WhatsApp Icon
Antusias, Peserta Ikuti Pelatihan Barista BAZNAS Jember

JEMBER — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jember menggelar pelatihan barista sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin (12/1/2026) di Kantor BAZNAS Jember dan diikuti delapan peserta dari kalangan penerima manfaat.

Pelatihan menghadirkan instruktur praktisi sekaligus pengusaha kopi Kabupaten Jember, Wahyu Ari Bowo, yang membekali peserta dengan pengetahuan dasar hingga praktik pembuatan minuman kopi. Materi meliputi pengenalan biji kopi, teknik penggilingan, peracikan manual brew, hingga standar penyajian sesuai kebutuhan pasar.

Menurut Mas Ari, pelatihan dirancang agar peserta memiliki keterampilan yang aplikatif. “Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik langsung. Harapannya, peserta mampu menerapkan keterampilan ini sebagai bekal kerja maupun untuk memulai usaha mandiri di bidang kopi,” ujarnya.

Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias, mulai dari teknik dasar peracikan hingga simulasi pelayanan pelanggan. Selain keterampilan teknis, peserta juga memperoleh wawasan mengenai peluang usaha kopi skala mikro serta pentingnya menjaga konsistensi kualitas produk.

Antusiasme peserta terlihat dari tanggapan yang disampaikan seusai kegiatan. Fauzan, salah satu peserta, menilai pelatihan ini membuka wawasan baru. “Saya jadi memahami teknik dasar meracik kopi yang benar dan peluang usahanya. Ini sangat bermanfaat untuk rencana membuka usaha kecil,” katanya.

Peserta lainnya, Indriani, mengapresiasi metode pembelajaran yang menekankan praktik. “Kami langsung mencoba sehingga lebih mudah dipahami dan menambah kepercayaan diri. Saya berharap ada pendampingan lanjutan setelah pelatihan ini,” ujarnya.

Melalui pelatihan barista tersebut, BAZNAS Jember menegaskan komitmennya mendorong kemandirian ekonomi mustahik berbasis keterampilan. Program serupa direncanakan berlanjut sebagai bagian dari strategi pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kapasitas, akses usaha, dan keberlanjutan pendapatan peserta.    

12/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember
Perkuat Sinergi Kelembagaan, FOZ JEMBER Kunjungi BAZNAS Jember Dorong Tata Kelola Zakat yang Akuntabel

JEMBER — Upaya penguatan tata kelola zakat di Kabupaten Jember terus diperkuat melalui sinergi antarlembaga zakat. Komitmen tersebut tercermin dalam kunjungan Forum Zakat (FOZ) JEMBER ke Kantor BAZNAS Kabupaten Jember, Selasa (6/1/2026).

Kunjungan ini dilakukan setelah terlaksananya pemilihan Ketua FOZ Jember untuk periode 2025-2028, pada saat melakukan kunjungan dihadiri langsung oleh Ketua FOZ JEMBER terpilih M. Arifin Abdullah, SE., CAC., Bendahara Khoirul Hamzah, S.Pd., dan Seksi Koordinasi Ernanto, Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Jember K. Abdul Aziz, S.S, serta Kepala Pelaksana BAZNAS Jember Abdul Qodir, S.Pd., M.Pd, Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif, dengan fokus pada penguatan koordinasi, konsolidasi kelembagaan, serta peningkatan kualitas tata kelola zakat di tingkat daerah.

Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Jember menegaskan bahwa kunjungan FOZ JEMBER menjadi momentum strategis dalam memperkuat tata kelola zakat yang profesional dan akuntabel di Kabupaten Jember.

“Sinergi antara BAZNAS Jember dan FOZ JEMBER sangat penting untuk memastikan pengelolaan zakat berjalan sesuai prinsip syariah, regulasi yang berlaku, serta menjunjung tinggi akuntabilitas dan transparansi. Dengan kolaborasi yang kuat, zakat dapat memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi kesejahteraan umat,” ujar Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Jember.

Sementara itu, Ketua FOZ JEMBER terpilih menyampaikan bahwa FOZ JEMBER berkomitmen untuk terus mendorong kolaborasi dan penguatan kapasitas antarorganisasi pengelola zakat, baik BAZNAS Jember maupun LAZ di Kabupaten Jember.

“FOZ JEMBER hadir untuk memperkuat ekosistem zakat nasional. Kunjungan ke BAZNAS Jember ini menjadi bagian dari upaya kami dalam membangun keselarasan tata kelola, berbagi praktik baik, serta memperkuat peran lembaga zakat agar semakin dipercaya publik dan berdampak nyata bagi mustahik,” ungkap Ketua FOZ JEMBER terpilih.

Melalui kunjungan ini, BAZNAS Kabupaten Jember berharap terbangun sinergi berkelanjutan dengan FOZ JEMBER dalam mewujudkan pengelolaan zakat yang profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kesejahteraan umat di Kabupaten Jember.

07/01/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember
BAZNAS Jember Apresiasi 15 Wisudawan TPQ Terbaik pada Wisuda XXXII LPPTKA-BKPRMI Kabupaten Jember

Jember — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Jember memberikan apresiasi kepada 15 wisudawan terbaik Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dalam kegiatan Wisuda XXXII LPPTKA-BKPRMI Kabupaten Jember yang diselenggarakan pada Kamis, 25 Desember 2025, bertempat di GOR PKPSO Jember.

Kegiatan wisuda ini diikuti oleh sebanyak 1.104 santri TPQ dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember. Pemberian apresiasi kepada wisudawan terbaik tersebut merupakan bentuk dukungan nyata BAZNAS Jember terhadap penguatan pendidikan Al-Qur’an sejak usia dini, sekaligus sebagai motivasi bagi para santri untuk terus meningkatkan prestasi dan akhlak Qur’ani.

Acara wisuda berlangsung khidmat dan meriah dengan dihadiri oleh jajaran pengurus LPPTKA-BKPRMI Kabupaten Jember, para orang tua dan wali santri, serta perwakilan BAZNAS Jember. Dalam kesempatan tersebut, BAZNAS Jember diwakili oleh Wakil Ketua IV, Dr. Rudi Masrukhin, M.Pd.

Saat ditemui Tim Media BAZNAS Jember Dr. Rudi Masrukhin, M.Pd. menyampaikan bahwa BAZNAS Jember berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan pendidikan keagamaan, khususnya pendidikan Al-Qur’an melalui TPQ. Apresiasi kepada wisudawan terbaik diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi para santri untuk terus belajar, berprestasi, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, pengurus LPPTKA-BKPRMI Kabupaten Jember menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan BAZNAS Jember terhadap penyelenggaraan pendidikan TPQ. Sinergi antara lembaga zakat dan lembaga pendidikan dinilai penting dalam membangun generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Jember menegaskan peran strategisnya tidak hanya dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah, tetapi juga dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui penguatan pendidikan keagamaan yang berkelanjutan di Kabupaten Jember.

25/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember
UPZ Universitas Al-Falah Assunniyah Kencong Jember Serahkan Donasi untuk Korban Banjir Sumatra kepada BAZNAS Jember

 

Jember, 27 November 2025 — BAZNAS Kabupaten Jember menerima amanah donasi kemanusiaan sebesar Rp5.000.000 dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Universitas Al-Falah Assunniyah Kencong Jember (UAS). Donasi tersebut diserahkan oleh H. Ahmad Zuhairus Zaman, B.Sc., M.H., selaku Ketua UPZ sekaligus Wakil Rektor IV, dan diterima langsung oleh Wakil Ketua IV BAZNAS Jember, Dr. Akhmad Rudi Masrukhin, M.Pd.

Dalam kesempatan tersebut, H. Zuhairus Zaman menyampaikan bahwa donasi ini merupakan hasil kepedulian sivitas akademika Universitas Al-Falah Assunniyah Kencong Jember (UAS) terhadap masyarakat Sumatra yang terdampak banjir. Ia berharap langkah ini dapat memperkuat upaya bantuan kemanusiaan di wilayah terdampak.

“Ini adalah wujud empati dan solidaritas kami. Semoga donasi ini menjadi bagian dari ikhtiar kolektif untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan,” ujarnya.

Dr. Akhmad Rudi Masrukhin menyampaikan apresiasi atas amanah yang diberikan UPZ Universitas Al-Falah Assunniyah Kencong Jember (UAS). Menurutnya, kolaborasi lembaga pendidikan dengan BAZNAS memiliki dampak signifikan dalam mempercepat penyaluran bantuan.

“Terima kasih atas kepedulian yang ditunjukkan kampus UAS. Donasi ini akan kami salurkan sesuai kebutuhan mendesak di lapangan, terutama logistik dasar, layanan kesehatan, dan dukungan bagi kelompok rentan,” ungkapnya.

Bencana banjir yang melanda beberapa wilayah di Sumatra telah mengakibatkan kerusakan rumah, terhambatnya aktivitas masyarakat, dan meningkatnya kebutuhan bantuan kemanusiaan. Dalam menghadapi situasi ini, BAZNAS Jember terus menjalin koordinasi dengan berbagai mitra untuk memastikan bantuan tersalurkan secara amanah dan tepat sasaran.

Sebagai bagian dari gerakan solidaritas ini, BAZNAS Jember mengajak masyarakat untuk turut serta memberikan bantuan bagi penyintas banjir.

“Kami mengajak masyarakat Jember untuk bersama-sama membantu penyintas banjir Sumatra. Donasi dapat disalurkan melalui rekening resmi BAZNAS Jember. Sekecil apa pun bantuan yang diberikan sangat berarti bagi mereka yang terdampak,” demikian ajakan resmi BAZNAS Jember.

