Kustono, M.Si., CA., CPA., AseanCPA selaku Signing Partner, pada 05 Februari 2026 di Surabaya.

Capaian ini menegaskan komitmen BAZNAS Jember dalam menjaga integritas pengelolaan dana umat, khususnya zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Dengan sistem pelaporan yang semakin baik, BAZNAS Jember terus berupaya meningkatkan kepercayaan publik serta memastikan bahwa setiap dana yang dihimpun disalurkan secara tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Ketua BAZNAS Jember KH. Saifullahudi, S.Pd.I, M.M menyampaikan bahwa raihan opini WTP ini bukan hanya sekadar prestasi administratif, melainkan bentuk tanggung jawab moral kepada para muzaki dan masyarakat luas. “Ini adalah hasil kerja kolektif seluruh tim, sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan zakat yang profesional,” ujarnya.

Dengan capaian ini, BAZNAS Jember diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga pengelola zakat yang kredibel di tingkat daerah, sekaligus mendorong peningkatan partisipasi masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat melalui lembaga resmi.

19/02/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember

Berita Terbaru

BAZNAS RI Bagikan 2.500 Paket Sajian Berkah Bergizi bagi Masyarakat Kurang Mampu di Tangerang
BAZNAS RI Bagikan 2.500 Paket Sajian Berkah Bergizi bagi Masyarakat Kurang Mampu di Tangerang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melalui program Bank Makanan mendistribusikan 2.500 paket makanan berupa Sajian Berkah Bergizi bagi masyarakat kurang mampu di Kecamatan Kosambi, Tangerang, Banten, pada Jumat (1/11/2024). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA. mengatakan, program ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS RI kepada masyarakat rentan dan kurang mampu agar memperoleh akses terhadap makanan-makanan bergizi. “Alhamdulillah sudah terlaksana kegiatan distribusi Bank Makanan di kampung Dadap, semoga program ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat, terutama bagi mereka yang kurang mampu agar merasakan juga nikmatnya makanan-makanan sehat dan bergizi,” kata Saidah dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Jumat (1/11/2024). Menurut Saidah, program Bank Makanan ini menjadi garda terdepan BAZNAS dalam menjangkau masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka akan asupan makanan bergizi. Melalui program ini juga, Saidah berharap masyarakat dapat terinspirasi untuk turut serta dalam memberikan bantuan kepada mereka yang rentan dan membutuhkan. Selain paket makanan, BAZNAS juga menggandeng masyarakat sekitar dalam mengoperasionalkan dapur umum lapangan di Kelurahan Dadap dengan menyajikan makanan berupa nasi, sayur, daging, dan buah. “Semoga dengan bantuan makanan ini mereka dapat merasakan keberkahan dan kemudahan serta kebutuhan gizinya dapat terpenuhi," kata Saidah. Hal ini pun disambut baik oleh salah satu warga Kelurahan Dadap. Santi mengucapkan terima kasih atas bantuan paket makanan dari BAZNAS RI. Menurut Santi, program Bank Makanan BAZNAS telah memberikan manfaat besar bagi keluarganya dan masyarakat sekitar yang mengalami kesulitan masalah ekonomi. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS RI, semoga kegiatan ini berlanjut jangan sekali ini saja, dan semoga juga menjangkau wilayah-wilayah lain. Karena yang saya dengar, BAZNAS juga memiliki program bantuan lain seperti bedah rumah,” kata Santi. Hal senada juga disampaikan Armida warga Dadap RT 01 RW 03. Menurutnya, bantuan makanan sehat BAZNAS sangat bermanfaat bagi ia dan keluarganya. “Terima kasih BAZNAS atas bantuan makanan bergizi. Semoga BAZNAS selalu amanah, memegang kepercayaan dari kami masyarakat dan selalu senantiasa membantu orang-orang yang kekurangan,” kata Armida.
BERITA02/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS RI Capai Target Pengumpulan Zakat Rp1 Triliun pada 2024
BAZNAS RI Capai Target Pengumpulan Zakat Rp1 Triliun pada 2024
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sukses mencapai target pengumpulan zakat Rp1 triliun (tidak termasuk dana titipan) pada triwulan ketiga tahun 2024, naik dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp882 miliar. “Alhamdulillah, ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Meningkatnya jumlah penghimpunan tak lepas dari kinerja menyeluruh mulai dari penghimpunan hingga pada penyaluran zakat yang bermanfaat bagi penerima zakat atau mustahik," ujar Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (1/11/2024). "Mudah-mudahan ini menjadi pemicu semangat untuk BAZNAS seluruh Indonesia, yang mana menargetkan Rp41 triliun hingga akhir 2024 nanti. Sementara tahun 2025, BAZNAS menargetkan Rp50 triliun. Capaian semacam itu sekaligus juga memperkuat pendistribusian kepada orang-orang yang berhak menerima manfaat zakat," katanya. Kiai Noor bersyukur, lembaga yang dipimpinnya yang kini berusia 23 tahun ini mendapat kepercayaan dari masyarakat luas untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah, sehingga semakin banyak rakyat kurang mampu yang menerima manfaat. “Alhamdulillah kita mendapatkan kepercayaan masyarakat. Kita selalu berusaha menyusun program yang matang, dimulai dari perencanaan, pengumpulan, hingga pendistribusian. Kita susun dengan baik dan transparan. Dengan begitu, apa yang disalurkan melalui BAZNAS, bisa dipertanggungjawabkan," katanya. Kiai Noor mengungkapkan, dana zakat yang terkumpul melalui BAZNAS disalurkan ke berbagai program pemberdayaan masyarakat seperti beasiswa, santripreneur, pembiayaan UMKM, microfinance, dan lain-lainnya. “Program-program pemberdayaan ini dapat mengubah status masyarakat yang dari awalnya penerima manfaat menjadi pemberi manfaat,” ujarnya. Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan M.Si., CFRM., mengatakan, "Alhamdulillah keberhasilan BAZNAS dalam mencapai target pengumpulan zakat sebesar Rp1 triliun (di luar dana titipan) ini merupakan tangga sejarah pengelolaan zakat yang terekam dalam kerja OPZ di Indonesia." Menurutnya, BAMUIS BNI mencapai pengimpunan Rp1 miliar (1993), BAZIS DKI mencapai Rp10 miliar (2021), Dompet Dhuafa Rp100 miliar (2008), dan tahun 2024 ini BAZNAS RI mencapai Rp1 triliun. "Beberapa strategi juga dilakukan BAZNAS dalam mencapai keberhasilan ini. Pertama, BAZNAS berfokus pada perluasan literasi dakwah zakat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya berzakat. Kedua, optimalisasi kerja fundraiser menjadi kunci dalam memperluas jaringan dan efisiensi penghimpunan ZIS," kata Rizaludin. Lebih lanjut Rizaludin menambahkan, ketiga yakni memperkuat layanan muzaki dengan memberikan layanan kemudahan berzakat melalui berbagai platform. Keempat, digitalisasi. Hal ini juga menjadi prioritas untuk mempermudah akses dan transparansi dalam pengumpulan dan penyaluran zakat, infak, dan sedekah. "Tidak hanya itu, kelima, BAZNAS juga memaksimalkan branding lembaga untuk membangun citra positif dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap BAZNAS sebagai lembaga pengelola zakat yang profesional," ujar Rizaludin.
BERITA01/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
Ketua Dewan Penasihat WZWF Zainulbahar Noor Dorong Peningkatan Efisiensi dan Efektivitas Manajemen Zakat Secara Global
Ketua Dewan Penasihat WZWF Zainulbahar Noor Dorong Peningkatan Efisiensi dan Efektivitas Manajemen Zakat Secara Global
Ketua Dewan Penasihat World Zakat and Waqf Forum (WZWF) yang juga Pimpinan BAZNAS RI, Bidang Perencanaan, Kajian, dan Pengembangan, Prof (HC). Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec membuka Konferensi Internasional WZWF dan Forum ASEAN Islamic Public University 2024, dengan tema "New Zakat-Waqf Global Order – United Global Community Grounded in Justice, Compassion, and Shared Prosperity”. Konferensi Tahunan ke-13 tersebut merupakan salah satu rangkaian dari acara International Sharia Economic Forum (ISEF) yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI), 30 Oktober-3 November 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta. Turut hadir dalam forum tersebut Kepala Bank Indonesia Institute Yoga Affandi, PhD, Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Dr. Thobib Al Asyhar, S.Ag., M.Si. serta dihadiri pula oleh akademisi dari universitas-universitas di ASEAN. Dalam sambutannya, Zainulbahar menekankan perlunya peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam manajemen zakat secara global untuk memastikan bahwa dana zakat sampai kepada mereka yang membutuhkan dan memberdayakan menuju kehidupan yang berkelanjutan. “Untuk memaksimalkan dampak zakat dalam pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan global, kita harus terus memperbaiki dan mengembangkan strategi kita,” tutur Prof Zainulbahar, di Jakarta, Jumat (1/11/2024). Ia menyebut beberapa strategi dalam memaksimalkan efisiensi zakat, di antaranya yakni pemanfaatan teknologi modern, mengadopsi pendekatan berbasis data, dan membangun kerangka manajemen zakat yang terstandarisasi yang meningkatkan transparansi dan akuntabilitas. Tak hanya itu, menurutnya kontribusi akademis dapat menjadi landasan dalam membangun sistem zakat yang efektif dan mampu beradaptasi dengan dunia modern sekaligus tetap menjaga nilai-nilai Islam. Sejalan dengan Prof Zainulbahar, Sekretaris Jenderal Umum WZWF, Dr. Mohd Ghazali Md Noor mengapresiasi langkah BAZNAS dalam mengembangkan kolaborasi wakaf di bidang akademis. Menurutnya dalam melakukan perubahan memerlukan ilmu dan menyiapkan sumber daya manusia lain seperti professor, ulama, kreator, dan juga pengusaha. “Alhamdulillah dengan kepemimpinan BAZNAS ada arah yang tersusun agar pembinaan sumber daya manusia (yang terkait) wakaf dan zakat insyaAllah akan bermula,” kata Datuk Mohd Ghazali. Sesuai dengan tujuan diselenggarakannya forum tersebut, Direktur Pusat Kajian Zakat BAZNAS RI Muhammad Hasbi Zaenal PhD memberikan materi terkait praktik terbaik kolaborasi riset zakat dengan universitas. Ini merujuk pada metode atau strategi paling efektif yang digunakan dalam kerja sama antara lembaga zakat (seperti BAZNAS) dan universitas untuk melakukan riset terkait zakat. Tujuannya adalah untuk mengembangkan pemahaman yang lebih baik tentang zakat, meningkatkan pengelolaannya, atau menemukan inovasi baru dalam sistem zakat melalui kolaborasi akademik.
BERITA01/11/2024 | Humas BAZNAS Jember
UPZ Al Hikmah Universitas Jember Serius Kelola ZIS
UPZ Al Hikmah Universitas Jember Serius Kelola ZIS
Jember - Senin (21/10) aula laniat dua LP2M sudah dipenuhi oleh pengelola dan stake holder pengelola ZIS dilingkungan Kampus Universitas Jember. Acara tersebut merupakan agenda yang sangat penting untuk penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan Manual Books oleh UPZ Al-Hikmah Universitas Jember. Langkah ini adalah bukti kongkirt keseriusan UPZ Al-Hikmah dalam mengelola Zakat Infaq dan Sedekah (ZIS). Dalam acara tersebut turut hadir Rektor Universitas Jember Dr. Ir. Iwan Taruna, M.eng, IPM, Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP, MP, Ali Badrudin dan Akhmad Rudi Masrukhin selaku narasumber dari Baznas Jember. Dalam acara ini yang dipimpin oleh Kepala LPPM menyampaikan "terbentuknya UPZ ini dalam rangka UNEJ berbagi dalam membantu utamanya pegawai-pegawai kampus yang secara ekonomi mengalami kesulitan, musibah dan konidisi kemanusiaan lainnya". Senada dengan yang disampaikan oleh Rektor Unej sebelum secara resmi membuka acara tersebut "kita sudah membentuk halal center, dan yang terdekat adalah lembaga filantropi UPZ UNEJ kita maksimalkan secara internal, kemudian Zona dan Nasional". Pernyataan yang disampaiakan para stake holder ini merupaklan bentuk keseriusan mengelola ZIS dan kepedulian terhadap sesama yang sangat membutuhkan tentunya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
BERITA21/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
Fokus Sejahterakan Umat, BAZNAS RI Teken MoU dengan Kemensos
Fokus Sejahterakan Umat, BAZNAS RI Teken MoU dengan Kemensos
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan penandatanganan Momerandum of Understanding (MoU) atau Nota Kesepahaman dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI tentang penyelenggaraan kesejahteraan sosial. Penandatanganan MoU tersebut diselenggarakan di Gedung Aneka Bhakti, Kemensos, Senin, (7/10/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf, beserta jajaran Pimpinan BAZNAS RI. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. menyampaikan, poin-poin yang tercantum dalam MoU tersebut merupakan sinkronisasi dan pelaksanaan program kesejahteraan sosial yaitu rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial, jaminan sosial, dan penanganan fakir miskin. Menurut Kiai Noor, kerja sama yang dibangun juga mencakup pengembangan model kebijakan, strategi, dan program di bidang penyelenggaraan kesejahteraan sosial. "Banyak hal yang bisa kita kerja samakan dan sinergikan dengan Kemensos RI terutama pengentasan kemiskinan. Mudah-mudahan kerjasama ke depan semakin baik lagi, dan lebih intens untuk pengentasan kemiskinan," kata Kiai Noor. Dalam kesempatan yang sama, Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf menjelaskan, diantara program dari kerja sama tersebut adalah penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat miskin, khususnya nelayan. "Tadi banyak yang kami bicarakan dengan BAZNAS. Tapi akan fokus kepada beberapa hal, salah satu di antaranya itu adalah kami ingin membangun satu perkampungan, khususnya mungkin perkampungan nelayan," kata Gus Ipul sapaan akrabnya. Gus Ipul menambahkan, daerah yang menjadi target utama adalah wilayah dengan tingkat kemiskinan ekstrem serta pemukiman kumuh. "Pasti ada kriteria yang ditetapkan, misalnya rumahnya tidak layak huni, lantainya masih tanah, kemudian dindingnya rusak," imbuh Gus Ipul. Sementara itu, data yang akan digunakan dalam program ini akan mengacu pada pada DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial). Akan tetapi tak menutup kemungkinan akan mengkombinasikannya dengan data lain. Sebab Kemensos RI dan BAZNAS juga bekerja sama dalam penyediaan data dan informasi kesejahteraan sosial serta peningkatan sumber daya manusia dalam rangka penyelenggaraan kesejahteraan sosial. "Kami akan assesmen dulu kelayakan rumah-rumahnya, setelah itu bersama-sama membangun program," pungkasnya.