Donasi dapat disalurkan melalui:

Bank Syariah Indonesia (BSI)

444.123.5025 a.n. BAZNAS Kabupaten Jember

Konfirmasi donasi: 0852-5860-8289 (M. Yusran Basith)

BAZNAS Jember memastikan seluruh donasi didistribusikan secara transparan, akuntabel, dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

 

 

10/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember
Baznas Jember Dorong Penguatan Forum Rehabilitasi Berbasis Masyarakat

Jember – Komitmen dalam memperkuat layanan sosial bagi penyandang disabilitas kembali ditegaskan BAZNAS Kabupaten Jember melalui partisipasi aktif dalam acara Pembentukan Forum Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) yang diselenggarakan oleh Tanoker dan Perpenca di Hotel Valonia, Senin (01/12/2025).

Dalam kegiatan ini, Wakil Ketua IV BAZNAS Jember, Dr. Akhmad Rudi Masrukhin, M.Pd, hadir sebagai pemateri sharing kolaboratif dengan membawa perspektif kelembagaan zakat dalam memperluas inklusi sosial serta menguatkan ekosistem perlindungan disabilitas di tingkat masyarakat.

Dalam paparannya, Waka IV BAZNAS Jember menekankan bahwa rehabilitasi berbasis masyarakat bukan sekadar pendekatan teknis, tetapi strategi sosial yang menempatkan keluarga dan lingkungan sebagai pusat penguatan kapasitas penyandang disabilitas. BAZNAS Jember, menurutnya, telah menempatkan program disabilitas sebagai prioritas dalam kerangka Jember Peduli.

“BAZNAS Jember mendorong hadirnya layanan yang lebih merata dan berbasis kebutuhan riil. Forum RBM menjadi wadah penting untuk menyatukan pemerintah, komunitas, lembaga sosial, dan amil zakat agar upaya pemberdayaan penyandang disabilitas semakin terarah dan berkelanjutan,” ujarnya.

Kegiatan yang digagas Tanoker dan Perpenca ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari organisasi masyarakat sipil, pendamping penyandang disabilitas, perangkat desa, hingga lembaga keagamaan. Forum RBM diharapkan menjadi jaringan kolaboratif yang bekerja di tingkat akar rumput untuk memperkuat inklusi, layanan rehabilitasi, serta advokasi kebijakan lokal.

BAZNAS Jember menyatakan siap bersinergi dalam penyediaan dukungan sosial, seperti alat bantu disabilitas, pendampingan keluarga, hingga program pemberdayaan ekonomi mustahik penyandang disabilitas.

Pembentukan forum ini menjadi langkah strategis dalam memastikan bahwa penyandang disabilitas memperoleh hak, kesempatan, dan akses layanan yang setara. Melalui sinergi lintas lembaga, Jember diharapkan mampu menjadi kabupaten yang ramah dan responsif terhadap kebutuhan disabilitas.

05/12/2025 | Kontributor: Humas BAZNAS Jember

Berita Terbaru

IHYA 2024, BAZNAS Kembali Raih Penghargaan Best Halal Financial Support
IHYA 2024, BAZNAS Kembali Raih Penghargaan Best Halal Financial Support
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali meraih penghargaan Best Halal Financial Support sub kategori Islamic Financial Institution dalam ajang Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2024 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI. "Alhamdulillah, kita kembali mendapatkan penghargaan dari Kementerian Perindustrian dalam IHYA Awards 2024, kali ini kita masuk dalam kategori best halal financial institution atas kontribusi BAZNAS dalam mendukung Indonesia menjadi pusat halal dunia," kata Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH Noor. Achmad MA., dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (4/10/2024). Kiai Noor menjelaskan, program-program BAZNAS yang mendukung industri halal di antaranya program kurasi dan sertifikasi Halal UMK Mustahik binaan BAZNAS, pembentukan ekosistem pasar halal, dan kerja sama dengan berbagai pihak dalam percepatan sertifikasi halal. Sebelumnya, penyerahan penghargaan tersebut diterima oleh Kepala LPEM BAZNAS RI Deden Kuswanda, di BSD Grand Boulevard, Kec. Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (27/9/2024). Kiai Noor menyampaikan, sertifikasi halal menjadi sebuah langkah strategis dalam membangun budaya halal. Pada sektor usaha mikro, zakat dapat digunakan untuk membantu pelaku usaha dalam memperoleh sertifikasi halal. "Selama ini, BAZNAS telah berkontribusi dalam memfasilitasi sertifikasi halal kepada lebih dari 1000 mustahik pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kategori self declare sejak tahun 2020," jelas Kiai Noor. Selain itu, lanjut Kii Noor, BAZNAS juga melakukan percepatan proses sertifikasi halal dengan mensertifikasi para pendamping program menjadi pendamping produk halal. "Kami sampaikan terima kasih atas kerja keras para pimpinan BAZNAS, Ibu-Bapak pimpinan BAZNAS, Pak Deputi, Para direktur dan Amilin amilat serta para muzaki dan mustahik BAZNAS atas diraihnya penghargaan ini," pungkas Kiai Noor. IHYA digagas oleh Kementerian Perindustrian. Menjadi ajang apresiasi bagi institusi pemerintah, swasta, dan masyarakat yang berkontribusi terbaik dalam pemberdayaan dan pembangunan industri halal nasional. IHYA digelar pertama kali pada tahun 2021 yang menghasilkan 14 pemenang dari tujuh kategori serta satu penghargaan Best of The Best. Pada penyelenggaraan di tahun 2022, berdasarkan Peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No.44 Tahun 2022 Tentang Penghargaan Industri Halal Indonesia terdapat delapan kategori utama, yaitu inovasi halal terbaik, program sosial kemasyarakatan terbaik, rantai pasok halal terbaik, serta industri kecil terbaik. Kemudian, penghargaan untuk kategori kawasan industri halal terbaik, ekspansi ekspor terbaik, program halal terbaik, serta dukungan finansial halal terbaik.
BERITA04/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
Kembangkan Usaha Mustahik, BAZNAS Microfinance Desa Diluncurkan di Brebes
Kembangkan Usaha Mustahik, BAZNAS Microfinance Desa Diluncurkan di Brebes
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) meluncurkan program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Brebes dalam membantu para mustahik pelaku usaha mikro mengembangkan usahanya. Simbolisasi peluncuran dilakukan di Kantor BMD Brebes, Komplek Islamic Centre Brebes, Jl. Laksda Yos Sudarso No. 35, Kelurahan Pasar Batang, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (4/10/2024). Turut hadir Pj Bupati Kabupaten Brebes, Ir. Djoko Gunawan, MT, Pimpinan Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI Eka Budhi Sulistyo, Kepala Divisi Bank Zakat BAZNAS RI Noor Aziz, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah, Ketua BAZNAS Kab.Brebes, dan jajaran pengurus BAZNAS Kabupaten Brebes. Dalam sambutannya, Achmad Sudrajat memaparkan, BAZNAS Microfinance Desa (BMD) adalah program pembiayaan produktif kepada para mustahik dengan prinsip nonprofit dalam rangka pengembangan usaha serta diharapkan jadi solusi dalam meningkatkan penghasilan. BMD merupakan salah satu upaya BAZNAS yang terus meluncurkan program produktif, dalam mengentaskan kemiskinan dan membantu masyarakat dalam bidang ekonomi, termasuk terbebas dari jerat rentenir. "BAZNAS Microfinance Desa Brebes ini adalah bentuk dari layanan keuangan mikro syariah yang dikembangkan BAZNAS untuk mengentaskan kemiskinan di Brebes serta memperkuat ekonomi masyarakat desa dengan memberikan akses terhadap pembiayaan produktif, seperti usaha kecil dan menengah, pertanian, peternakan, dan perikanan. Dengan adanya bantuan modal yang diberikan, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan masyarakat," ujarnya. Ia berterima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah membantu hadirnya BAZNAS Microfinance Desa di Brebes. Menurutnya, hal ini merupakan sinergi positif yang terjalin untuk memberi manfaat kepada masyarakat yang membutuhkan. "BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Brebes didukung penuh oleh stakeholder wilayah terkait, salah satunya dengan disediakannya kantor BMD yang berada di komplek Islamic Centre Pemkab Brebes. Alhamdulillah, kami sangat bersyukur usaha baik kita semua mendapat dukungan yang positif," kata Kiai Ajat. "Dana zakat yang disalurkan masyarakat melalui BAZNAS sangat memberikan manfaat untuk orang-orang yang ingin meningkatkan kemampuan mereka dalam bidang ekonomi, salah satunya di program BMD ini. Nantinya BAZNAS tak hanya memberikan dana, namun juga akan dibekali pelatihan atau modal usaha. Hal ini dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengelola perekonomian mereka," ucapnya. Sementara itu, PJ Bupati Kabupaten Brebes, Ir. Djoko Gunawan, MT, mendukung penuh program pemberdayaan yang dikembangkan BAZNAS. Menurutnya, hal ini merupakan pertanda baik untuk memberi kesejahteraan kepada masyarakat. "Kami sangat mendukung sekali program ini, karena akan membantu usaha yang masih pemula. Apalagi ini tanpa bunga, akan bermanfaat sekali untuk mengentaskan kemiskinan di Brebes," ujar Djoko Gunawan. Menurutnya, program ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat Brebes yang mayoritas bermata pencaharian sebagai petani dan pelaku UMKM. "Kami berharap dengan adanya program BMD ini, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Brebes. Selain itu, program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi angka kemiskinan," pungkasnya.
BERITA04/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS Bersama PT. Adev Natural Indonesia Luncurkan Program Balai Ternak di Tegal
BAZNAS Bersama PT. Adev Natural Indonesia Luncurkan Program Balai Ternak di Tegal
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama PT Adev Natural Indonesia meluncurkan program Balai Ternak di di Desa Suniarsih, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah, pada Jumat (4/10/2024). Peluncuran Program Balai Ternak BAZNAS Kelompok Tani Ternak Berkah Slamet di Kabupaten Tegal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan kemandirian ekonomi peternak mustahik dan memberdayakannya hingga menjadi muzaki. Turut hadir, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat LC. MA, PJ. Bupati Kabupaten Tegal Dr. Agustyarsyah, S.SiT., SH., MP diwakili Sekda Kabupaten Tegal Amir Makhmud, SE, M.Si, serta Alfi Nurzaki Mewakili Dewan Direksi dan Komisaris PT Adev Natural Indonesia "Pada kesempatan yang berbahagia ini, kita berkumpul untuk meresmikan Balai Ternak BAZNAS di Desa Suniarsih, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Ini adalah balai ternak ke-38 dari total 43 titik program Balai Ternak yang dikembangkan oleh BAZNAS RI. Sebuah pencapaian yang patut kita syukuri dan banggakan," ujar Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat LC. MA Achmad mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan balai ternak ini, terutama kepada PT. Adev Natural Indonesia dan BAZNAS Kabupaten Tegal yang telah memberikan dukungan finansial yang tentunya akan sangat bermanfaat bagi para peternak. "Balai Ternak ini akan memberdayakan 20 peternak dengan total populasi 210 ekor domba. Melalui pengembangan budidaya ternak persilangan antara ternak Sakub dan ternak lokal, serta inisiatif lain seperti pengembangan pupuk kompos padat cair, sistem pertanian terpadu, dan penggemukan ternak, kami berharap dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan peternak," jelasnya. Achmad berharap program Balai Ternak BAZNAS ini menjadi bagian dalam pengembangan usaha ekonomi peternak mustahik serta dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tegal. "Semoga dengan adanya Balai Ternak BAZNAS Tegal ini, kita dapat bersama-sama mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera," ucap Achmad. Program ini pun disambut baik oleh PJ. Bupati Kabupaten Tegal Dr. Agustyarsyah, S.SiT., SH. Menurutnya, peluncuran Balai Ternak BAZNAS ini merupakan langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi peternak di Tegal. "Semoga kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus berjalan dengan baik, dan mendapatkan hasil yang optimal bagi kemajuan masyarakat di Kabupaten Tegal," ujar Agustyarsyah. Sementara itu, General Manager PT Adev Natural Indonesia Alfi Nurzaki menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS atas kolaborasi yang terjalin melalui program Balai Ternak BAZNAS. "Alhamdulillah kami dapat menyaksikan langsung pemberdayaan mustahik yang dilakukan oleh BAZNAS melalui balai ternak ini. Mudah-mudahan bantuan ini dapat meningkatkan kesejahteraan para peternak, khususnya di wilayah tegal," ujar Alfi. “Sedangkan bagi PT Adev Sendiri, penyaluran dana Zakat Perusahaan yang diperuntukkan untuk Program Balai Ternak di Tegal ini adalah bentuk nyata PT Adev Natural Indonesia dalam kemajuan umat,” pungkasnya. PT. Adev Natural Indonesia adalah perusahaan maklon kosmetik terdekat Bogor yang menerima jasa pembuatan produk kosmetika berkualitas terbaik, aman, halal dan berstandar CPKB BPOM. PT Adev Natural Indonesia Resmi berdiri Pada Tanggal 15 Januari 2007 di Bogor. Balai Ternak BAZNAS merupakan program pemberdayaan ekonomi mustahik dalam sektor peternakan. Balai Ternak ini memadukan konsep perbibitan ternak dan penggemukan ternak dengan pemberdayaan masyarakat khususnya petani dan peternak kecil. Hadir dalam acara tersebut Direktur Pendayagunaan dan Layanan UPZ dan CSR BAZNAS RI Eka Budhi Sulistyo, Kepala Divisi Zakat Perusahaan BAZNAS RI Argo Sayoto, HRGA-Legal Manager PT Adev Natural Indonesia Rahmadini Naripati, Pimpinan BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Drs. H. Zain Yusuf, MM, Kepala Kanwil Kemenag Kabupaten Tegal H. M. Aqsho, M.Ag, Komandan Kodim 0712 Kabupaten Tegal Letkol Inf. Suratman, SIP, Kepala Polres Kabupaten Tegal AKBP Andi M. Indra Waspada S.H, S.I.K, M.M, M.Si, Ketua BAZNAS Kabupaten Tegal KH. Akhmad Rofiqi, Waka 1 H. M. Syafiq Zuhri BA, Waka 2 H. Nurul Huda, SE, Waka 3 H. Fatin Hammam, S.Sos, M.Pd, serta Waka 4 Istibsaroh, SE.