BERITA07/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
IHYA 2024, BAZNAS Kembali Raih Penghargaan Best Halal Financial Support
IHYA 2024, BAZNAS Kembali Raih Penghargaan Best Halal Financial Support
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali meraih penghargaan Best Halal Financial Support sub kategori Islamic Financial Institution dalam ajang Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI. "Alhamdulillah, kita kembali mendapatkan penghargaan dari Kementerian Perindustrian dalam IHYA Awards 2024, kali ini kita masuk dalam kategori best halal financial institution atas kontribusi BAZNAS dalam mendukung Indonesia menjadi pusat halal dunia," kata Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor. Achmad MA., dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (4/10/2024). Kiai Noor menjelaskan, program-program BAZNAS yang mendukung industri halal di antaranya program kurasi dan sertifikasi Halal UMK Mustahik binaan BAZNAS, pembentukan ekosistem pasar halal, dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam percepatan sertifikasi halal. Sebelumnya, penyerahan penghargaan tersebut diterima oleh Kepala LPEM BAZNAS RI Deden Kuswanda, di BSD Grand Boulevard, Kec. Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (27/9/2024). Kiai Noor menyampaikan, sertifikasi halal menjadi sebuah langkah strategis dalam membangun budaya halal. Pada sektor usaha mikro, zakat dapat digunakan untuk membantu pelaku usaha dalam memperoleh sertifikasi halal. "Selama ini, BAZNAS telah berkontribusi dalam memfasilitasi sertifikasi halal kepada lebih dari 1000 mustahik pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kategori self declare sejak tahun 2020," jelas Kiai Noor. Selain itu, lanjut Kii Noor, BAZNAS juga melakukan percepatan proses sertifikasi halal dengan mensertifikasi para pendamping program menjadi pendamping produk halal. "Kami sampaikan terima kasih atas kerja keras para pimpinan BAZNAS, Ibu-Bapak pimpinan BAZNAS, Pak Deputi, Para direktur dan Amilin amilat serta para muzaki dan mustahik BAZNAS atas diraihnya penghargaan ini," pungkas Kiai Noor. IHYA digagas oleh Kementerian Perindustrian. Menjadi ajang apresiasi bagi institusi pemerintah, swasta, dan masyarakat yang berkontribusi terbaik dalam pemberdayaan dan pembangunan industri halal nasional. IHYA digelar pertama kali pada tahun 2021 yang menghasilkan 14 pemenang dari tujuh kategori serta satu penghargaan Best of The Best. Pada penyelenggaraan di tahun 2022, berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No.44 Tahun 2022 Tentang Penghargaan Industri Halal Indonesia terdapat delapan kategori utama, yaitu inovasi halal terbaik, program sosial kemasyarakatan terbaik, rantai pasok halal terbaik, serta industri kecil terbaik. Kemudian, penghargaan untuk kategori kawasan industri halal terbaik, ekspansi ekspor terbaik, program halal terbaik, serta dukungan finansial halal terbaik.
BERITA04/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
Kembangkan Usaha Mustahik, BAZNAS Microfinance Desa Diluncurkan di Brebes
Kembangkan Usaha Mustahik, BAZNAS Microfinance Desa Diluncurkan di Brebes
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Brebes dalam membantu para mustahik pelaku usaha mikro mengembangkan usahanya. Simbolisasi peluncuran dilakukan di Kantor BMD Brebes, Komplek Islamic Centre Brebes, Jl. Laksda Yos Sudarso No. 35, Kelurahan Pasar Batang, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (4/10/2024). Turut hadir Pj Bupati Kabupaten Brebes, Ir. Djoko Gunawan, MT, Pimpinan Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI Eka Budhi Sulistyo, Kepala Divisi Bank Zakat BAZNAS RI Noor Aziz, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Ketua BAZNAS Kab.Brebes, dan jajaran pengurus BAZNAS Kabupaten Brebes. Dalam sambutannya, Achmad Sudrajat memaparkan, BAZNAS Microfinance Desa (BMD) adalah program pembiayaan produktif kepada para mustahik dengan prinsip nonprofit dalam rangka pengembangan usaha serta diharapkan jadi solusi dalam meningkatkan penghasilan. BMD merupakan salah satu upaya BAZNAS yang terus meluncurkan program produktif, dalam mengentaskan kemiskinan dan membantu masyarakat dalam bidang ekonomi, termasuk terbebas dari jerat rentenir. "BAZNAS Microfinance Desa Brebes ini adalah bentuk dari layanan keuangan mikro syariah yang dikembangkan BAZNAS untuk mengentaskan kemiskinan di Brebes serta memperkuat ekonomi masyarakat desa dengan memberikan akses terhadap pembiayaan produktif, seperti usaha kecil dan menengah, pertanian, peternakan, dan perikanan. Dengan adanya bantuan modal yang diberikan, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat," ujarnya. Ia berterima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah membantu hadirnya BAZNAS Microfinance Desa di Brebes. Menurutnya, hal ini merupakan sinergi positif yang terjalin untuk memberi manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan. "BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Brebes didukung penuh oleh stakeholder wilayah terkait, salah satunya dengan disediakannya kantor BMD yang berada di komplek Islamic Centre Pemkab Brebes. Alhamdulillah, kami sangat bersyukur usaha baik kita semua mendapat dukungan yang positif," kata Kiai Ajat. "Dana zakat yang disalurkan masyarakat melalui BAZNAS sangat memberikan manfaat untuk orang-orang yang ingin meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang ekonomi, salah satunya di program BMD ini. Nantinya BAZNAS tak hanya memberikan dana, namun juga akan dibekali pelatihan atau modal usaha. Hal ini dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengelola perekonomian mereka," ucapnya. Sementara itu, PJ Bupati Kabupaten Brebes, Ir. Djoko Gunawan, MT, mendukung penuh program pemberdayaan yang dikembangkan BAZNAS. Menurutnya, hal ini merupakan pertanda baik untuk memberi kesejahteraan kepada masyarakat. "Kami sangat mendukung sekali program ini, karena akan membantu usaha yang masih pemula. Apalagi ini tanpa bunga, akan bermanfaat sekali untuk mengentaskan kemiskinan di Brebes," ujar Djoko Gunawan. Menurutnya, program ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat Brebes yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan pelaku UMKM. "Kami berharap dengan adanya program BMD ini, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Brebes. Selain itu, program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan," pungkasnya.