BERITA04/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS dan MUI Terbitkan Buku Jusuf Kalla Mujahid Perdamaian Dunia
BAZNAS dan MUI Terbitkan Buku Jusuf Kalla Mujahid Perdamaian Dunia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan buku berjudul 'Jusuf Kalla Mujahid Perdamaian Dunia' untuk mengapresiasi kiprah Wakil Presiden RI ke-10 dan 12 RI, Muhammad Jusuf Kalla dalam dunia kemanusiaan. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, Jusuf Kalla merupakan sosok yang penuh inspiratif, dedikasi, dan sering terlibat dalam upaya perdamaian dunia. “Pak JK adalah sosok yang sangat inspiratif. Sudah pasti apa yang dilakukan Pak JK sebagai tokoh senior itu berpengaruh terhadap bantuan kemanusiaan, tidak hanya kepada BAZNAS RI, tetapi insyaAllah juga kepada yang lain-lain,” ujar Kiai Noor di Jakarta, Kamis (3/10/2024). Kiai Noor mengatakan, perjalanan Jusuf Kalla dalam dunia kemanusiaan dan membantu perdamaian dunia sudah dilakukan sejak lama. Bahkan, lanjutnya, kiprah Jusuf Kalla dalam dunia kemanusiaan tetap terlihat di tengah kesibukannya menjadi pejabat negara. “Peran beliau di dunia kemanusiaan baik di tingkat nasional maupun internasional sebenarnya juga tidak semata-mata saat beliau sudah lengser, tetapi juga pada saat beliau masih aktif sebagai pejabat negara,” katanya. Kiai Noor mengungkapkan sejumlah peran penting Jusuf Kalla dalam menyelesaikan konflik, seperti kasus Poso dan Aceh. Katanya, berkat tangan dingin Jusuf Kalla, kedua kasus tersebut bisa ditangani dengan baik dan mendapat apresiasi dari banyak pihak. “Bahkan yang terakhir ini beliau juga punya konsentrasi yang cukup baik pada bantuan kemanusiaan di Palestina. Sehingga dengan demikian, apa yang dilakukan oleh Pak JK ini berpengaruh terhadap kegiatan bantuan internasional untuk Palestina,” pungkasnya. Buku ‘Jusuf Kalla Mujahid Perdamaian Dunia’ merupakan penghargaan atas peran luar biasa Jusuf Kalla dalam misi kemanusiaan dan perdamaian, baik di tingkat nasional maupun internasional, menjadikannya simbol dedikasi dan kepemimpinan global. Buku ini disunting oleh sejumlah pakar di bidangnya, seperti Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Prof. Dr. Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri MUI Bunyan Saptomo, Diplomat Senior Indonesia Yuli Mumpuni Widarso, serta anggota Komisi Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional MUI Yanuardi Syukur.
BERITA03/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
MUI Apresiasi Bantuan Kemanusiaan dan Komitmen BAZNAS Dukung Kemerdekaan Palestina
MUI Apresiasi Bantuan Kemanusiaan dan Komitmen BAZNAS Dukung Kemerdekaan Palestina
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. M. Anwar Iskandar mengapresiasi bantuan kemanusiaan dan komitmen Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam memperjuangkan kemerdekaan masyarakat Palestina. Apresiasi ini disampaikan Anwar dalam acara Penganugerahan MUI Peace Mujahid Award kepada Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Indonesia Jusuf Kalla (JK) serta Diplomacy Mujahidah Award kepada Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi di Jakarta, Kamis (3/10/2024). "BAZNAS sudah menunjukkan kepeduliannya dalam rangka memberikan pertolongan serta solidaritas anak-anak manusia yang ada di Palestina," kata Anwar. Dalam kesempatan ini, MUI juga memberikan penghargaan kepada Jusuf Kalla dan Menlu Retno Marsudi yang telah memperjuangkan prinsip kemerdekaan dan kemanusiaan. "MUI memberi penghargaan kepada Jusuf Kalla dan Retno atas pertimbangan yang matang baik dari dimensi politik, dimensi kemanusiaan dan dimensi keagamaan," kata dia. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, mengapresiasi dedikasi Jusuf Kalla dan Menlu Retno Marsudi dalam mendukung rakyat Palestina. Menurut Kiai Noor, kedua tokoh tersebut tidak hanya menginspirasi di dalam negeri, melainkan juga mendapat apresiasi di panggung internasional. "Pengaruhnya sangat besar, dan setiap orang yang bertemu saya di Mesir selalu mengirim salam untuk Bu Retno. Jadi, Indonesia mendapat pujian yang luar biasa,” Selain itu, Kiai Noor menambahkan bahwa peran BAZNAS dalam menggalang bantuan kemanusiaan untuk Palestina juga tidak lepas dari dukungan kuat MUI. "Apa yang BAZNAS lakukan, tidak lepas dari MUI dan ormas-ormas serta masyarakat Indonesia," ujar Kiai Noor. Menurut Kiai Noor, BAZNAS dalam berbagai kesempatan, selalu menegaskan komitmennya untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. “Kita terus berjuang untuk membantu Palestina sampai merdeka,” jelas Kiai Noor. Kiai Noor juga mengungkapkan rencana jangka panjang yang akan dilakukan BAZNAS untuk membantu rekonstruksi di Palestina. “Insya Allah, ke depan akan membantu rekonstruksi bangunan Palestina, rumah sakit, Masjid, sekolah, pesantren ala Indonesia di Palestina,” pungkasnya.
BERITA03/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS Ajarkan Kesiapsiagaan Siswa Lewat Sekolah Tanggap Bencana
BAZNAS Ajarkan Kesiapsiagaan Siswa Lewat Sekolah Tanggap Bencana
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui BAZNAS Tanggap Bencana mengadakan program Sekolah Tanggap Bencana (STB), bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan siswa yang berada di wilayah rawan bencana di Indonesia. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA. mengatakan, program ini merupakan wujud kepedulian BAZNAS terhadap masa depan generasi muda Indonesia, terutama di daerah yang sering terdampak bencana. "Program Sekolah Tanggap Bencana ini menekankan pentingnya pemahaman mengenai mitigasi bencana sejak dini bagi para siswa, kami juga telah melaksanakan program ini di beberapa sekolah di Jakarta, Depok, dan Bogor," ujar Saidah dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Kamis (3/10/2024). “Melalui program ini kami ingin menciptakan generasi yang tanggap dan siap menghadapi situasi darurat. Para siswa ini nantinya akan menjadi agen perubahan di lingkungan mereka dalam menghadapi potensi bencana," ujarnya. Dalam kegiatan ini, kata Saidah, para siswa tidak hanya dibekali dengan pengetahuan teoritis tentang bencana alam, tetapi juga keterampilan praktis, seperti cara menyelamatkan diri, memberikan pertolongan pertama, dan mengenali tanda-tanda bencana. Saidah juga menekankan, pentingnya kerja sama antara berbagai pihak dalam menyukseskan program ini. program ini diinisiasi sebagai respons atas meningkatnya frekuensi bencana alam, seperti banjir, gempa bumi, dan kebakaran hutan. “Kami berharap program ini bisa berjalan dengan baik dengan dukungan dari pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat setempat. Upaya pencegahan dan mitigasi bencana membutuhkan keterlibatan semua pihak agar lebih efektif,” tambahnya. Sekolah Tanggap Bencana BAZNAS ini telah diselenggarakan di wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor. Kegiatan ini melibatkan guru dan siswa seperti di sekolah Al-Azhar Asyuhada, SDT Pelita Hati, MI Al-Wathoniyah, SMPN 02 Jakarta, MIT Nurul Iman, SDN Menteng Atas 01, SMK Farmako Medika dan SDIT - MA Al-Muchtari. Kegiatan Sekolah Tanggap Bencana ini merupakan rangkaian kegiatan kesiapsiagaan civitas sekolah untuk menghadapi potensi bencana yang dapat terjadi di lingkungan sekolah, dengan kegiatan dan aktivitas yang mengedukasi, menyenangkan, dan melibatkan langsung peserta. Bagi sekolah yang ingin berkolaborasi dengan BAZNAS dalam program ini dapat menghubungi Kantor Pusat BAZNAS RI di Jl. Matraman Raya No.134 Kb. Manggis, Kec. Matraman, Jakarta 13150.
BERITA03/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
Ketua BAZNAS RI Paparkan Sukses Program Strategis di Malaysia
Ketua BAZNAS RI Paparkan Sukses Program Strategis di Malaysia
Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan program pengentasan kemiskinan yang dijalankan BAZNAS dalam Forum Serantau YAPIEM (FSY) 2024 di Malaysia, Senin malam (1/10/2024). Acara tersebut diresmikan oleh Timbalan Perdana Menteri YAB Dato Sri Haji Fadilah bin Haji Yusol. Turut hadir antara lain Rais Aam PBNU KH. Miftahul Akhyar Abdul Ghoni, Prof. Dr. drg. H. Chairul Tanjung, MBA., Prof. Dr. Ir. KH. Muhammad Nuh, DEA, Dr. (HC) Ir. H. Muhammad Hatta Rajasa, dan Dr. H. Anwar Abbas, M.Ag., serta tamu undangan lainnya. “Kami bekerja sama dengan pemerintah (Indonesia) yang saat ini berfokus mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan rakyat. Kami saat ini fokus untuk itu,” ujar Kiai Noor dalam acara bertema ‘Memperkasa Ekonomi Madani Melalui Sinergi Serangkaian Serantau’. Kiai Noor mengungkapkan, mengentaskan masyarakat dari lembah kemiskinan tidaklah mudah. Saat ini, lanjutnya, BAZNAS RI tengah menargetkan bisa mengubah 1,2 juta mustahik menjadi muzaki pada 2025 mendatang. “Caranya bagaimana? Kami memberikan beasiswa. Tahun ini kami memberikan beasiswa untuk 53 ribu orang baik di dalam maupun luar negeri. Kami juga memberikan bantuan ekonomi produktif seperti BAZNAS Microfinance Masjid,” katanya. “Program BAZNAS Microfinance Masjid akan sangat membantu meningkatkan ekonomi jemaah masjid. Nantinya, jemaah hanya mengembalikan sejumlah dana kepada masjid untuk diputar kembali ke jemaah lain yang membutuhkan,” tambahnya. Kiai Noor menambahkan, selain memberikan beasiswa dan bantuan masjid, BAZNAS RI juga mendirikan balai ternak di wilayah produktif, sehingga ekonomi masyarakat di sekitarnya diharapkan bisa berkembang. “Kami juga mendirikan balai-balai ternak. Di Indonesia kami memiliki balai ternak kambing, ayam, ikan, dan balai ternak sapi. Kami memberikan modal kepada para mustahik yang nantinya keuntungan dari situ diharapkan bisa disalurkan kepada umat yang lain. Itulah cara pergerakan kami dalam membantu menyejahterakan umat dari lembah kemiskinan,” paparnya. Kiai Noor menegaskan, BAZNAS RI terus memberikan pendampingan terhadap mustahik penerima manfaat program-program dari BAZNAS. “Pendampingan ini untuk memastikan program yang kita jalankan dengan tujuan menyejahterakan umat bisa berjalan sebagaimana mestinya, sehingga para pendamping yang kita terjunkan telah dilatih terlebih dahulu. Alhamdulillah apa yang kita lakukan sudah berjalan,” pungkasnya.