BERITA04/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS Bersama PT. Adev Natural Indonesia Luncurkan Program Balai Ternak di Tegal
BAZNAS Bersama PT. Adev Natural Indonesia Luncurkan Program Balai Ternak di Tegal
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama PT Adev Natural Indonesia meluncurkan program Balai Ternak di di Desa Suniarsih, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (4/10/2024). Peluncuran Program Balai Ternak BAZNAS Kelompok Tani Ternak Berkah Slamet di Kabupaten Tegal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi peternak mustahik dan memberdayakannya hingga menjadi muzaki. Turut hadir, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat LC. MA, PJ. Bupati Kabupaten Tegal Dr. Agustyarsyah, S.SiT., SH., MP diwakili Sekda Kabupaten Tegal Amir Makhmud, SE, M.Si, serta Alfi Nurzaki Mewakili Dewan Direksi dan Komisaris PT Adev Natural Indonesia "Pada kesempatan yang berbahagia ini, kita berkumpul untuk meresmikan Balai Ternak BAZNAS di Desa Suniarsih, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Ini adalah balai ternak ke-38 dari total 43 titik program Balai Ternak yang dikembangkan oleh BAZNAS RI. Sebuah pencapaian yang patut kita syukuri dan banggakan," ujar Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat LC. MA Achmad mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan balai ternak ini, terutama kepada PT. Adev Natural Indonesia dan BAZNAS Kabupaten Tegal yang telah memberikan dukungan finansial yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi para peternak. "Balai Ternak ini akan memberdayakan 20 peternak dengan total populasi 210 ekor domba. Melalui pengembangan budidaya ternak persilangan antara ternak Sakub dan ternak lokal, serta inisiatif lain seperti pengembangan pupuk kompos padat cair, sistem pertanian terpadu, dan penggemukan ternak, kami berharap dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak," jelasnya. Achmad berharap program Balai Ternak BAZNAS ini menjadi bagian dalam pengembangan usaha ekonomi peternak mustahik serta dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tegal. "Semoga dengan adanya Balai Ternak BAZNAS Tegal ini, kita dapat bersama-sama mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera," ucap Achmad. Program ini pun disambut baik oleh PJ. Bupati Kabupaten Tegal Dr. Agustyarsyah, S.SiT., SH. Menurutnya, peluncuran Balai Ternak BAZNAS ini merupakan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi peternak di Tegal. "Semoga kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus berjalan dengan baik, dan mendapatkan hasil yang optimal bagi kemajuan masyarakat di Kabupaten Tegal," ujar Agustyarsyah. Sementara itu, General Manager PT Adev Natural Indonesia Alfi Nurzaki menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS atas kolaborasi yang terjalin melalui program Balai Ternak BAZNAS. "Alhamdulillah kami dapat menyaksikan langsung pemberdayaan mustahik yang dilakukan oleh BAZNAS melalui balai ternak ini. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meningkatkan kesejahteraan para peternak, khususnya di wilayah tegal," ujar Alfi. “Sedangkan bagi PT Adev Sendiri, penyaluran dana Zakat Perusahaan yang diperuntukkan untuk Program Balai Ternak di Tegal ini adalah bentuk nyata PT Adev Natural Indonesia dalam kemajuan umat,” pungkasnya. PT. Adev Natural Indonesia adalah perusahaan maklon kosmetik terdekat Bogor yang menerima jasa pembuatan produk kosmetika berkualitas terbaik, aman, halal dan berstandar CPKB BPOM. PT Adev Natural Indonesia Resmi berdiri Pada Tanggal 15 Januari 2007 di Bogor. Balai Ternak BAZNAS merupakan program pemberdayaan ekonomi mustahik dalam sektor peternakan. Balai Ternak ini memadukan konsep perbibitan ternak dan penggemukan ternak dengan pemberdayaan masyarakat khususnya petani dan peternak kecil. Hadir dalam acara tersebut Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI Eka Budhi Sulistyo, Kepala Divisi Zakat Perusahaan BAZNAS RI Argo Sayoto, HRGA-Legal Manager PT Adev Natural Indonesia Rahmadini Naripati, Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Drs. H. Zain Yusuf, MM, Kepala Kanwil Kemenag Kabupaten Tegal H. M. Aqsho, M.Ag, Komandan Kodim 0712 Kabupaten Tegal Letkol Inf. Suratman, SIP, Kepala Polres Kabupaten Tegal AKBP Andi M. Indra Waspada S.H, S.I.K, M.M, M.Si, Ketua BAZNAS Kabupaten Tegal KH. Akhmad Rofiqi, Waka 1 H. M. Syafiq Zuhri BA, Waka 2 H. Nurul Huda, SE, Waka 3 H. Fatin Hammam, S.Sos, M.Pd, serta Waka 4 Istibsaroh, SE.
BERITA04/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS dan MUI Terbitkan Buku Jusuf Kalla Mujahid Perdamaian Dunia
BAZNAS dan MUI Terbitkan Buku Jusuf Kalla Mujahid Perdamaian Dunia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan buku berjudul 'Jusuf Kalla Mujahid Perdamaian Dunia' untuk mengapresiasi kiprah Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 RI, Muhammad Jusuf Kalla dalam dunia kemanusiaan. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, Jusuf Kalla merupakan sosok yang penuh inspiratif, dedikasi, dan sering terlibat dalam upaya perdamaian dunia. “Pak JK adalah sosok yang sangat inspiratif. Sudah pasti apa yang dilakukan Pak JK sebagai tokoh senior itu berpengaruh terhadap bantuan kemanusiaan, tidak hanya kepada BAZNAS RI, tetapi insyaAllah juga kepada yang lain-lain,” ujar Kiai Noor di Jakarta, Kamis (3/10/2024). Kiai Noor mengatakan, perjalanan Jusuf Kalla dalam dunia kemanusiaan dan membantu perdamaian dunia sudah dilakukan sejak lama. Bahkan, lanjutnya, kiprah Jusuf Kalla dalam dunia kemanusiaan tetap terlihat di tengah kesibukannya menjadi pejabat negara. “Peran beliau di dunia kemanusiaan baik di tingkat nasional maupun internasional sebenarnya juga tidak semata-mata saat beliau sudah lengser, tetapi juga pada saat beliau masih aktif sebagai pejabat negara,” katanya. Kiai Noor mengungkapkan sejumlah peran penting Jusuf Kalla dalam menyelesaikan konflik, seperti kasus Poso dan Aceh. Katanya, berkat tangan dingin Jusuf Kalla, kedua kasus tersebut bisa ditangani dengan baik dan mendapat apresiasi dari banyak pihak. “Bahkan yang terakhir ini beliau juga punya konsentrasi yang cukup baik pada bantuan kemanusiaan di Palestina. Sehingga dengan demikian, apa yang dilakukan oleh Pak JK ini berpengaruh terhadap kegiatan bantuan internasional untuk Palestina,” pungkasnya. Buku ‘Jusuf Kalla Mujahid Perdamaian Dunia’ merupakan penghargaan atas peran luar biasa Jusuf Kalla dalam misi kemanusiaan dan perdamaian, baik di tingkat nasional maupun internasional, menjadikannya simbol dedikasi dan kepemimpinan global. Buku ini disunting oleh sejumlah pakar di bidangnya, seperti Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri MUI Bunyan Saptomo, Diplomat Senior Indonesia Yuli Mumpuni Widarso, serta anggota Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Yanuardi Syukur.
BERITA03/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
MUI Apresiasi Bantuan Kemanusiaan dan Komitmen BAZNAS Dukung Kemerdekaan Palestina
MUI Apresiasi Bantuan Kemanusiaan dan Komitmen BAZNAS Dukung Kemerdekaan Palestina
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. M. Anwar Iskandar mengapresiasi bantuan kemanusiaan dan komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam memperjuangkan kemerdekaan masyarakat Palestina. Apresiasi ini disampaikan Anwar dalam acara Penganugerahan MUI Peace Mujahid Award kepada Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia Jusuf Kalla (JK) serta Diplomacy Mujahidah Award kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi di Jakarta, Kamis (3/10/2024). "BAZNAS sudah menunjukkan kepeduliannya dalam rangka memberikan pertolongan serta solidaritas anak-anak manusia yang ada di Palestina," kata Anwar. Dalam kesempatan ini, MUI juga memberikan penghargaan kepada Jusuf Kalla dan Menlu Retno Marsudi yang telah memperjuangkan prinsip kemerdekaan dan kemanusiaan. "MUI memberi penghargaan kepada Jusuf Kalla dan Retno atas pertimbangan yang matang baik dari dimensi politik, dimensi kemanusiaan dan dimensi keagamaan," kata dia. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, mengapresiasi dedikasi Jusuf Kalla dan Menlu Retno Marsudi dalam mendukung rakyat Palestina. Menurut Kiai Noor, kedua tokoh tersebut tidak hanya menginspirasi di dalam negeri, melainkan juga mendapat apresiasi di panggung internasional. "Pengaruhnya sangat besar, dan setiap orang yang bertemu saya di Mesir selalu mengirim salam untuk Bu Retno. Jadi, Indonesia mendapat pujian yang luar biasa,” Selain itu, Kiai Noor menambahkan bahwa peran BAZNAS dalam menggalang bantuan kemanusiaan untuk Palestina juga tidak lepas dari dukungan kuat MUI. "Apa yang BAZNAS lakukan, tidak lepas dari MUI dan ormas-ormas serta masyarakat Indonesia," ujar Kiai Noor. Menurut Kiai Noor, BAZNAS dalam berbagai kesempatan, selalu menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. “Kita terus berjuang untuk membantu Palestina sampai merdeka,” jelas Kiai Noor. Kiai Noor juga mengungkapkan rencana jangka panjang yang akan dilakukan BAZNAS untuk membantu rekonstruksi di Palestina. “Insya Allah, ke depan akan membantu rekonstruksi bangunan Palestina, rumah sakit, Masjid, sekolah, pesantren ala Indonesia di Palestina,” pungkasnya.