BERITA02/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
Perkuat Penghimpunan ZIS, BAZNAS RI Maksimalkan Teknologi Digital
Perkuat Penghimpunan ZIS, BAZNAS RI Maksimalkan Teknologi Digital
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendorong peningkatan efisiensi pengelolaan zakat melalui pemanfaatan teknologi digital, dengan memperkuat kampanye penghimpunan zakat, infak, sedekah di media sosial dan digital marketing. Hal tersebut mengemuka pada Pengajian Berbagi Ilmu Berbagi Pengalaman yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI dengan topik "Bedah Kampaye Fundraising di Media Sosial dan Digital Marketing”, disiarkan langsung melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Selasa (01/10/2024). Hadir Pimpinan Bidang Transformasi Digital Nasional BAZNAS RI Prof. Ir. Muh. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Sc., Ph.D., serta Amil BAZNAS RI, S2 Nonprofit Management di Amerika Serikat Hafiza Elvira Nofitariani, S.Kep. MNLM. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Teknologi Informasi, Prof. Ir. Muh. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Sc., Ph.D., menekankan pentingnya digitalisasi dalam kegiatan fundraising di BAZNAS. "Saya melihat di era modern ini, banyak generasi muda sekarang, seperti generasi Z, sangat aktif menggunakan media sosial untuk bersosialisasi dan berinteraksi. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan peluang ini untuk memperkuat kampanye fundraising BAZNAS," ujarnya. Dalam paparannya, Nadra mengingkatkan kembali pesan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin dalam Rakornas BAZNAS yang menekankan pentingnya digitalisasi dalam berbagai sektor, termasuk sektor filantropi. "Di era digital ini, kita harus mampu menyelesaikan masalah dengan cepat. Teknologi adalah solusi utama untuk mempercepat berbagai proses di BAZNAS, termasuk dalam pengelolaan zakat," jelas Nadra. Menurutnya, tolak ukur perkembangan sebuah lembaga dapat dilihat dari kemajuan teknologi digital dan aktifitasnya di media sosial. Lebih lanjut, Nadra menjelaskan, BAZNAS kini telah memiliki 240 kantor digital yang tersebar di seluruh Indonesia. Kantor-kantor ini diharapkan dapat menjadi penggerak utama dalam kampanye fundraising digital di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. "Dengan adanya kantor digital BAZNAS, kita memiliki pondasi kuat untuk mengembangkan strategi fundraising digital secara masif dan terukur," kata Nadra. Sementara itu, Hafiza Elvira Nofitariani, Amil BAZNAS RI bidang fundraising digital, memaparkan lebih mendalam terkait pentingnya media sosial dan digital marketing dalam kampanye filantropi. Hafiza menyoroti, peran media sosial seperti Instagram, Facebook, X (Twitter), YouTube, dan TikTok sebagai platform yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta memotivasi mereka untuk berdonasi. "Setiap platform memiliki karakteristik dan audiens yang berbeda, sehingga sangat penting untuk memahami strategi yang tepat di setiap platform tersebut," jelas Hafiza. Lebih lanjut, Hafiza menyarankan agar lembaga filantropi memanfaatkan multiplatform digital dengan strategi yang terukur. "Konten kreatif seperti poster, video, dan email blast yang menarik dapat memotivasi orang untuk berdonasi, sekaligus memberikan transparansi dengan melaporkan hasil kampanye secara berkala," jelas Hafiza. "Optimalisasi mesin pencari dan keberadaan di media sosial adalah kunci keberhasilan kampanye fundraising di era digital," pungkasnya. ------------- Informasi Pusdiklat 0851-7519-4198
BERITA02/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
Program Beasiswa BAZNAS, Langkah Strategis Bangun SDM Unggul
Program Beasiswa BAZNAS, Langkah Strategis Bangun SDM Unggul
Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc. MA, menyampaikan BAZNAS terus berupaya membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di Indonesia melalui Program Beasiswa Cendekia BAZNAS. "Program beasiswa pendidikan BAZNAS sejalan dengan program peningkatan sumber daya manusia Indonesia dengan harapan ke depannya menjadi tokoh-tokoh kemajuan bangsa dan menjadi titik tolak kemajuan bangsa," ujar Achmad dalam Temu Perdana bagi peserta terpilih Beasiswa Cendekia BAZNAS secara daring melalui BAZNAS TV, Selasa (1/10/2024). Dalam kesempatan ini, Achmad mengucapkan selamat kepada peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS yang telah menjadi bagian penting dalam kemajuan bangsa. "Kami percaya betul bahwa adik-adik penerima beasiswa akan menjadi tokoh kemajuan bangsa. Ini menjadi pertemuan untuk menguatkan tali silaturahmi dan membersamai sesama anak bangsa," imbuhnya. Sementara itu, Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., mengatakan bahwa kaum muda mahasiswa harus memiliki parameter manusia unggul. "Kaum muda harus memiliki parameter manusia yang unggul harus memiliki sikap dedikasi, integritas, akhlakul karimah, keteladanan, kapasitas, ilmu yang tinggi, wawasan yang luas, problem solving dan keterampilan," ujar Imdad. Menurut Imdad, temu perdana peserta Beasiswa Cendekia BAZNAS ini juga sekaligus mengukur literasi zakat peserta beasiswa BAZNAS tentang pemahaman terkait zakat pada sesi pretest skor literasi zakat para peserta sebanyak 79 persen dan pasa saat postest meningkat menjadi 81 persen. Sehingga pihaknya berharap para peserta dapat memperkuat generasi zakat dan membangun SDM Indonesia yang maju di Indonesia Emas 2045. "Kami harap penguatan seluruh peserta, seluruh penerima beasiswa menjadi cikal-bakal yang melantunkan lagu kemuliaan zakat. Kami selalu mendoakan para penerima beasiswa menjadi tokoh di masa yang akan datang," pungkasnya. Progam Beasiswa Cendekia BAZNAS 2024 telah menyekolahkan pendidikan tinggi anak petani sebanyak 554 peserta, anak pegawai swasta 424 peserta, buruh 168 peserta dan pedagang 163 peserta.
BERITA01/10/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS Perkuat Aspek Keamanan Transaksi Keuangan dalam Pengelolaan Zakat
BAZNAS Perkuat Aspek Keamanan Transaksi Keuangan dalam Pengelolaan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus berupaya meningkatkan keamanan dalam pengelolaan transaksi keuangan dalam pengelolaan zakat guna menjaga kepercayaan para muzaki. Langkah ini diwujudkan melalui implementasi teknologi terkini dan sistem keamanan digital yang lebih kuat. Hal itu dikemukakan Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan dan Hukum, Kol. CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani dalam acara webinar Kelas Hukum volume 9 dengan tema "Kenali Muzaki, Kenali Mustahik" untuk memperkuat pengelolaan zakat yang akuntabel pada Senin (30/09/2024). Kegiatan yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS ini juga menghadirkan narasumber Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pusat Pemberdayaan Kemitraan PPATK, Adhitya Abriansyah Afandi. Dalam paparannya, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Hukum Kol. CAJ (Purn) Drs. Nur Chamdani mengatakan webinar ini membahas topik yang sangat penting dalam pengelolaan zakat: "Kenali Muzaki, Kenali Mustahik". Menurutnya, judul ini bukan sekadar slogan, melainkan pengejawantahan dari prinsip "Know Your Donors, Know Your Beneficiary" yang krusial dalam manajemen zakat yang aman syar`i, aman regulasi dan aman NKRI. "Namun, perlu saya tekankan bahwa dalam Kelas Hukum volume 9 ini, kita tidak akan membahas definisi muzaki dan mustahik dari sudut pandang syariat. Fokus kita dalam webinar ini adalah aspek keamanan transaksi keuangan dalam pengelolaan zakat," katanya. Nur Chamdani menegaskan pentingnya uji tuntas atau due diligence terhadap mitra-mitra BAZNAS. "Hal ini bukan sekadar formalitas administratif, tetapi implementasi dari asas amanah, kemanfaatan, dan akuntabilitas yang kami pegang teguh," ujarnya. Nur Chamdani menjelaskan, proses due diligence dilakukan agar dana zakat digunakan dengan benar dan aman, serta terhindar dari penyalahgunaan seperti praktik pencucian uang dan pendanaan terorisme. Menurutnya, due diligence ini adalah bentuk nyata dari tanggung jawab BAZNAS dalam memastikan bahwa setiap mitra yang terlibat dapat dipercaya dan tidak memiliki potensi menimbulkan risiko. "Dalam konteks ini, BAZNAS tampil tidak hanya sebagai lembaga penyalur dana, tetapi juga sebagai pengawas yang memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah dan ketentuan hukum yang berlaku," ujarnya. Selain itu, Nur Chamdani mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam proses pengumpulan zakat. "Nominal besar yang diterima tidak menjamin aman dari risiko. Jika ada yang mencurigakan, kami tidak akan ragu untuk menolak," tambahnya. Hal ini, menurutnya, merupakan bentuk tanggung jawab moral BAZNAS dalam menjaga amanah umat dan memastikan proses pengelolaan zakat sesuai dengan ketentuan yang ada. "Kerja sama antara BAZNAS dan PPATK sudah terjalin sejak penandatanganan MoU pada 2021, dan ini menunjukkan komitmen bersama dalam pencegahan pencucian uang dan pendanaan terorisme," ungkap Adhitya. Ia berharap sinergi antara kedua lembaga ini dapat terus memperkuat pengawasan dalam pengelolaan dana zakat. Sementara itu, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Pusat Pemberdayaan Kemitraan PPATK, Adhitya Abriansyah Afandi turut memberikan penjelasan tentang pentingnya keamanan dalam transaksi keuangan terkait pengelolaan zakat. Menurut Adhitya, dalam pengumpulan zakat, kehati-hatian ini juga mencakup verifikasi terhadap setiap muzaki. Dengan kehati-hatian tersebut, lembaga bisa memastikan bahwa muzaki yang memberikan zakat memiliki sumber pendapatan yang jelas dan sesuai dengan hukum. "Dengan demikian, dana zakat yang terkumpul dapat dipastikan berasal dari sumber yang halal dan sah, sehingga kemanfaatannya bagi para mustahik tidak diragukan," katanya. Adhitya juga menjelaskan, dukungan dari PPATK sangat penting untuk membantu BAZNAS mendeteksi potensi risiko dalam proses pengumpulan dan distribusi zakat. Dengan adanya pendampingan ini, potensi celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab dapat ditekan seminimal mungkin. ------------- Informasi Pusdiklat 0851-7519-4198