BERITA03/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS Ajarkan Kesiapsiagaan Siswa Lewat Sekolah Tanggap Bencana
BAZNAS Ajarkan Kesiapsiagaan Siswa Lewat Sekolah Tanggap Bencana
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui BAZNAS Tanggap Bencana mengadakan program Sekolah Tanggap Bencana (STB), bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa yang berada di wilayah rawan bencana di Indonesia. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA. mengatakan, program ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS terhadap masa depan generasi muda Indonesia, terutama di daerah yang sering terdampak bencana. "Program Sekolah Tanggap Bencana ini menekankan pentingnya pemahaman mengenai mitigasi bencana sejak dini bagi para siswa, kami juga telah melaksanakan program ini di beberapa sekolah di Jakarta, Depok, dan Bogor," ujar Saidah dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (3/10/2024). “Melalui program ini kami ingin menciptakan generasi yang tanggap dan siap menghadapi situasi darurat. Para siswa ini nantinya akan menjadi agen perubahan di lingkungan mereka dalam menghadapi potensi bencana," ujarnya. Dalam kegiatan ini, kata Saidah, para siswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan teoritis tentang bencana alam, tetapi juga keterampilan praktis, seperti cara menyelamatkan diri, memberikan pertolongan pertama, dan mengenali tanda-tanda bencana. Saidah juga menekankan, pentingnya kerja sama antara berbagai pihak dalam menyukseskan program ini. program ini diinisiasi sebagai respons atas meningkatnya frekuensi bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, dan kebakaran hutan. “Kami berharap program ini bisa berjalan dengan baik dengan dukungan dari pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat setempat. Upaya pencegahan dan mitigasi bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak agar lebih efektif,” tambahnya. Sekolah Tanggap Bencana BAZNAS ini telah diselenggarakan di wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor. Kegiatan ini melibatkan guru dan siswa seperti di sekolah Al-Azhar Asyuhada, SDT Pelita Hati, MI Al-Wathoniyah, SMPN 02 Jakarta, MIT Nurul Iman, SDN Menteng Atas 01, SMK Farmako Medika dan SDIT - MA Al-Muchtari. Kegiatan Sekolah Tanggap Bencana ini merupakan rangkaian kegiatan kesiapsiagaan civitas sekolah untuk menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, dengan kegiatan dan aktivitas yang mengedukasi, menyenangkan, dan melibatkan langsung peserta. Bagi sekolah yang ingin berkolaborasi dengan BAZNAS dalam program ini dapat menghubungi Kantor Pusat BAZNAS RI di Jl. Matraman Raya No.134 Kb. Manggis, Kec. Matraman, Jakarta 13150.
BERITA03/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
Ketua BAZNAS RI Paparkan Sukses Program Strategis di Malaysia
Ketua BAZNAS RI Paparkan Sukses Program Strategis di Malaysia
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan program pengentasan kemiskinan yang dijalankan BAZNAS dalam Forum Serantau YAPIEM (FSY) 2024 di Malaysia, Senin malam (1/10/2024). Acara tersebut diresmikan oleh Timbalan Perdana Menteri YAB Dato Sri Haji Fadilah bin Haji Yusol. Turut hadir antara lain Rais Aam PBNU KH. Miftahul Akhyar Abdul Ghoni, Prof. Dr. drg. H. Chairul Tanjung, MBA., Prof. Dr. Ir. KH. Muhammad Nuh, DEA, Dr. (HC) Ir. H. Muhammad Hatta Rajasa, dan Dr. H. Anwar Abbas, M.Ag., serta tamu undangan lainnya. “Kami bekerja sama dengan pemerintah (Indonesia) yang saat ini berfokus mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan rakyat. Kami saat ini fokus untuk itu,” ujar Kiai Noor dalam acara bertema ‘Memperkasa Ekonomi Madani Melalui Sinergi Serangkaian Serantau’. Kiai Noor mengungkapkan, mengentaskan masyarakat dari lembah kemiskinan tidaklah mudah. Saat ini, lanjutnya, BAZNAS RI tengah menargetkan bisa mengubah 1,2 juta mustahik menjadi muzaki pada 2025 mendatang. “Caranya bagaimana? Kami memberikan beasiswa. Tahun ini kami memberikan beasiswa untuk 53 ribu orang baik di dalam maupun luar negeri. Kami juga memberikan bantuan ekonomi produktif seperti BAZNAS Microfinance Masjid,” katanya. “Program BAZNAS Microfinance Masjid akan sangat membantu meningkatkan ekonomi jemaah masjid. Nantinya, jemaah hanya mengembalikan sejumlah dana kepada masjid untuk diputar kembali ke jemaah lain yang membutuhkan,” tambahnya. Kiai Noor menambahkan, selain memberikan beasiswa dan bantuan masjid, BAZNAS RI juga mendirikan balai ternak di wilayah produktif, sehingga ekonomi masyarakat di sekitarnya diharapkan bisa berkembang. “Kami juga mendirikan balai-balai ternak. Di Indonesia kami memiliki balai ternak kambing, ayam, ikan, dan balai ternak sapi. Kami memberikan modal kepada para mustahik yang nantinya keuntungan dari situ diharapkan bisa disalurkan kepada umat yang lain. Itulah cara pergerakan kami dalam membantu menyejahterakan umat dari lembah kemiskinan,” paparnya. Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI terus memberikan pendampingan terhadap mustahik penerima manfaat program-program dari BAZNAS. “Pendampingan ini untuk memastikan program yang kita jalankan dengan tujuan menyejahterakan umat bisa berjalan sebagaimana mestinya, sehingga para pendamping yang kita terjunkan telah dilatih terlebih dahulu. Alhamdulillah apa yang kita lakukan sudah berjalan,” pungkasnya.