BERITA30/09/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS RI Gelar Lelang Amal Bersama Public Figure
BAZNAS RI Gelar Lelang Amal Bersama Public Figure
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan kegiatan Lelang Barang Sedekah bersama Arsy Widianto di Mall Lippo Cikarang bertempat di District 1 Meikarta Lippo Cikarang, Minggu (29/09/2024). Kepala Divisi Retail BAZNAS RI Arief Budiman dalam kesempatan mengatakan kegiatan Lelang Barang Sedekah bertujuan sebagai sarana kepedulian masyarakat terhadap pentingnya zakat dan sedekah dalam mengentaskan kemiskinan. "Kegiatan ini bertujuan dalam pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah yang dapat digunakan untuk mendanai program-program sosial BAZNAS yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan bantuan bencana," ujarnya. Selain menggalang dana, pihaknya menyebut kegiatan Lelang Barang Sedekah merupakan upaya untuk memadukan hiburan dengan kegiatan sosial. Sehingga publik tidak hanya mendapatkan hiburan dari artis idola mereka, tetapi juga turut berperan aktif dalam misi kemanusiaan. Melalui kegiatan ini, Arief berharap dapat membuka peluang bagi kelompok-kelompok yang lebih muda untuk terlibat dalam kegiatan amal. Selain itu juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran sosial sejak dini melalui figur-figur yang mereka kagumi. "Tentunya kita ingin lebih banyak masyarakat yang terlibat dalam kegiatan amal melalui acara-acara seperti ini," imbuhnya. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, M.Si. CFRM. mengatakan, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya zakat dan sedekah dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menambahkan, keterlibatan figur publik seperti Arsy Widianto dalam acara tersebut diharapkan mampu menarik generasi muda untuk lebih peduli terhadap sesama. “Generasi muda adalah masa depan bangsa, dan kami ingin mereka tumbuh dengan kesadaran sosial yang tinggi. Melalui dukungan artis seperti Arsy Widianto, kami berharap bisa menjangkau lebih banyak anak muda untuk turut aktif dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan,” ujar Rizaludin. Sementara itu, Arsy Widianto menyambut baik kolaborasi dengan BAZNAS dalam program Lelang Barang Sedekah. "Saya merasa senang bisa terlibat dalam acara ini, dan semoga semakin banyak anak muda yang termotivasi untuk berbagi dan peduli terhadap sesama melalui aksi nyata seperti ini," pungkasnya.
BERITA30/09/2024 | Humas BAZNAS Jember
Resolusi Rakornas, BAZNAS Targetkan Pengumpulan ZIS Nasional 2025 Rp50 Triliun
Resolusi Rakornas, BAZNAS Targetkan Pengumpulan ZIS Nasional 2025 Rp50 Triliun
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menargetkan penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) secara nasional selama tahun 2025 sebesar Rp50 triliun, sebagaimana tertuang dalam Resolusi Rakornas BAZNAS 2024. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menjelaskan target penghimpunan zakat nasional selama 2024 adalah Rp41 triliun dengan penerima manfaat 64 juta orang. Target tersebut hampir tercapai meski 2024 masih menyisakan beberapa bulan. "Untuk target pengumpulan tahun 2024 sebesar Rp41 triliun, alhamdulillah hampir terealisasi. Jadi dalam Rakornas kita menyepakati untuk target tahun 2025 menjadi Rp50 triliun," ujar Kiai Noor usai menutup Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS se-Indonesia di Balikpapan, pada Jumat (27/9/2024). Kiai Noor mengungkapkan, BAZNAS selama tahun 2025 menyepakati 3,4 juta mustahik zakat nasional berbasis KK/BNBA (By Name By Address), dengan target pengentasan kemiskinan nasional sebanyak 1,8 juta orang. "Jadi dari 84 juta penerima manfaat pada 2025 nanti yang insya Allah kita fokus pengentasan kemiskinan sebanyak 1,8 juta orang," ujarnya. Kiai Noor melanjutkan, BAZNAS RI berkomitmen melaksanakan pengelolaan ZIS dengan prinsip 3A, yaitu Aman syar'i, Aman NKRI, dan Aman regulasi, sehingga pengelolaan ZIS menjadi lebih aman dan terpercaya. "Kami juga akan terus berkolaborasi dengan penegak hukum, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung, Kejaksaan Tinggi, dan Kejaksaan Negeri di semua tingkatan untuk memastikan pengelolaan ZIS yang terpercaya," tegasnya. Dia juga memastikan, BAZNAS di seluruh wilayah Indonesia optimistis terhadap pertumbuhan zakat di Indonesia dan akan terus mendampingi para mustahik yang ada di seluruh Indonesia. Hal ini mengingat jumlah mustahik di Indonesia masih cukup banyak sehingga BAZNAS dari pusat sampai daerah harus bergandengan tangan. Hadir dalam acara penutupan, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, Deputi II BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota beserta jajarannya.
BERITA27/09/2024 | Humas BAZNAS Jember
BAZNAS RI Optimalkan Peran Mustahik dalam Program Makan Bergizi Gratis
BAZNAS RI Optimalkan Peran Mustahik dalam Program Makan Bergizi Gratis
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI siap berkolaborasi dengan pemerintah untuk menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis dengan mengoptimalkan peran para mustahik. Hal tersebut disampaikan Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., usai menutup Rapat Kerja Nasional (Rakornas) BAZNAS se-Indonesia 2024 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (27/9/2024). "Kita harapkan ada kolaborasi mempekerjakan para mustahik. Dengan begitu bisa menyerap tenaga kerja," ujar Noor. Noor menjelaskan, mustahik binaan BAZNAS memiliki hasil produksi yang mumpuni seperti program lumbung pangan, balai ternak, hingga UMKM binaan BAZNAS dan LAZ seluruh Indonesia. "Kami punya balai ternak, baik sapi maupun ayam petelur dan potong, kemudian juga ikan. Kami juga punya UMKM kecil di kampung-kampung serta para mustahik yang bisa masak di dapur, sementara yang muda bisa menjadi juru antar makanan tersebut," jelasnya. Yang terpenting, menurut Kiai Noor, dalam kolaborasi tersebut tidak ada kapitalisasi, tapi justru menyerap tenaga kerja yang berada di desa. "Jadi kalau ada kolaborasi antara pemerintah dengan BAZNAS, maka BAZNAS akan memperkuat peran mustahik dalam hal pemberdayaan," katanya. Hadir dalam acara penutupan, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, Deputi II BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota beserta jajarannya. Rakornas BAZNAS 2024 diselenggarakan di Balikpapan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
BERITA27/09/2024 | Humas BAZNAS Jember
Dorong Kesejahteraan Masyarakat, Rakornas BAZNAS se-Indonesia 2024 Hasilkan 17 Resolusi
Dorong Kesejahteraan Masyarakat, Rakornas BAZNAS se-Indonesia 2024 Hasilkan 17 Resolusi
Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 yang digelar di Balikpapan pada 25-27 September menghasilkan 17 resolusi yang disepakati seluruh peserta, sebagai upaya meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan dalam pengelolaan zakat serta meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan, 17 resolusi yang dihasilkan dalam Rakornas BAZNAS se-Indonesia 2024 sejalan dengan visi dan misi BAZNAS untuk menjadi lembaga utama yang menyejahterakan umat. "Kita ingin seluruh kekuatan kita di seluruh Indonesia itu merata. Maka sering saya katakan bahwa seluruh pimpinan BAZNAS di Indonesia adalah orang-orang yang profesional," ujar Kiai Noor di Balikpapan, pada Jumat (27/9/2024). Resolusi tersebut dibacakan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc., MA., MA, di hadapan Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Turut hadir Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, Deputi II BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota beserta jajarannya. Adapun 17 resolusi Rakornas BAZNAS 2024 adalah sebagai berikut: Pertama, menyepakati target pengumpulan ZIS-DSKL nasional tahun 2025 sebesar Rp 50 triliun terdiri dari pengumpulan BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ se-Indonesia (On Balance Sheet) sebesar Rp12.7 Triliun dan pencatatan zakat di masyarakat (Off Balance Sheet) sebesar Rp37.3 Triliun; Kedua, menyepakati 3,4 juta Mustahik Zakat Nasional berbasis KK/BNBA (By Name By Address), dengan target Penerima Manfaat Nasional sebanyak 84 juta jiwa, serta target pengentasan Kemiskinan Nasional sebanyak 1,8 juta jiwa pada tahun 2025; Ketiga, kembali memperkuat peran dan fungsi BAZNAS melalui empat penguatan: 1) Penguatan Kelembagaan, Organisasi, dan Manajemen BAZNAS seluruh Indonesia, 2) Penguatan SDM Pimpinan dan Amil Zakat, 3) Penguatan infrastruktur dan transformasi digital, dan 4) Penguatan jaringan seluruh stakeholder pengelola zakat; Keempat, memperkuat status BAZNAS sebagai Lembaga Pemerintah Non Struktural khususnya dalam mendorong Pemerintah untuk melaksanakan regulasi mengenai pembiayaan yang berasal dari APBN/APBD untuk mendukung operasional BAZNAS sebagaimana arahan Menteri Dalam Negeri; Kelima, mengoptimalkan realisasi penerimaan zakat dari potensi Rp327 Triliun melalui perluasan