BERITA02/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
Perkuat Penghimpunan ZIS, BAZNAS RI Maksimalkan Teknologi Digital
Perkuat Penghimpunan ZIS, BAZNAS RI Maksimalkan Teknologi Digital
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong peningkatan efisiensi pengelolaan zakat melalui pemanfaatan teknologi digital, dengan memperkuat kampanye penghimpunan zakat, infak, sedekah di media sosial dan digital marketing. Hal tersebut mengemuka pada Pengajian Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI dengan topik "Bedah Kampaye Fundraising di Media Sosial dan Digital Marketing”, disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Selasa (01/10/2024). Hadir Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional BAZNAS RI Prof. Ir. Muh. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Sc., Ph.D., serta Amil BAZNAS RI, S2 Nonprofit Management di Amerika Serikat Hafiza Elvira Nofitariani, S.Kep. MNLM. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi Informasi, Prof. Ir. Muh. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Sc., Ph.D., menekankan pentingnya digitalisasi dalam kegiatan fundraising di BAZNAS. "Saya melihat di era modern ini, banyak generasi muda sekarang, seperti generasi Z, sangat aktif menggunakan media sosial untuk bersosialisasi dan berinteraksi. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat kampanye fundraising BAZNAS," ujarnya. Dalam paparannya, Nadra mengingkatkan kembali pesan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam Rakornas BAZNAS yang menekankan pentingnya digitalisasi dalam berbagai sektor, termasuk sektor filantropi. "Di era digital ini, kita harus mampu menyelesaikan masalah dengan cepat. Teknologi adalah solusi utama untuk mempercepat berbagai proses di BAZNAS, termasuk dalam pengelolaan zakat," jelas Nadra. Menurutnya, tolak ukur perkembangan sebuah lembaga dapat dilihat dari kemajuan teknologi digital dan aktifitasnya di media sosial. Lebih lanjut, Nadra menjelaskan, BAZNAS kini telah memiliki 240 kantor digital yang tersebar di seluruh Indonesia. Kantor-kantor ini diharapkan dapat menjadi penggerak utama dalam kampanye fundraising digital di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. "Dengan adanya kantor digital BAZNAS, kita memiliki pondasi kuat untuk mengembangkan strategi fundraising digital secara masif dan terukur," kata Nadra. Sementara itu, Hafiza Elvira Nofitariani, Amil BAZNAS RI bidang fundraising digital, memaparkan lebih mendalam terkait pentingnya media sosial dan digital marketing dalam kampanye filantropi. Hafiza menyoroti, peran media sosial seperti Instagram, Facebook, X (Twitter), YouTube, dan TikTok sebagai platform yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta memotivasi mereka untuk berdonasi. "Setiap platform memiliki karakteristik dan audiens yang berbeda, sehingga sangat penting untuk memahami strategi yang tepat di setiap platform tersebut," jelas Hafiza. Lebih lanjut, Hafiza menyarankan agar lembaga filantropi memanfaatkan multiplatform digital dengan strategi yang terukur. "Konten kreatif seperti poster, video, dan email blast yang menarik dapat memotivasi orang untuk berdonasi, sekaligus memberikan transparansi dengan melaporkan hasil kampanye secara berkala," jelas Hafiza. "Optimalisasi mesin pencari dan keberadaan di media sosial adalah kunci keberhasilan kampanye fundraising di era digital," pungkasnya. ------------- Informasi Pusdiklat 0851-7519-4198
BERITA02/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
Program Beasiswa BAZNAS, Langkah Strategis Bangun SDM Unggul
Program Beasiswa BAZNAS, Langkah Strategis Bangun SDM Unggul
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc. MA, menyampaikan BAZNAS terus berupaya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di Indonesia melalui Program Beasiswa Cendekia BAZNAS. "Program beasiswa pendidikan BAZNAS sejalan dengan program peningkatan sumber daya manusia Indonesia dengan harapan ke depannya menjadi tokoh-tokoh kemajuan bangsa dan menjadi titik tolak kemajuan bangsa," ujar Achmad dalam Temu Perdana bagi peserta terpilih Beasiswa Cendekia BAZNAS secara daring melalui BAZNAS TV, Selasa (1/10/2024). Dalam kesempatan ini, Achmad mengucapkan selamat kepada peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS yang telah menjadi bagian penting dalam kemajuan bangsa. "Kami percaya betul bahwa adik-adik penerima beasiswa akan menjadi tokoh kemajuan bangsa. Ini menjadi pertemuan untuk menguatkan tali silaturahmi dan membersamai sesama anak bangsa," imbuhnya. Sementara itu, Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., mengatakan bahwa kaum muda mahasiswa harus memiliki parameter manusia unggul. "Kaum muda harus memiliki parameter manusia yang unggul harus memiliki sikap dedikasi, integritas, akhlakul karimah, keteladanan, kapasitas, ilmu yang tinggi, wawasan yang luas, problem solving dan keterampilan," ujar Imdad. Menurut Imdad, temu perdana peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS ini juga sekaligus mengukur literasi zakat peserta beasiswa BAZNAS tentang pemahaman terkait zakat pada sesi pretest skor literasi zakat para peserta sebanyak 79 persen dan pasa saat postest meningkat menjadi 81 persen. Sehingga pihaknya berharap para peserta dapat memperkuat generasi zakat dan membangun SDM Indonesia yang maju di Indonesia Emas 2045. "Kami harap penguatan seluruh peserta, seluruh penerima beasiswa menjadi cikal-bakal yang melantunkan lagu kemuliaan zakat. Kami selalu mendoakan para penerima beasiswa menjadi tokoh di masa yang akan datang," pungkasnya. Progam Beasiswa Cendekia BAZNAS 2024 telah menyekolahkan pendidikan tinggi anak petani sebanyak 554 peserta, anak pegawai swasta 424 peserta, buruh 168 peserta dan pedagang 163 peserta.
BERITA01/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS Perkuat Aspek Keamanan Transaksi Keuangan dalam Pengelolaan Zakat
BAZNAS Perkuat Aspek Keamanan Transaksi Keuangan dalam Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus berupaya meningkatkan keamanan dalam pengelolaan transaksi keuangan dalam pengelolaan zakat guna menjaga kepercayaan para muzaki. Langkah ini diwujudkan melalui implementasi teknologi terkini dan sistem keamanan digital yang lebih kuat. Hal itu dikemukakan Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan dan Hukum, Kol. CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani dalam acara webinar Kelas Hukum volume 9 dengan tema "Kenali Muzaki, Kenali Mustahik" untuk memperkuat pengelolaan zakat yang akuntabel pada Senin (30/09/2024). Kegiatan yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS ini juga menghadirkan narasumber Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pusat Pemberdayaan Kemitraan PPATK, Adhitya Abriansyah Afandi. Dalam paparannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Hukum Kol. CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani mengatakan webinar ini membahas topik yang sangat penting dalam pengelolaan zakat: "Kenali Muzaki, Kenali Mustahik". Menurutnya, judul ini bukan sekadar slogan, melainkan pengejawantahan dari prinsip "Know Your Donors, Know Your Beneficiary" yang krusial dalam manajemen zakat yang aman syar`i, aman regulasi dan aman NKRI. "Namun, perlu saya tekankan bahwa dalam Kelas Hukum volume 9 ini, kita tidak akan membahas definisi muzaki dan mustahik dari sudut pandang syariat. Fokus kita dalam webinar ini adalah aspek keamanan transaksi keuangan dalam pengelolaan zakat," katanya. Nur Chamdani menegaskan pentingnya uji tuntas atau due diligence terhadap mitra-mitra BAZNAS. "Hal ini bukan sekadar formalitas administratif, tetapi implementasi dari asas amanah, kemanfaatan, dan akuntabilitas yang kami pegang teguh," ujarnya. Nur Chamdani menjelaskan, proses due diligence dilakukan agar dana zakat digunakan dengan benar dan aman, serta terhindar dari penyalahgunaan seperti praktik pencucian uang dan pendanaan terorisme. Menurutnya, due diligence ini adalah bentuk nyata dari tanggung jawab BAZNAS dalam memastikan bahwa setiap mitra yang terlibat dapat dipercaya dan tidak memiliki potensi menimbulkan risiko. "Dalam konteks ini, BAZNAS tampil tidak hanya sebagai lembaga penyalur dana, tetapi juga sebagai pengawas yang memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya. Selain itu, Nur Chamdani mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam proses pengumpulan zakat. "Nominal besar yang diterima tidak menjamin aman dari risiko. Jika ada yang mencurigakan, kami tidak akan ragu untuk menolak," tambahnya. Hal ini, menurutnya, merupakan bentuk tanggung jawab moral BAZNAS dalam menjaga amanah umat dan memastikan proses pengelolaan zakat sesuai dengan ketentuan yang ada. "Kerja sama antara BAZNAS dan PPATK sudah terjalin sejak penandatanganan MoU pada 2021, dan ini menunjukkan komitmen bersama dalam pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme," ungkap Adhitya. Ia berharap sinergi antara kedua lembaga ini dapat terus memperkuat pengawasan dalam pengelolaan dana zakat. Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pusat Pemberdayaan Kemitraan PPATK, Adhitya Abriansyah Afandi turut memberikan penjelasan tentang pentingnya keamanan dalam transaksi keuangan terkait pengelolaan zakat. Menurut Adhitya, dalam pengumpulan zakat, kehati-hatian ini juga mencakup verifikasi terhadap setiap muzaki. Dengan kehati-hatian tersebut, lembaga bisa memastikan bahwa muzaki yang memberikan zakat memiliki sumber pendapatan yang jelas dan sesuai dengan hukum. "Dengan demikian, dana zakat yang terkumpul dapat dipastikan berasal dari sumber yang halal dan sah, sehingga kemanfaatannya bagi para mustahik tidak diragukan," katanya. Adhitya juga menjelaskan, dukungan dari PPATK sangat penting untuk membantu BAZNAS mendeteksi potensi risiko dalam proses pengumpulan dan distribusi zakat. Dengan adanya pendampingan ini, potensi celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dapat ditekan seminimal mungkin. ------------- Informasi Pusdiklat 0851-7519-4198
BERITA30/09/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS RI Gelar Lelang Amal Bersama Public Figure
BAZNAS RI Gelar Lelang Amal Bersama Public Figure
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan kegiatan Lelang Barang Sedekah bersama Arsy Widianto di Mall Lippo Cikarang bertempat di District 1 Meikarta Lippo Cikarang, Minggu (29/09/2024). Kepala Divisi Retail BAZNAS RI Arief Budiman dalam kesempatan mengatakan kegiatan Lelang Barang Sedekah bertujuan sebagai sarana kepedulian masyarakat terhadap pentingnya zakat dan sedekah dalam mengentaskan kemiskinan. "Kegiatan ini bertujuan dalam pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah yang dapat digunakan untuk mendanai program-program sosial BAZNAS yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan bantuan bencana," ujarnya. Selain menggalang dana, pihaknya menyebut kegiatan Lelang Barang Sedekah merupakan upaya untuk memadukan hiburan dengan kegiatan sosial. Sehingga publik tidak hanya mendapatkan hiburan dari artis idola mereka, tetapi juga turut berperan aktif dalam misi kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, Arief berharap dapat membuka peluang bagi kelompok-kelompok yang lebih muda untuk terlibat dalam kegiatan amal. Selain itu juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sosial sejak dini melalui figur-figur yang mereka kagumi. "Tentunya kita ingin lebih banyak masyarakat yang terlibat dalam kegiatan amal melalui acara-acara seperti ini," imbuhnya. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, M.Si. CFRM. mengatakan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya zakat dan sedekah dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menambahkan, keterlibatan figur publik seperti Arsy Widianto dalam acara tersebut diharapkan mampu menarik generasi muda untuk lebih peduli terhadap sesama. “Generasi muda adalah masa depan bangsa, dan kami ingin mereka tumbuh dengan kesadaran sosial yang tinggi. Melalui dukungan artis seperti Arsy Widianto, kami berharap bisa menjangkau lebih banyak anak muda untuk turut aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan,” ujar Rizaludin. Sementara itu, Arsy Widianto menyambut baik kolaborasi dengan BAZNAS dalam program Lelang Barang Sedekah. "Saya merasa senang bisa terlibat dalam acara ini, dan semoga semakin banyak anak muda yang termotivasi untuk berbagi dan peduli terhadap sesama melalui aksi nyata seperti ini," pungkasnya.
BERITA30/09/2024 | Humas BAZNAS Jember
Resolusi Rakornas, BAZNAS Targetkan Pengumpulan ZIS Nasional 2025 Rp50 Triliun
Resolusi Rakornas, BAZNAS Targetkan Pengumpulan ZIS Nasional 2025 Rp50 Triliun
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menargetkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara nasional selama tahun 2025 sebesar Rp50 triliun, sebagaimana tertuang dalam Resolusi Rakornas BAZNAS 2024. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menjelaskan target penghimpunan zakat nasional selama 2024 adalah Rp41 triliun dengan penerima manfaat 64 juta orang. Target tersebut hampir tercapai meski 2024 masih menyisakan beberapa bulan. "Untuk target pengumpulan tahun 2024 sebesar Rp41 triliun, alhamdulillah hampir terealisasi. Jadi dalam Rakornas kita menyepakati untuk target tahun 2025 menjadi Rp50 triliun," ujar Kiai Noor usai menutup Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS se-Indonesia di Balikpapan, pada Jumat (27/9/2024). Kiai Noor mengungkapkan, BAZNAS selama tahun 2025 menyepakati 3,4 juta mustahik zakat nasional berbasis KK/BNBA (By Name By Address), dengan target pengentasan kemiskinan nasional sebanyak 1,8 juta orang. "Jadi dari 84 juta penerima manfaat pada 2025 nanti yang insya Allah kita fokus pengentasan kemiskinan sebanyak 1,8 juta orang," ujarnya. Kiai Noor melanjutkan, BAZNAS RI berkomitmen melaksanakan pengelolaan ZIS dengan prinsip 3A, yaitu Aman syar'i, Aman NKRI, dan Aman regulasi, sehingga pengelolaan ZIS menjadi lebih aman dan terpercaya. "Kami juga akan terus berkolaborasi dengan penegak hukum, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi, dan Kejaksaan Negeri di semua tingkatan untuk memastikan pengelolaan ZIS yang terpercaya," tegasnya. Dia juga memastikan, BAZNAS di seluruh wilayah Indonesia optimistis terhadap pertumbuhan zakat di Indonesia dan akan terus mendampingi para mustahik yang ada di seluruh Indonesia. Hal ini mengingat jumlah mustahik di Indonesia masih cukup banyak sehingga BAZNAS dari pusat sampai daerah harus bergandengan tangan. Hadir dalam acara penutupan, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, Deputi II BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota beserta jajarannya.
BERITA27/09/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS RI Optimalkan Peran Mustahik dalam Program Makan Bergizi Gratis
BAZNAS RI Optimalkan Peran Mustahik dalam Program Makan Bergizi Gratis
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis dengan mengoptimalkan peran para mustahik. Hal tersebut disampaikan Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., usai menutup Rapat Kerja Nasional (Rakornas) BAZNAS se-Indonesia 2024 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (27/9/2024). "Kita harapkan ada kolaborasi mempekerjakan para mustahik. Dengan begitu bisa menyerap tenaga kerja," ujar Noor. Noor menjelaskan, mustahik binaan BAZNAS memiliki hasil produksi yang mumpuni seperti program lumbung pangan, balai ternak, hingga UMKM binaan BAZNAS dan LAZ seluruh Indonesia. "Kami punya balai ternak, baik sapi maupun ayam petelur dan potong, kemudian juga ikan. Kami juga punya UMKM kecil di kampung-kampung serta para mustahik yang bisa masak di dapur, sementara yang muda bisa menjadi juru antar makanan tersebut," jelasnya. Yang terpenting, menurut Kiai Noor, dalam kolaborasi tersebut tidak ada kapitalisasi, tapi justru menyerap tenaga kerja yang berada di desa. "Jadi kalau ada kolaborasi antara pemerintah dengan BAZNAS, maka BAZNAS akan memperkuat peran mustahik dalam hal pemberdayaan," katanya. Hadir dalam acara penutupan, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, Deputi II BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota beserta jajarannya. Rakornas BAZNAS 2024 diselenggarakan di Balikpapan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
BERITA27/09/2024 | Humas BAZNAS Jember
Dorong Kesejahteraan Masyarakat, Rakornas BAZNAS se-Indonesia 2024 Hasilkan 17 Resolusi
Dorong Kesejahteraan Masyarakat, Rakornas BAZNAS se-Indonesia 2024 Hasilkan 17 Resolusi