jaringan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota dengan membentuk UPZ di seluruh OPD, Kecamatan, dan Desa dengan melaporkan perkembangannya kepada BAZNAS RI dan Kemendagri secara berkala; Keenam, mendorong aktivitas interkoneksi Sistem Manajemen Informasi BAZNAS dan Sistem Informasi Pemerintah dalam memudahkan pengelolaan zakat; Ketujuh, memprioritaskan penyaluran ZIS-DSKL untuk pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting, pengentasan kemiskinan BPS dan Transformasi Mustahik menjadi Muzaki yang berkolaborasi dengan data Pemerintah dan terintegrasi dalam SIMBA dalam rangka sukses Asta Cita; Kedelapan, menyepakati 10 program prioritas Nasional yaitu Rumah Sehat BAZNAS, BAZNAS Microfinance, Desa/Kampung Zakat, Santripeneur, Beasiswa BAZNAS, Z-Chicken, Z-Mart, Rumah Layak Huni, Pengentasan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting, serta BAZNAS Tanggap Bencana; Kesembilan, redistribusi penguatan penyaluran dari BAZNAS RI ke BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota melalui integrasi program penyaluran Pusat dan Daerah dengan fokus utama pemerataan penyaluran di seluruh daerah untuk memastikan manfaat zakat tersebar secara adil dan merata di berbagai wilayah; Kesepuluh, sinkronisasi perencanaan pelaksanaan program pendistribusian serta pendayagunaan zakat dengan perencanaan pembangunan pemerintah sebagaimana tercantum dalam Asta Cita sebagai upaya strategis untuk memastikan keselarasan program-program zakat dengan prioritas pembangunan nasional; Kesebelas, meningkatkan kualitas tata kelola layanan dan pengelolaan zakat dengan menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) BAZNAS, komitmen laporan teraudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP), dan pembentukan SAI (Satuan Audit Internal) untuk memastikan pengelolaan zakat yang lebih profesional, transparan, sistematis, dan sesuai dengan standar yang berlaku; Kedua belas, berkomitmen untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas kelembagaan melalui pengukuran dengan Indeks Zakat Nasional, sebagai upaya mewujudkan tata kelola zakat yang lebih efektif, transparan, dan berkelanjutan dalam mendukung kesejahteraan umat; Ketiga belas, berkomitmen untuk menyampaikan pelaporan secara rutin dan transparan melalui Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA), sebagai bagian dari upaya memperkuat akuntabilitas dan meningkatkan kepercayaan publik dalam pengelolaan zakat; Keempat belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota siap menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis melalui program penguatan mustahik dalam hal penyediaan sumber daya dan bahan pangan yang diperlukan yang didapat dari hasil produksi para pengusaha mustahik seperti program lumbung pangan, balai ternak, dan UMKM binaan BAZNAS dan LAZ seluruh Indonesia; Kelima belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, serta BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan reputasi lembaga dengan menerapkan prinsip aman syar`i, aman regulasi, dan aman NKRI, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta menegakkan etika dan integritas; Keenam belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota berkomitmen menjaga netralitas dan profesionalitas menjelang dan di dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah 2024; Ketujuh belas, BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota dan LAZ mengucapkan terimakasih atas arahan, motivasi, dan dukungan dari Bapak Presiden Joko Widodo yang telah membesarkan Pengelolaan Zakat Nasional serta siap melanjutkan agenda pembangunan Indonesia pada pemerintahan Bapak Prabowo Subianto.
BERITA27/09/2024 | Humas BAZNAS Jember
Optimalkan Pengelolaan Zakat 2025, BAZNAS RI Manfaatkan Teknologi Digital
Optimalkan Pengelolaan Zakat 2025, BAZNAS RI Manfaatkan Teknologi Digital
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memanfaatkan teknologi digital dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tahun 2025 mendatang. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional Prof. Ir. H. M. Nadratuzzaman, M.S, M.Ec, Ph.D, dalam Sesi Pleno IV "PKP dan Transformasi Digital" pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS se-Indonesia tahun 2024 di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Kamis malam (26/9/2024). "Seiring perkembangan teknologi yang begitu pesat, BAZNAS harus mampu memanfaatkan momentum ini untuk lebih mengoptimalkan pelayanan dan pengelolaan zakat," ujar Nadratuzzaman. Menurutnya, teknologi digital memberikan sarana untuk menjangkau lebih banyak mustahik dan muzaki, mempercepat distribusi, meningkatkan akuntabilitas, serta mempermudah akses informasi. "Ini adalah peluang emas yang harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk membawa lembaga ini lebih maju, profesional, dan inovatif. Tidak mungkin amil dapat melayani muzaki dan mustahik hanya dengan cara konvensional, perlu ada bantuan dari kehadiran teknologi," jelasnya. Dia mengatakan, BAZNAS RI terus berupaya mengembangkan berbagai inovasi berbasis teknologi. Mulai dari platform digital untuk memudahkan donasi zakat, hingga penggunaan big data dan artificial intelligence dalam menganalisis kebutuhan mustahik serta efektivitas program-program pemberdayaan. "Hal ini diharapkan akan membuat pengelolaan zakat menjadi lebih tepat sasaran, efisien, dan transparan," tuturnya. Dalam kesempatan itu, Nadratuzzaman juga mengungkapkan, BAZNAS RI telah menyiapkan lima aplikasi nasional dengan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memudahkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah pada 2025. Lima aplikasi tersebut antara lain, Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) dan Simbalite, Menara Masjid, serta Kantor Digital. Sementara SIMBA-UPZ dan Cinta Zakat dalam proses pengembangan. "Saya mengajak seluruh jajaran BAZNAS di berbagai tingkatan untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan," tegasnya. Meski demikian, lanjutnya, teknologi hanyalah alat. Kesuksesan BAZNAS RI dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat tetap bergantung pada komitmen dan integritas bersama. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi antara BAZNAS pusat, provinsi, dan kabupaten/kota harus terus diperkuat. "Mari kita bersama-sama menciptakan sistem pengelolaan zakat yang modern, profesional, dan sesuai dengan tuntutan syariah, agar zakat benar-benar dapat menjadi solusi efektif dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia," pungkasnya. Hadir dalam acara tersebut, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, MA, Deputi BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. M. Arifin Purwakananta, Deputi II BAZNAS RI Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Pimpinan BAZNAS Provinsi/Kabupaten/Kota beserta jajarannya. Rakornas BAZNAS 2024 diselenggarakan di Balikpapan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
BERITA27/09/2024 | Humas BAZNAS Jember
Kemendagri Siap Dukung BAZNAS Gali Potensi Zakat di Indonesia
Kemendagri Siap Dukung BAZNAS Gali Potensi Zakat di Indonesia
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI menyatakan kesiapannya untuk mendukung Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam menggali potensi zakat di Indonesia. Hal itu disampaikan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2024 yang diselenggarakan di Kalimantan Timur, 25-27 September 2024. Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, beserta jajaran Pimpinan BAZNAS. “Kita beruntung bahwa zakat sudah dikelola, sudah ada landasan hukumnya, sudah ada undang-undangnya semenjak tahun 2011, sudah ada peraturan turunannya, peraturan pemerintah tahun 2014. Didirikan sebagai lembaga nonstruktural, BAZNAS yang dikelola atau sehari-hari dikoordinasikan oleh Kemenag. ini kemajuan yang luar biasa di bidang zakat, hanya saja potensinya yang belum tergali,” kata Tito saat menjadi pembicara utama, Rabu malam (25/9/2024). Oleh karena itu, Tito menambahkan, Kemendagri siap mendukung BAZNAS agar bisa optimal dalam melaksanakan tugasnya. Menurutnya, terdapat beberapa hal yang dikerjakan Kemendagri dalam rangka membantu BAZNAS untuk menggali potensi zakat. “Kemendagri saat ini telah memperkuat kelembagaan BAZNAS. Di 34 provinsi sudah ada, di Kabupaten/Kota hampir 514 sudah ada. Tetapi ada yang bekerja maksimal, ada yang belum, tergantung dari teamwork di daerah masing-masing," katanya. Selain itu, pihaknya dalam membantu BAZNAS juga telah meminta laporan kepada para Gubernur, Bupati, Walikota untuk melaporkan perkembangan BAZNAS per triwulan. Di satu sisi, Kemendagri dalam rangka memperkuat kelembagaan juga telah memperluas jaringan UPZ. Kemudian, Tito mengatakan, Kemendagri telah melakukan pemanfaatan data dukcapil. Sehingga melalui data ini dapat diketahui berapa jumlah umat Islam yang ada di provinsi, kabupaten, kota, kecamatan sampai ke desa. "Data ini dapat dimanfaatkan juga dalam rangka penyaluran sehingga tepat sasaran," imbuhnya. Tidak hanya itu, Tito juga mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang terjalin dengan baik bersama BAZNAS. “Terima kasih kepada BAZNAS yang telah membuat program kita bersama untuk daerah perbatasan, dan ini masih berjalan. Terima kasih,” pungkasnya. Sebelumnya, Rakornas BAZNAS 2024 dibuka langsung oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo di Ibu Kota Nusantara, kemudian acara dilanjutkan di Balikpapan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
BERITA26/09/2024 | Humas BAZNAS Jember
Hadiri Rakornas BAZNAS 2024, Menko PMK Tekankan Pentingnya Kesadaran Berzakat
Hadiri Rakornas BAZNAS 2024, Menko PMK Tekankan Pentingnya Kesadaran Berzakat
Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P, menekankan pentingnya menumbuhkan kesadaran berzakat di tengah masyarakat untuk dapat mewujudkan keadilan sosial di Indonesia. Hal tersebut dikemukakan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 di Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu malam (25/9/2024). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, beserta jajaran Pimpinan BAZNAS. "Kesadaran berzakat ini harus betul-betul ditumbuhkan, harus dipegang betul karena kalau tidak, suatu saat nanti orang-orang akan berzakat karena dipaksa, dan itu tidak bagus," katanya. Muhadjir menjelaskan, zakat semestinya tidak hanya dilakukan sebagai kewajiban yang dipaksakan, tapi betul-betul berasal dari keikhlasan dan keimanan. Menurutnya, zakat yang timbul dari kesadaran pribadi lebih utama daripada zakat yang dipaksakan. "Zakat itu kalau tidak salah artinya kan mensucikan, membersihkan, mensucikan harta kita diantaranya ya itu, kemungkinan ada unsur-unsur riba di dalam setiap transaksi yang kita lakukan, maka kita sucikan, kita bersihkan dengan zakat," tuturnya. "Intinya zakat itu adalah alat untuk membersihkan berbagai macam transaksi, berbagai macam hal yang ada di dalam harta kita, karena itu mestinya karena iman, masing-masing orang punya kesadaran sendiri-sendiri, terutama termasuk jumlah zakatnya," imbuh Muhadjir. Lebih lanjut Muhadjir menambahkan, zakat merupakan mekanisme yang paling efektif untuk mengurangi ketimpangan ekonomi di setiap wilayah untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat. "Zakat adalah mekanisme yang paling efektif untuk mengurangi ketimpangan ekonomi di setiap tempat untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dan inti dari keadilan sosial adalah kesetaraan," ucapnya. Sebelumnya, Rakornas BAZNAS 2024 dibuka langsung oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo di Ibu Kota Nusantara, kemudian acara dilanjutkan di Balikpapan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
BERITA26/09/2024 | Humas BAZNAS Jember
Di Acara Rakornas 2024, BAZNAS Komitmen Berperan Aktif dan Jadi Referensi bagi Gerakan Zakat Dunia
Di Acara Rakornas 2024, BAZNAS Komitmen Berperan Aktif dan Jadi Referensi bagi Gerakan Zakat Dunia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) berkomitmen untuk berperan aktif dan menjadi referensi bagi gerakan zakat dunia, salah satunya adalah apa yang terjadi pada saudara-saudara di Palestina. Hal tersebut disampaikan Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., dihadapan Presiden RI Ir. H. Joko Widodo dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2024 yang diselenggarakan di Ibu Kota Nusantara, Kalimantan Timur, Rabu (25/9/2024). "BAZNAS masih terus mengkoordinasikan seluruh kekuatan untuk peduli membantu palestina dalam gerakan Membasuh Luka Palestina dengan berkolaborasi bersama BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten/Kota, mitra perusahaan, LAZ, serta lembaga dan komunitas untuk menghimpun dana bantuan dari masyarakat Indonesia," ujar Kiai Noor. Kiai Noor menambahkan, BAZNAS menargetkan pengumpulan untuk Palestina sebesar Rp250 miliar. Hingga per September 2024 realisasi ini melebihi dari target, BAZNAS telah menghimpun dana bantuan untuk Palestina sebesar Rp306,29 miliar. "Rencana alokasi penyaluran dengan target penghimpunan sebesar Rp250 miliar. Terbagi dalam 3 tahap diantaranya, tahap tanggap darurat sebesar Rp75 miliar bantuan disalurkan dalam bentuk bantuan bahan pangan, obat-obatan, alat kesehatan dan lain sebagainya," jelas Kiai Noor. Selanjutnya, lanjut Kiai Noor, tahap rehabilitas sebesar Rp25 miliar bantuan yang disalurkan dalam bentuk mengaktivasi sumber air, dukungan psikososial kepada anak-anak dan korban disabilitas serta pengobatan korban luka. Terakhir tahap rekonstruksi sebesar Rp150 miliar bantuan yang disalurkan seperti perbaikan tempat ibadah, perbaikan fasilitas kesehatan/rumah sakit dan perbaikan sekolah. BAZNAS juga memastikan, infak kemanusiaan Palestina yang disalurkan melalui BAZNAS ini dikelola dengan transparan, akuntabel, dan bertanggung jawab. Infak yang disalurkan melalui BAZNAS RI 100 persen akan disalurkan untuk masyarakat Palestina. Turut hadir dalam acara pembukaan Rakornas tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Agama, KH. Saiful Rahmat Dasuki, Wakil Menteri Pertanahan, Raja Juli Antoni, serta perwakilan dua ormas besar Islam di Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Penyelenggaraan Rakornas BAZNAS 2024 didukung oleh Bank Syariah Indonesia, BNI, Mandiri, BRI, BTN Syariah, Jamkrindo Syariah, dan PT Triata Mulia Indonesia. Rakornas BAZNAS akan diselenggarakan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
BERITA25/09/2024 | Humas BAZNAS Jember
Lampaui Target Pengumpulan, Presiden Jokowi Puji Digitalisasi Zakat BAZNAS
Lampaui Target Pengumpulan, Presiden Jokowi Puji Digitalisasi Zakat BAZNAS
Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo (Jokowi) memuji langkah Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang memanfaatkan teknologi digital, sehingga target pengumpulan zakat, infak, dan sedekah selalu melampaui target. Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2024 yang dihadiri sebanyak 1.200 peserta di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Rabu (25/9/2024). "Saya senang beberapa kali saat BAZNAS mengadakan acara di istana, semuanya sudah dilakukan dalam bentuk digitalisasi, ini adalah bentuk kecepatan yang saya inginkan," ujar Presiden Jokowi dalam acara yang juga dihadiri Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA. Menurut Presiden Jokowi, pemanfaatan teknologi digital membuat pengumpulan zakat, infak, sedekah di Indonesia selalu melampaui target dalam beberapa tahun terakhir, terutama sejak digulirkannya Gerakan Cinta Zakat pada 2021 lalu. "Sejak dimulainya Gerakan Cinta Zakat pada 2021, pertumbuhan zakat, infak, dan sedekah di Indonesia rata-rata naik 30 persen per tahun. Ini angka pertumbuhan yang cukup besar. Untuk itu saya mengapresiasi dan menghargai kerja keras seluruh jajaran di BAZNAS sehingga pertumbuhan tersebut bisa terus dicapai," kata Presiden Jokowi. Presiden Jokowi menambahkan, prestasi yang ditorehkan BAZNAS selama ini harus terus ditingkatkan melalui terobosan-terobosan baru, mengingat populasi Muslim di Indonesia termasuk yang paling besar di Indonesia. "Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, sekarang penduduk kita 236 juta penduduk adalah Muslim, sebuah jumlah yang sangat besar, tentu saja potensi zakat kita juga masih sangat besar untuk bisa kita gali dan kita kelola dengan baik. Sebab itu saya berharap BAZNAS ke depan dapat melakukan terobosan-terobosan melalui edukasi kepada masyarakat," pungkasnya. Turut hadir dalam acara tersebut, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Agama KH. Saiful Rahmat Dasuki, Wakil Menteri Pertanahan Raja Juli Antoni, serta perwakilan dua ormas besar Islam di Indonesia Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Penyelenggaraan Rakornas BAZNAS 2024 didukung oleh Bank Syariah Indonesia, BNI, Mandiri, BRI, BTN Syariah, Jamkrindo Syariah, dan PT Triata Mulia Indonesia. Rakornas BAZNAS akan diselenggarakan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur Pimpinan BAZNAS se-Indonesia dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita".
BERITA25/09/2024 | Humas BAZNAS Jember
Pertama dalam Sejarah, Pembukaan Rakornas BAZNAS 2024 Digelar di IKN
Pertama dalam Sejarah, Pembukaan Rakornas BAZNAS 2024 Digelar di IKN
Pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2024 diselenggarakan di Istana Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), pada Rabu (25/9/2024). Acara ini merupakan yang pertama dalam sejarah. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan bahwa pembukaan Rakornas BAZNAS 2024 di IKN adalah tonggak sejarah yang patut disyukuri dan dibanggakan. "Ini bukan hanya momen penting bagi BAZNAS, tetapi juga tonggak sejarah yang mengukuhkan komitmen BAZNAS untuk mendukung agenda pembangunan nasional, sejalan dengan semangat kebangkitan Indonesia melalui keberadaan Ibu Kota Negara yang baru," kata Kiai Noor dalam sambutannya. Kiai Noor mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi atas dukungan dan kerja sama yang luar biasa, khususnya dalam membangun kolaborasi antara Pemerintah dan BAZNAS. "Kami sampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Presiden Jokowi atas dukungan dan kerja sama yang luar biasa, khususnya dalam membangun kolaborasi yang baik antara Pemerintah dan BAZNAS," katanya. Menurut Kiai Noor, penyelenggaraan Rakornas BAZNAS 2024 di IKN sangat membanggakan, sebab pembangunan IKN yang sedang berlangsung merupakan yang paling unik di dunia. "Ini membuktikan bahwa BAZNAS adalah sahabat Bapak Presiden Joko Widodo. Kami berterima kasih kepada Bapak Jokowi karena telah membawa kemajuan yang signifikan bagi Indonesia di mata dunia," jelasnya. Lebih lanjut, Kiai Noor menyampaikan bahwa Rakornas BAZNAS 2024 bertujuan memperkuat tata kelola zakat nasional, sehingga pengelolaan zakat dapat berjalan maksimal dan terintegrasi antara BAZNAS, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota. "Tujuan Rakornas ini adalah untuk meningkatkan tata kelola kinerja pengelolaan ZIS-DSKL secara nasional dalam rangka mencapai visi dan misi BAZNAS tahun 2025, sehingga ZIS-DSKL dapat menyejahterakan mustahik secara nasional melalui BAZNAS Provinsi dan BAZNAS Kabupaten/Kota," pungkasnya. Turut hadir dalam acara tersebut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Agama KH. Saiful Rahmat Dasuki, Wakil Menteri Pertanahan Raja Juli Antoni, serta perwakilan dari dua ormas besar Islam di Indonesia, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Penyelenggaraan Rakornas BAZNAS 2024 didukung oleh Bank Syariah Indonesia, BNI, Mandiri, BRI, BTN Syariah, Jamkrindo Syariah, dan PT Triata Mulia Indonesia. Rakornas BAZNAS akan diselenggarakan selama tiga hari pada 25-27 September 2024, dihadiri 1.200 peserta yang berasal dari unsur pimpinan BAZNAS se-Indonesia, termasuk dari Pusat, 38 Provinsi, dan 514 Kabupaten/Kota, dengan mengangkat tema "Sinergi Pengelolaan Zakat Inklusif untuk Penanggulangan Kemiskinan dan Kesejahteraan dalam rangka Sukses Astacita."
BERITA25/09/2024 | Humas BAZNAS Jember
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Mari tunaikan zakat Anda dengan mentransfer ke rekening zakat.

BAZNAS

Info Rekening Zakat