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 yang digelar di Balikpapan pada 25-27 September menghasilkan 17 resolusi yang disepakati seluruh peserta, sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat serta meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, 17 resolusi yang dihasilkan dalam Rakornas BAZNAS se-Indonesia 2024 sejalan dengan visi dan misi BAZNAS untuk menjadi lembaga utama yang menyejahterakan umat. "Kita ingin seluruh kekuatan kita di seluruh Indonesia itu merata. Maka sering saya katakan bahwa seluruh pimpinan BAZNAS di Indonesia adalah orang-orang yang profesional," ujar Kiai Noor di Balikpapan, pada Jumat (27/9/2024). Resolusi tersebut dibacakan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., MA, di hadapan Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, Deputi II BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota beserta jajarannya. Adapun 17 resolusi Rakornas BAZNAS 2024 adalah sebagai berikut: Pertama, menyepakati target pengumpulan ZIS-DSKL nasional tahun 2025 sebesar Rp 50 triliun terdiri dari pengumpulan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ se-Indonesia (On Balance Sheet) sebesar Rp12.7 Triliun dan pencatatan zakat di masyarakat (Off Balance Sheet) sebesar Rp37.3 Triliun; Kedua, menyepakati 3,4 juta Mustahik Zakat Nasional berbasis KK/BNBA (By Name By Address), dengan target Penerima Manfaat Nasional sebanyak 84 juta jiwa, serta target pengentasan Kemiskinan Nasional sebanyak 1,8 juta jiwa pada tahun 2025; Ketiga, kembali memperkuat peran dan fungsi BAZNAS melalui empat penguatan: 1) Penguatan Kelembagaan, Organisasi, dan Manajemen BAZNAS seluruh Indonesia, 2) Penguatan SDM Pimpinan dan Amil Zakat, 3) Penguatan infrastruktur dan transformasi digital, dan 4) Penguatan jaringan seluruh stakeholder pengelola zakat; Keempat, memperkuat status BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Non Struktural khususnya dalam mendorong Pemerintah untuk melaksanakan regulasi mengenai pembiayaan yang berasal dari APBN/APBD untuk mendukung operasional BAZNAS sebagaimana arahan Menteri Dalam Negeri; Kelima, mengoptimalkan realisasi penerimaan zakat dari potensi Rp327 Triliun melalui perluasan jaringan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dengan membentuk UPZ di seluruh OPD, Kecamatan, dan Desa dengan melaporkan perkembangannya kepada BAZNAS RI dan Kemendagri secara berkala; Keenam, mendorong aktivitas interkoneksi Sistem Manajemen Informasi BAZNAS dan Sistem Informasi Pemerintah dalam memudahkan pengelolaan zakat; Ketujuh, memprioritaskan penyaluran ZIS-DSKL untuk pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting, pengentasan kemiskinan BPS dan Transformasi Mustahik menjadi Muzaki yang berkolaborasi dengan data Pemerintah dan terintegrasi dalam SIMBA dalam rangka sukses Asta Cita; Kedelapan, menyepakati 10 program prioritas Nasional yaitu Rumah Sehat BAZNAS, BAZNAS Microfinance, Desa/Kampung Zakat, Santripeneur, Beasiswa BAZNAS, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, serta BAZNAS Tanggap Bencana; Kesembilan, redistribusi penguatan penyaluran dari BAZNAS RI ke BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota melalui integrasi program penyaluran Pusat dan Daerah dengan fokus utama pemerataan penyaluran di seluruh daerah untuk memastikan manfaat zakat tersebar secara adil dan merata di berbagai wilayah; Kesepuluh, sinkronisasi perencanaan pelaksanaan program pendistribusian serta pendayagunaan zakat dengan perencanaan pembangunan pemerintah sebagaimana tercantum dalam Asta Cita sebagai upaya strategis untuk memastikan keselarasan program-program zakat dengan prioritas pembangunan nasional; Kesebelas, meningkatkan kualitas tata kelola layanan dan pengelolaan zakat dengan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) BAZNAS, komitmen laporan teraudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pembentukan SAI (Satuan Audit Internal) untuk memastikan pengelolaan zakat yang lebih profesional, transparan, sistematis, dan sesuai dengan standar yang berlaku; Kedua belas, berkomitmen untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas kelembagaan melalui pengukuran dengan Indeks Zakat Nasional, sebagai upaya mewujudkan tata kelola zakat yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan umat; Ketiga belas, berkomitmen untuk menyampaikan pelaporan secara rutin dan transparan melalui Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA), sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas dan meningkatkan kepercayaan publik dalam pengelolaan zakat; Keempat belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota siap menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis melalui program penguatan mustahik dalam hal penyediaan sumber daya dan bahan pangan yang diperlukan yang didapat dari hasil produksi para pengusaha mustahik seperti program lumbung pangan, balai ternak, dan UMKM binaan BAZNAS dan LAZ seluruh Indonesia; Kelima belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, serta BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan reputasi lembaga dengan menerapkan prinsip aman syar`i, aman regulasi, dan aman NKRI, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta menegakkan etika dan integritas; Keenam belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen menjaga netralitas dan profesionalitas menjelang dan di dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2024; Ketujuh belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ mengucapkan terimakasih atas arahan, motivasi, dan dukungan dari Bapak Presiden Joko Widodo yang telah membesarkan Pengelolaan Zakat Nasional serta siap melanjutkan agenda pembangunan Indonesia pada pemerintahan Bapak Prabowo Subianto.
BERITA27/09/2024 | Humas BAZNAS Jember
Optimalkan Pengelolaan Zakat 2025, BAZNAS RI Manfaatkan Teknologi Digital
Optimalkan Pengelolaan Zakat 2025, BAZNAS RI Manfaatkan Teknologi Digital
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memanfaatkan teknologi digital dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tahun 2025 mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman, M.S, M.Ec, Ph.D, dalam Sesi Pleno IV "PKP dan Transformasi Digital" pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS se-Indonesia tahun 2024 di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Kamis malam (26/9/2024). "Seiring perkembangan teknologi yang begitu pesat, BAZNAS harus mampu memanfaatkan momentum ini untuk lebih mengoptimalkan pelayanan dan pengelolaan zakat," ujar Nadratuzzaman. Menurutnya, teknologi digital memberikan sarana untuk menjangkau lebih banyak mustahik dan muzaki, mempercepat distribusi, meningkatkan akuntabilitas, serta mempermudah akses informasi. "Ini adalah peluang emas yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk membawa lembaga ini lebih maju, profesional, dan inovatif. Tidak mungkin amil dapat melayani muzaki dan mustahik hanya dengan cara konvensional, perlu ada bantuan dari kehadiran teknologi," jelasnya. Dia mengatakan, BAZNAS RI terus berupaya mengembangkan berbagai inovasi berbasis teknologi. Mulai dari platform digital untuk memudahkan donasi zakat, hingga penggunaan big data dan artificial intelligence dalam menganalisis kebutuhan mustahik serta efektivitas program-program pemberdayaan. "Hal ini diharapkan akan membuat pengelolaan zakat menjadi lebih tepat sasaran, efisien, dan transparan," tuturnya. Dalam kesempatan itu, Nadratuzzaman juga mengungkapkan, BAZNAS RI telah menyiapkan lima aplikasi nasional dengan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memudahkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah pada 2025. Lima aplikasi tersebut antara lain, Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) dan Simbalite, Menara Masjid, serta Kantor Digital. Sementara SIMBA-UPZ dan Cinta Zakat dalam proses pengembangan. "Saya mengajak seluruh jajaran BAZNAS di berbagai tingkatan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan," tegasnya. Meski demikian, lanjutnya, teknologi hanyalah alat. Kesuksesan BAZNAS RI dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat tetap bergantung pada komitmen dan integritas bersama. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi antara BAZNAS pusat, provinsi, dan kabupaten/kota harus terus diperkuat. "Mari kita bersama-sama menciptakan sistem pengelolaan zakat yang modern, profesional, dan sesuai dengan tuntutan syariah, agar zakat benar-benar dapat menjadi solusi efektif dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia," pungkasnya. Hadir dalam acara tersebut, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, Deputi II BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota beserta jajarannya. Rakornas BAZNAS 2024 diselenggarakan di Balikpapan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
BERITA27/09/2024 | Humas BAZNAS Jember
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kab. Jember.

Lihat Daftar Rekening →